TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka resmi membatalkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi pascagempa bumi yang berdampak terhadap masyarakat Kabupaten Sikka.
Ketua Umum Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2026, Very Awales, mengatakan keputusan pembatalan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Plt. Sekretaris Daerah, Kalaksa BPBD, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, para camat, dan lurah di Posko BPBD Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026).
Baca juga: Gempa Flores, seorang Perempuan di Ende Meninggal, Bayi 5 Bulan Patah Tulang
"Dengan mencermati kondisi kemanusiaan dan keselamatan masyarakat pascagempa bumi, seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Sikka ditiadakan,"ungkap Very Awales dikutip dari rilis yang diterima TRIBUNFLORES.COM Minggu (16/8/2026) malam.
Very menjelaskan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dengan kedalaman 10 kilometer yang terjadi di Kabupaten Nagekeo dan berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Sikka.
Selain gempa utama, kata Very, terjadi ratusan gempa susulan yang dalam sehari tercatat mencapai 512 kali.
Bencana tersebut telah menyebabkan korban jiwa serta kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas publik.
"Dari 38 korban jiwa yang meninggal dunia, empat di antaranya merupakan warga Kabupaten Sikka,”ujarnya.
Very mengatakan, hingga saat ini masih banyak warga Kabupaten Sikka yang berada di lokasi-lokasi pengungsian. Di Gelora Samador Maumere tercatat sebanyak 1.264 orang atau 306 kepala keluarga (KK) yang mengungsi.
Sementara di Gedung DPRD Kabupaten Sikka terdapat 70 orang dari delapan KK, kemudian 292 orang mengungsi di Lapangan Seminari Bunda Segala Bangsa dan 68 jiwa berada di halaman SD Wairklau.
Selain itu, sejumlah warga lainnya memilih mengungsi di rumah keluarga maupun rumah warga di berbagai desa dan kelurahan.
Menurut Very, kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama panitia dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk tidak melanjutkan agenda perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini.
"Prioritas kita saat ini adalah keselamatan masyarakat, penanganan warga terdampak, serta memastikan kebutuhan para pengungsi dapat ditangani dengan baik,"jelas dia.
Dengan keputusan tersebut, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 juga ditiadakan.
Demikian pula seluruh rangkaian kegiatan HUT RI yang telah direncanakan mulai 15 Agustus 2026 dan seterusnya.
Very menegaskan bahwa pembatalan kegiatan bukan semata-mata karena alasan teknis, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi bencana.
"Dalam kondisi seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas. Kita juga ingin menunjukkan solidaritas kepada warga yang menjadi korban dan terdampak bencana,"ujarnya.
Ia menambahkan, surat resmi mengenai pembatalan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Sikka sedang dipersiapkan oleh panitia untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait.