Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Rambut panjang yang telah dirawat selama sekitar dua tahun harus direlakan Alea Keisha Putri Pameela demi sebuah mimpi yang sejak lama ia perjuangkan.
Siswi SMK Negeri 1 Kota Batu itu kini akan menjalankan tugas penting sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (17/8/2026).
Keisha menjadi salah satu dari 73 anggota Paskibraka Tingkat Kota Batu 2026 yang mendapat kepercayaan mengemban tugas pada upacara kemerdekaan tersebut.
Bagi siswi kelahiran Kota Batu, 3 Juni 2010, terpilih menjadi anggota Paskibraka sudah menjadi pencapaian tersendiri. Namun, kepercayaan sebagai pembawa baki membuat mimpinya terasa semakin lengkap.
“Iya, bisa bergabung dalam tim Paskibraka daerah memang salah satu mimpi saya. Sudah lama saya tertarik di bidang ini. Sebelumnya saya telah mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka di sekolah dan lomba-lomba Paskibraka juga,“ kata Alea Keisha Putri Pameela kepada Suryamalang.com, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: 76 Calon Paskibra Kota Mojokerto Mulai Digembleng, Siap Bertugas pada Upacara HUT RI ke-81
Ada pengorbanan yang harus dilakukan Keisha untuk bisa mewujudkan impiannya tersebut.
Sejak kecil, ia terbiasa memiliki rambut panjang terurai. Rambut tersebut bahkan telah dirawat hingga panjangnya mencapai sekitar sepinggang.
Namun, demi mengikuti ketentuan rambut anggota Paskibraka, Keisha akhirnya memutuskan memangkas rambut panjang yang telah dirawatnya selama bertahun-tahun.
“Benar, rambut saya dulu panjang karena saya ikut Paskibraka saya rela mengorbankan rambut saya demi negara,” ujarnya.
Setelah dipotong, rambut Keisha kini dibuat pendek sesuai ketentuan, yakni sekitar satu sentimeter di atas kerah baju bagian belakang atau setara dengan sekitar tiga jari di bawah telinga.
“Sebelumnya sekitar sepinggang. Perlu waktu untuk memanjangkan sekitar dua tahunan dan memang saya sejak dulu suka rambut panjang. Tapi karena ikut Paskibraka ini sudah jadi impian saya sejak dulu makanya saya rela memotong rambut saya dan orang tua juga mendukung sekali,” jelasnya.
Untuk bisa mengenakan seragam Paskibraka Kota Batu 2026, perjalanan Keisha tidak mudah.
Bersama peserta lainnya, ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi. Proses tersebut tidak hanya meliputi tes administrasi dan kesehatan, tetapi juga wawancara hingga Tes Intelegensi Umum (TIU).
Kemampuan baris-berbaris juga menjadi bagian dari proses yang harus dijalani para calon anggota Paskibraka.
“Seleksinya kalau dibilang mudah ya tidak mudah, dibilang sulit ya sulit menurut saya. Banyak tes yang harus saya ikuti. Jadi selain praktik baris berbaris kami juga harus tahu soal wawasan kebangsaan, soal Kota Batu dan Indonesia pada umumnya. Tapi saya senang menjalaninya. Dengan mengikuti Paskibraka ini saya bisa lebih disiplin, sopan, tanggung jawab dan semangat untuk meraih cita-cita,” tuturnya.
Setelah dinyatakan lolos dan menjadi bagian dari tim Paskibraka Kota Batu, Keisha langsung menghubungi keluarganya.
Baginya, dukungan serta doa orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang hingga akhirnya mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki bendera.
Keisha mengaku keluarga menjadi orang pertama yang ia hubungi setelah mengetahui dirinya berhasil lolos seleksi Paskibraka Kota Batu.
Dukungan keluarga membuatnya semakin yakin menjalani seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih dalam tim yang akan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
“Pertama kali lolos saya hubungi keluarga, karena bagi saya keluarga adalah support sistem saya untuk mengikuti seleksi Paskibraka ini,” tambahnya.
Siswi asal Dusun di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, tersebut kini tinggal menjalankan tugas yang telah dipersiapkannya.
Bagi Keisha, menjadi pembawa baki bukan sekadar tugas dalam upacara. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat meraih cita-cita.
Setelah berhasil mewujudkan salah satu impiannya sebagai anggota Paskibraka Kota Batu, Keisha masih menyimpan cita-cita lain yang ingin diwujudkan.
Ia ingin melanjutkan pendidikan dan karier sebagai Polisi Wanita (Polwan).
Keisha berharap pengalaman dan kedisiplinan yang diperolehnya selama mengikuti Paskibraka dapat menjadi salah satu bekal untuk mengejar cita-cita tersebut.
“Saya bercita-cita menjadi Polwan dan salah satunya dengan ikut Paskibraka ini harapan saya kedepan bisa masuk Polwan lewat Paskibraka ini,” pungkasnya.