TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Selain bendera dan umbul-umbul, salah satu pedagang musiman di tiap momen HUT RI yakni yang menjual peralatan untuk panjat pinang.
Seperti yang terlihat di kawasan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.
Uniknya, meski lomba tersebut bernama "panjat pinang", sejumlah pedagang yang berada di bantaran Kali Cengkareng Drain itu justru menjajakan batang bambu sebagai pengganti pohon pinang.
Saat ditemui di lokasi lapaknya, salah satu pedagang yakni Entong menceritakan bahwa dirinya mendatangkan langsung bambu-bambu tersebut dari petani di daerah Rangkasbitung, Banten.
"Ini bambunya kita dari petani di Rangkasbitung," ujar Entong saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Minggu (16/8/2026).
Ia menjelaskan alasan penggunaan bambu untuk dijadikan lomba panjat pinang di momen HUT RI.
Menurutnya, selain karena faktor ketersediaan yang sulit dicari di ibu kota, batang pinang asli juga dinilai kurang ideal.
"Emang kalau di kampung-kampung biasanya pakai pinang kan, tapi kalau di Jakarta ini pakai bambu karena susah cari pinangnya," ujarnya.
Namun, berkah 17-an tahun ini dirasa berbeda oleh Entong. Ia mengeluhkan adanya penurunan penjualan yang cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Entong, lesunya pembeli dipicu oleh kekhawatiran warga akibat adanya pembatasan atau aturan dari lingkungan setempat.
"Kalau se-tahun ini omzet jauh ya dari tahun yang sebelumnya gitu, karena mungkin ada larangan-larangan dari ini kali ya, dari RW atau dari kelurahan ya, takut celaka dan lahan makin terbatas. Selain karena emang ekonominya lagi susah juga makanya penjualannya menurun," kata dia.
Ketika ditanya mengenai angka pasti penurunan tersebut, Entong memperkirakan omzetnya merosot hingga hampir separuh dari biasanya.
"Kalau dari itu sekitaran 40 persen" ungkapnya.
Terkait harga, Entong menyebutkan banderol batang bambu panjat pinang bervariasi tergantung pada kualitas dan ukuran.
"Kalau untuk harga jualnya dari tahun ke tahun ya dia naik turun sih, Pak, gitu. Kadangan ada yang Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu itu sih per batang," pungkasnya.
Untuk ukuran, bambu yang ia sediakan memiliki panjang sekitar 7 meter, ukuran yang dinilai pas dan aman untuk kemeriahan lomba 17-an di perkotaan.
"Yang beli ini masih di sekitaran Jakbar aja. Paling jauh nganternya ke kawasan Kota," tuturnya.