TRIBUNMANADO.CO.ID – Masyarakat di Sulawesi Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah dan longsor pada Senin (17/8/2026).
Berdasarkan peta prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, sejumlah wilayah Sulut memiliki potensi gerakan tanah mulai dari kategori rendah, menengah hingga tinggi.
Peta tersebut menunjukkan wilayah dengan warna hijau berada dalam kategori potensi gerakan tanah rendah, sementara warna kuning menunjukkan potensi menengah.
Baca juga: Cuaca Tempat Wisata di Sulut Minggu 16 Agustus 2026, Gunung Tumpa Cerah Berawan
Adapun area berwarna merah muda/magenta menandakan potensi gerakan tanah tinggi.
Peta prakiraan mencakup seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, yakni:
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Tomohon
Kota Kotamobagu
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Kepulauan Sitaro
Dari peta terlihat wilayah daratan Sulut didominasi warna hijau dan kuning, dengan sejumlah titik berwarna magenta yang menunjukkan potensi gerakan tanah tinggi.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama di kawasan perbukitan dan wilayah dengan kemiringan lereng.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini