TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiagakan 55 tenaga kesehatan (nakes) beserta dokter spesialis untuk menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi NTB, Dr. dr. Lalu Hamzi Fikrimenyampaikan bahwa pengerahan tim medis ini berfokus pada penanganan darurat patah tulang, tindakan bedah, serta pemulihan psikologis bagi korban terdampak.
"Total personel kesehatan yang kita berangkatkan ada 55 orang. Ini gabungan dari berbagai disiplin ilmu, termasuk tim medis yang dari Bima dan Sumbawa yang sudah berangkat lebih dulu," ujar dr Fikri usai pelepasan Tim Tanggap Darurat di Kantor BPBD Provinsi NTB, Minggu (16/8/2026) sore.
Ia merinci komposisi 55 personel medis dan tenaga pendukung yang dikirim ke lokasi bencana di NTT terdiri dari dokter spesialis ortopedi (tulang), dokter spesialis bedah, serta dokter umum, kemudian tenaga keperawatan dan kebidanan 15 orang, 5 orang apoteker, 1 orang asisten apoteker, dan 1 orang petugas laboratorium (lab).
Penunjang kesehatan dan psikologi 1 orang, 1 orang psikolog klinis, serta 1 orang tenaga sanitasi.
"Pengalaman kita saat menghadapi gempa NTB 2018 lalu menunjukkan bahwa kasus yang paling banyak muncul di minggu awal adalah cedera fisik seperti patah tulang. Oleh karena itu, dokter spesialis ortopedi dan bedah kita terjunkan langsung," jelas dr. Fikri.
Selain personel, Dinas Kesehatan NTB juga mendistribusikan 1 truk logistik kesehatan yang berisi emergency kit, lansia kit, anak kit, hingga 41 item obat-obatan lengkap dari seluruh rumah sakit se-NTB. Empat unit ambulans juga disiagakan untuk penanganan mobilisasi pasien.
Berdasarkan laporan di lapangan, mayoritas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di lokasi bencana NTT mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi maksimal. Selain itu, tenaga kesehatan lokal juga menjadi korban yang mengalami trauma.
"Tim kita tidak akan tidur di hotel, kita sudah siap dengan tenda dan perlengkapan mandiri untuk mendirikan pelayanan kesehatan lapangan. Nakes kita hadir untuk membantu melayani warga sekaligus memberikan trauma healing bagi masyarakat dan nakes setempat," tambahnya.
Tim medis Pemprov NTB dijadwalkan menempuh perjalanan darat dan laut selama 2 hari. Tim akan bertugas secara efektif selama 6 hingga 7 hari di lokasi bencana sebelum melakukan pergantian (rotasi) tim.
Selama bertugas, Diskes NTB terus berkoordinasi secara teknis dengan Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan NTT.
Baca juga: NTB Kirim 55 Nakes dan Dokter Spesialis Bedah ke NTT, Tangani Patah Tulang dan Trauma Healing