Karhutla di Dusun Thaibah Tapin Utara, Hotspot di Kabupaten Tapin Capai 131 Titik
Ratino Taufik August 16, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan semak belukar di Dusun Thaibah, Desa Banua Halat Kanan, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Minggu (16/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 14.46 Wita itu menghanguskan lahan sekitar dua hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, H Muhamad Noor, mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan bersama tim gabungan.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di halaman Kantor Bupati Tapin, Minggu (16/8/2026), ketika memantau kegiatan pembersihan halaman kantor untuk persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Muhamad Noor, kondisi karhutla di Dusun Thaibah masih perlu diwaspadai karena titik api belum sepenuhnya dapat dikuasai.

"Tim TRC BPBD Tapin bersama posko gabungan sudah melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil tangki," demikian penjelasan berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala akses menuju lokasi serta sulitnya mendapatkan sumber air.

Selain karhutla di Dusun Thaibah, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tapin juga meningkat menyusul terdeteksinya ratusan titik panas.

Data Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 Wita mencatat sebanyak 131 titik hotspot tersebar di sejumlah kecamatan.

Hotspot terbanyak terdeteksi di Kecamatan Candi Laras Selatan dengan 50 titik, disusul Kecamatan Tapin Selatan 40 titik dan Kecamatan Lokpaikat 26 titik.

Baca juga: PWI Kalsel Dukung Usulan Gelar Pahlawan Nasional Wartawan Udin Bernas

Kemudian Kecamatan Salam Babaris tercatat 10 titik, Binuang enam titik, Tapin Tengah satu titik, Bungur tiga titik, Bakarangan dua titik dan Candi Laras Utara tiga titik.

Sementara Kecamatan Tapin Utara, Piani dan Hatungun berdasarkan laporan tersebut tidak terdeteksi hotspot.

Muhamad Noor mengingatkan kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terlebih sebagian wilayah Tapin masih menghadapi kondisi kering yang dapat mempermudah terjadinya kebakaran lahan.

BPBD Kabupaten Tapin bersama petugas gabungan, relawan dan masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi karhutla.

Dalam laporan Pusdalops-PB BPBD Tapin, kondisi secara umum disebut aman dan terkendali. Namun, api di Dusun Thaibah masih belum sepenuhnya dikuasai sehingga pemantauan dan upaya pemadaman terus dilakukan. 

Sementara itu, dari catatan peristiwa, Sedikitnya tiga peristiwa Karhutla di Kecamatan Tapin Utara, yaitu pada 22 Juni 2026 di Kawasan Pasar Keraton Raya, Kelurahan Kupang. 

Belum ditemukan angka luas yang terverifikasi. Lahan semak belukar terbakar. Asap tebal sempat membumbung. 

Kemudian, 28 Juli 2026  di Jalan Tarantang, Kelurahan Rangda Malingkung sekitar 0,5 hektar semak belukar terbakar. Laporan diterima sekitar pukul 13.32 Wita. Dipadamkan tim gabungan menggunakan unit tangki. Penyebab masih diselidiki. 

Terkini, pada 16 Agustus 2026 di Dusun Thaibah, Desa Banua Halat Kanan sekitar 2 hektar semak belukar terbakar pukul 14.46 -16.00 Wita. Penyebab belum diketahui. Api saat laporan dibuat belum sepenuhnya dikuasai karena akses dan sumber air sulit. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.