TRIBUNJATENG.COM, REMBANG — Daya pikat Pantai Caruban di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, perlahan pudar akibat hantaman abrasi yang tak kunjung reda selama beberapa tahun terakhir.
Kerusakan garis pantai tersebut tidak hanya mengubah lanskap alam, tetapi juga memukul sektor pariwisata setempat hingga angka kunjungan anjlok sekitar 50 persen.
Baca juga: Empat Titik Sampah Liar Mengotori Jalur Wisata Pantai Batang, DLH Kerahkan 7 Armada
Ketua Pengelola Wisata Pantai Caruban, Sri Haryono, menuturkan bahwa laju pengikisan daratan mulai terasa sejak 2017 dan mencapai titik terparahnya pada 2020.
Menurutnya, letak geografis pantai yang menjorok di area teluk menjadikannya sangat rentan dihantam erosi air laut.
"Dulu lebar daratan pantai kita masih sekitar 50 meter, tetapi sekarang sudah terkikis sekitar 30 meter. Dampaknya sangat besar, kami bahkan sudah harus memindahkan akses jalan hingga dua kali karena jalur lama tergerus air," keluh Sri Haryono saat ditemui di lokasi wisata, Minggu (16/8/2026).
Penyusutan daratan itu kini menyisakan topografi pantai yang curam dan merenggut spot foto serta area bermain pasir anak-anak yang dulu menjadi daya tarik utama.
Tak hanya itu, puluhan pohon pelindung di sepanjang pesisir pun tumbang dihantam ombak, membuat kawasan wisata tampak semakin gersang.
Kondisi fisik pantai yang kian memprihatinkan ini langsung memicu efek domino bagi roda ekonomi warga lokal, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari denyut wisata.
Sri Haryono menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir total pelancong yang datang hanya berkisar 6.000 orang akibat berkurangnya nilai jual keindahan pantai tersebut.
Berbagai upaya penyelamatan sejatinya telah digulirkan melalui bantuan penanggulangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, PU, hingga skema bantuan bencana PNBP berupa pemasangan gorong-gorong pemecah gelombang.
Namun, langkah-langkah tersebut dinilai masih belum optimal untuk meredam laju abrasi yang kian agresif.
Baca juga: Mahasiswa D3 Farmasi Universitas Harkat Negeri Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai Pulo Kodok
Melihat ancaman kerusakan yang makin nyata, pihak pengelola sangat mengharapkan adanya langkah penanganan menyeluruh dan terpadu dari pemerintah daerah hingga pusat.
Kolaborasi lintas sektoral mendesak dilakukan demi menyelamatkan sisa-sisa potensi wisata pesisir Caruban. (mzk)