Pesan Terakhir Josua Pelajar Hanyut di Batang Arau Padang: "Jaga Diri Pak, Sampai Bertemu Lagi"
Rahmadi August 16, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebelum hanyut di Sungai Batang Arau dan ditemukan meninggal dunia, pelajar SMP Murni sempat berpesan kepada guru "Sehat-sehat ya pak, jaga diri, sampai bertemu lagi".

Sesaat masih mengikuti pelajaran agama di SMP Murni, Josua menyampaikan pesan tersebut kepada gurunya.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Sekolah SMP Murni, Rendi Hidayat, saat ditemui TribunPadang.com di RSUP M Djamil Padang, Minggu (16/8/2026).

Rendi yang hadir di rumah sakit setelah korban ditemukan meninggal dunia di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, menceritakan pesan yang disampaikan Josua kepada guru mata pelajaran agamanya itu.

"Josua berpesan kepada guru agamanya. Katanya sehat-sehat pak, jaga diri, sampai ketemu lagi. Itu pesan Josua, yang disampaikan ulang kepada saya oleh guru agama, Beni," ucapnya.

Kata Rendi, pesan itu disampaikan Josua kepada guru mata pelajaran agamanya, sebelum dia pulang sekolah di hari kejadian.

Namun tidak disangka, kejadian pilu menimpa muridnya tersebut. Josua hanyut saat berenang dengan tiga temannya di Sungai Batang Arau.

"Hanya itu pesan dia kepada guru agamanya," jelasnya.

Baca juga: Putar Roda Bupati Padang Pariaman, Sejumlah Lokasi Terdampak Banjir Ditinjau

Josua Anak yang Ceria di Sekolah

Pelajar SMP Murni, Josua Perkasa Lase yang hanyut di Sungai Batang Arau, Kota Padang, merupakan anak dengan karakter ceria di sekolah.

Josua diketahui hanyut saat berenang dengan temannya usai pulang sekolah dan latihan basket pada Jumat (14/8/2026) sekira pukul 16.30 WIB.

Jasadnya ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang setelah tiga hari pencarian, Minggu (16/8/2026) pagi.

Atas kabar duka tersebut, Kepala Sekolah SMP Murni, Rendi Hidayat mengucapkan rasa prihatin dan belasungkawa.

"Saya selaku kepala sekolah mengucapkan belasungkawa atas kejadian ini, korban sudah ditemukan meski dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya saat ditemui di RSUP M Djamil Padang.

Menurut pengakuan Rendi, selama di sekolah, Josua tidak pernah bermasalah dan seperti siswa pada umumnya.

Dalam keseharian, Josua tipikal anak dengan karakter ceria. Bahkan juga pandai dalam bergaul dengan teman-teman dan bersikap sopan dengan guru.

"Kalau karakter anaknya ceria, dia suka ikut terlibat di setiap acara di sekolah. Kalau berteman juga baik, sangat akrab saya lihat," jelasnya.

Baca juga: Pelajar Hanyut di Batang Arau, Kepala SMP Murni Padang Ungkap Sosok Josua Ceria dan Sopan ke Guru

Di segi pembelajaran, Rendi menyebut nilai setiap mata pelajaran selalu di atas rata-rata. Meski tidak terlalu menonjol, namun dinilai bagus oleh para guru.

Sedangkan untuk olahraga, Josua baru pertama kali mengikuti pelatihan basket untuk diseleksi menjadi bagian tim di sekolah.

Sehingga, Rendi mengatakan belum mengetahui pasti bagaimana keahlian Josua dalam bidang olahraga tersebut.

"Kalau soal belajar nilai anak ini selalu di atas rata-rata, cukup baik. Tapi soal keahlian di olahraga basket, saya tidak tahu persis, karena di hari kejadian itu baru pertama kali latihan, yang nantinya akan diseleksi untuk masuk tim sekolah," tambahnya.

Pelajar Hanyut di Luar Jam Sekolah

Pelajar SMP Murni hanyut di Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang terjadi setelah usai pulang sekolah.

Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Murni, Rendi Hidayat saat ditemui TribunPadang.com di RSUP M Djamil Padang, Minggu (16/8/2026) siang.

Kata Rendi, dirinya mengetahui salah satu dari empat siswa SMP Murni bernama Josua hanyut saat berenang di Sungai Batang Arau dari salah satu guru pada Jumat (14/8/2026) sekira pukul 17.00 WIB lewat.

Mendapatkan informasi tersebut, dia langsung mendatangi lokasi untuk memastikan. Sebelumnya Rendi mengaku sempat menanyakan kepada satpam sekolah, apakah murid bernama Josua sudah pulang.

Baca juga: Dengar Kabar Siswanya Hanyut, Kepala SMP Murni Padang Langsung Bergerak hingga Jenazah Josua Pulang

Lantaran satpam menjawab sudah pulang, barulah Rendi bergegas ke lokasi untuk memastikan lagi, lantaran orang tua Josua mananyakan anaknya.

"Saya dapat telepon dari guru yang berada di Sungai Batang Arau, kalau ada siswa kita yang hanyut saat berenang, saya langsung ke lokasi untuk memastikan," ucaonya.

Kata dia, kejadian tersebut sudah di luar jam sekolah, sebab sebelumnya para murid sudah pulang dan sebagian latihan basket.

Ketika murid sudah pulang, pihak sekolah sudah menyampaikan informasi melalui grup Whatsapp.

"Namun Josua, dia ada latihan basket untuk seleksi tim sekolah dan pulang pukul 16.00 WIB, memang tidak dikabari, karena sebelumnya sudah diinfokan pulang sekolah. Sebenarnya untuk latihan basket, orang tua sudah tahu," jelasnya.

Setelah sampai di lokasi, terlihat orang tua Josua histeris, lantaran korban yang hanyut memang benar bernama Josua.


Rendi mengaku meminta satpam sekolah yang juga datang, untuk menenangkan dan dibawa ke rumah warga di tepi Sungai Batang Arau.

"Setelah itu, saya sampai malam di sana, berkoordinasi juga dengan RT, camat, BPBD," pungkasnya.

Baca juga: Begal di Lima Puluh Kota Rampas HP dan Motor Korban, Dua Pelaku Ditangkap Satu Masih Diburu Polisi

Peran Sekolah

Rendi menyebut, mengetahui salah satu muridnya hanyut, pihak sekolah tidak lepas tangan meski terjadi di luar jam sekolah.

Dia bersama guru lainnya sejak mendapatkan informasi hingga jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka dari RSUP M Djamil Padang, usai ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terus mengawal.

Untuk diketahui, jasad pelajar hanyut bernama Josua ditemukan mengambang di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang pada Minggu (18/6/2026) pagi.

"Kami terus mengawal, karena ini murid kami, meski kejadiannya di luar jam sekolah, tapi kami tidak ingin lepas tangan," sebutnya.

Tak hanya itu kata Rendi, pihak keluarga sempat terkendala biaya dalam mengurus biaya penanganan Josua di RSUP M Djamil Padang.

Pihak sekolah lalu bersedia menanggulangi setengah biaya penanganan korban Josua. Kata Rendi, persetujuan didapat dari pihak yayasan sekolah.

"Jadi kita bantu bayar uang peti, meski tidak sepenuhnya ditanggulangi, mudah-mudahan dapat meringankan beban keluarga," terangnya.

Baca juga: Hening Tengah Malam, Forkopimda Padang Panjang Gelar Renungan Suci di Makam Pahlawan Jelang HUT RI

Rendi Nanti Jasad Josua di Muara Padang

Pasca tiga hari pencarian jasad Josua sejak Jumat (14/8/2026) akhirnya pada Minggu (18/6/2026) pagi membuahkan hasil.

Ia mengetahui informasi ditemukannya Josua oleh nelayan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung dari petugas gabungan.

Kata dia, Josua ditemukan setelah melihat tayangan langsung di akun sosial media TikTok. Untuk itu, Rendi langsung bergegas ke Muara Padang untuk menunggu kedatangan korban, karena tim SAR gabungan sudah menjemout jasad Josua di Pulau Sinyaru.

"Saya dapat informasi kalau Josua ditemukan, lalu datang ke Muara Padang. Kemudian jasadnya dibawa ke RSUP M Djamil Padang, saya juga hadir ke sini," terangnya.

Setelah semua proses penanganan jasad Josua selesai dilakukan hingga dibawa menggunakan ambulans milik PMI ke rumah duka untuk disemayamkan, Rendi baru mengaku tenang.

Menurutnya, meski tidak bisa membantu banyak, sekurang-kurangnya bisa membantu nenenangkan keluarga atas musibah yang menimpa.

"Hanya itu yang dapat kami lakukan, sekarang saya sudah lega, karena jenazah Josua sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," tambahnya.

Baca juga: 67 Pelajar Terbaik Solok Selatan Dikukuhkan Jadi Anggota Paskibraka 2026

Jenazah Korban Hanyut Dibawa Pulang

Jasad pelajar SMP hanyut di Sungai Batang Arau sudah dibawa pulang ke rumah duka usai ditangani di RSUP M Djamil Padang, Minggu (18/6/2026) siang.

Untuk diketahui, jasad pelajar tersebut ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung pada Minggu pagi.

Setelah dievakuasi dari Bungus ke Muaro Padang, korban dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Pantauan TribunPadang.com di rumah sakit sejak pukul 11.09 WIB, keluarga sudah datang dan menunggu di depan ruang forensik.

Tak hanya keluarga, di kawasan tersebut juga hadir pihak sekolah, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Berdasarkan data yang dihimpun TribunPadang.com di lapangan, jasad korban sampai di rumah sakit sekira pukul 09.00 WIB dari Muara Padang.

Jasad pelajar tersebut kemudian dibawa ke ruangan forensik untuk penanganan lebih lanjut. Sementara pihak keluarga juga beriringan datang setelahnya.

Kurang lebih penanganan berlangsung selama kurang lebih lima jam, dihitung pukul 09.00 WIB hingga 13.48 WIB.

Para pihak keluarga sebelumnya sempat mendesak untuk membawa pulang jnazah korban, lantaran ingin disemayamkan.

Namun karena masih penanganan dan sempat ada kendala administrasi, akhirnya jenazah baru bisa dibawa pulang sekira pukul 13.46 WIB.

Baca juga: Jasad Pelajar Hanyut di Batang Arau Ditemukan di Pulau Sinyaru, Masih Berkaos Olahraga SMP Murni

Sebelumnya korban dimasukan ke peti jenazah, lalu dibawa pulang menggunakan ambulans dari PMI.

Untuk diketahui, rumah duka berlokasi di Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Kelurahan ini berdekatan dengan lokasi terakhir korban berenang dan dilaporkan hanyut pada Jumat (16/8/2026) sore lalu.

Sesaat hendak dimasukan ke dalam ambulans dan dibawa pulang, tampak tangis ibu korban pecah. 

Ibu korban bernama Ayu, ia tak bisa menahan kesedihannya menjelang anaknya disemayamkan nantinya.

Ayu terlihat mengusap air matanya yang mulai membasahi kedua pipi, sembari memandangi anaknya yang berada di dalam peti jenazah dan dimasukan ke dalam ambulans.

Sedangkan para pihak keluarga korban lainnya, tampak bergegas masuk ke dalam ambulans. 

Sisanya menaiki motor untuk mengawal jenazah korban pulang ke Seberang Palinggan untuk dimakamkan.

Keluarga Tunggu Penanganan Jenazah di RS

Keluarga korban masih menunggu proses penanganan jasad pelajar hanyut di Sungai Batang Arau di depan ruangan forensik dan pentitipan jenazah RSUP M Djamil Padang, Minggu (18/6/2026).

Diketahui, jasad pelajar hanyut di Sungai Batang Arau pada Jumat (14/8/2026) sore lalu, ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Minggu (18/6/2026) pagi.

Setelah dievakuasi tim SAR gabungan, jasad korban dibawa menggunakan ambulans ke RSUP M Djamil Padang.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 11.09 WIB, tampak pihan keluarga sudah menunggu di depan ruangan forensik, di samping ruang penitipan jenzah RSUP M Djamil Padang.

Kurang lebih sekitar tujuh anggota keluarga pelajar yang bernama Josua tersebut, tampak duduk di kursi tunggu dengan sorot mata jauh.

Khusus kedua orang tua korban, terlihat raut wajah murung dan mata sembab menunggu anaknya selesai ditangani.

Baca juga: Prakiraan Cuaca : Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Hantui Lima Daerah di Sumbar

Ibu korban, Ayu terlihat tengah berbincang dengan salah satu petugas Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang di bagian lorong antara ruang forensik dengan penitipan jenazah.

Sedangkan di bagian ruang penitipan jenazah, tampak satu peti mayat berwarna putih dengan corak kuning emas dengan logo salib di bagian ujungnya.

Akan tetapi, jenazah korban belum terlihat di dalamnya, lantaran masih berada di ruangan forensik RSUP M Djamil Padang.

Selain keluarga, di lokasi juga terlihat pihak SMP Murni, tiga KSB Padang hingga petugas dari PMI yang menunggu di ambulans.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunPadang.com dari pihak di lokasi, setelah proses penanganan dan administrasi selesai, jenazah korban akan dibawa ke rumah untuk disemayamkan.

Hingga pukul 12.36 WIB, pihak keluarga korban masih terus berdatangan di lokasi, kurang lebih hingga 15 orang.

Akan tetapi, jenazah korban masih berada di ruangan forensik, dan pihak keluarga terus menunggu.

Penemuan Korban Berjarak Jauh

Kantor SAR (Basarnas) Padang menjelaskan lokasi penemuan jasad korban hanyut di Sungai Batang Arau bisa sampai di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Minggu (16/8/2026) pagi.

Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan laporan korban hanyut sebelumnya berlokasi di Sungai Batang Arau pada Jumat (14/8/2026) sore.


Akan tetapi, setelah tiga hari pencarian oleh Basarnas dan tim gabungan, jasad korban ditemukan nelayan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung.


"Penemuan jasadnya setelah tiga hari pencarian cukup jauh, awalnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Arau, ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung," ucapnya saat dikonfirmasi.


Ia lantas mengungkap alasan jasad korban bisa ditemukan cukup jauh dari titik awal hanyut, lantaran dipicu arus deras yang mengarah ke selatan.


Pasalnya kata dia, berdasarkan informasi dari BMKG, perkiraan cuaca hujan lebat, debit air tinggi dan arus deras saat korban hanyut di Sungai Batang Arau.


"Jadi, mengamati informasi dari perkiraan cuaca saat kejadian, debit air yang cukup tinggi ditambah arah arus mengarah ke selatan (posisi ke Pulau Sinyaru) makanya korban bisa sampai di sana," terangnya.


Menurutnya, korban atas nama Josua ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan MD pada koordinat 1°4'48"S-100°16'19"T dengan jarak ±8.8 NM dari LKP (last know posision).


Usai ditemukan, korban langsung di evakuasi dari lokasi ditemukan ke posko SAR, Muara Padang dan dibawa dengan ambulance menuju RSUP MDjamil Padang.


"Berdasarkan data, korban ditemukan pada koordinat 1°4'48"S-100°16'19"T dengan jarak ±8.8 NM dari LKP (last know posision)," tambahnya.

Baca juga: Tenggelam di Sungai Batang Kuranji, Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal 150 Meter dari Titik Awal


Ditemukan Nelayan


Kantor SAR (Basarnas) Padang menyebut sosok mayat diduga korban hanyut saat berenang di Sungai Batau Arau, ditemukan pertama kali oleh nelayan di Pulau Sinyaru, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Minggu (16/8/2026).


Laporan tersebut masuk ke pihaknya, dan langsung menerjunkan tim dengan satu perahu karet ke lokasi.


Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan bahwa usai pihaknya menerima laporan, tim langsung mengevakuasi korban.


Saat di lokasi, jasad korban mengambang di lautan dan ditarik ke perahu karet. Setelah itu, petugas memasukan ke kantong jenazah.


"Informasi awalnya ditemukan oleh nelayan yang sedang melakukan siaran langsung di akun media sosial TikTok, tim langsung mengevakuasi korban," ucapnya saat dikonfirmasi di lapangan.


Kata dia, jenazah korban langsung dibawa ke Posko SAR di Muara Padang. Setelah sampai di tempat tujuan, ambulans milik RSUP M Djamil Padang sudah menunggu.


Tak berlangsung lama, jenazah korban langsung dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut.


"Jadi dari Pulau Sinyaru, Bungus kita bawa ke Muara Padang atau Posko SAR, satu ambulans sebelumnya sudah menunggu, setelah sampai langsung dibawa ke RSUO M Djamil," tambahnya.

Baca juga: Tenggelam di Sungai Batang Kuranji, Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal 150 Meter dari Titik Awal


Penemuan Sosok Mayat


Tim SAR gabungan menemukan sosok jenazah korban dalam operasi pencarian hari ketiga (H3) dengan kondisi meninggal dunia (MD), Minggu (16/8/2026) pagi.


Dantim Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan pencarian dimulai sekitar pukul 06.48 WIB dengan briefing dan persiapan tim.


Kemudian, pada pukul 07.00 WIB, tim bergerak melakukan pencarian di laut ke arah selatan menggunakan LCR, RIB dan PAL SAR Air.


"Pada pukul 08.00 WIB, tim menemukan sosok korban dalam kondisi meninggal dunia di Pulau Sinyaru pada koordinat 01°04'48" S - 100°16'19"E," kata Riko saat ditemui di Muara Padang.


Pada pukul 08.25 WIB, sosok jenazah telah dimasukkan ke dalam bodybag dan tiba di Dermaga Posko SAR.


Selanjutnya, pukul 08.35 WIB, jenazah yang telah berada di dalam bodybag dibawa ke RSUP M Djamil menggunakan ambulans.


"Bodybag tiba di RSUP M Djamil pada pukul 08.45 WIB," ujarnya.


Riko menyebutkan, dari ciri-ciri yang ditemukan, korban berjenis kelamin laki-laki.


Wajah korban sedikit sulit dikenali lantaran mengalami pembengkakan. Akan tetapi, korban yang ditemukan mengenakan pakaian olahraga bertuliskan SMP Murni.


 "Kami menduga kuat adalah anak yang hanyut di Sungai Batang Arau, dari ciri-ciri yang ditemukan. Namun lebih pastinya, setelah pengecekan dari RSUP M Djamil nantinya," tegasnya.


Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 08.40 WIB operasi SAR dilakukan briefing dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur operasi SAR gabungan yang terlibat.


Seluruh unsur kemudian kembali ke kesatuan masing-masing. Hasil operasi SAR Muara hari ketiga dinyatakan MD (meninggal dunia).


Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat yakni Rescue SAR Padang sebanyak lima orang, Rescue SAR Muara empat orang, Potensi satu orang, Airud enam orang, BPBD Padang enam orang, Satrol dua orang, RRI Padang satu orang sebagai reportr, Brimobda enam orang, KSB 12 orang, TNI empat orang, serta Potensi M Djamil satu orang.


Sementara alat utama yang digunakan yakni satu LCR SAR, satu LCR BPBD Padang, satu LCR Airud, satu RIB SAR dalam kondisi standby on go, satu LCR Brimob dan satu ambulans RSUP M Djamil. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.