TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudah 81 tahun bangsa Indonesia merdeka. Namun, persoalan menyangkut kesejahteraan, kebijakan pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Korupsi yang menggila menambah keresahan masyarakat bawah.
Mulai dari pedagang kecil hingga karyawan swasta memiliki kegelisahan yang sama atas nasib bangsa ini.
Salah seorang penjual cakue di depan sebuah SMP di Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, bernama Erik hanya tersenyum keheranan ketika ditanya mengenai pemerintahan saat ini.
Dia memalingkan muka sembari melempar senyum getir sebelum merespons pertanyaan itu.
"Pemerintahan sekarang, ya, kayak gitu, lah. Banyak MBG (Makan Bergizi Gratis). Dulu gak ada MBG pedagang-pedagang bisa enak, lah. Sekarang ada MBG (susah) anak-anak jarang jajan," katanya, saat ditemui Tribun Jogja, Minggu (16/8/2026).
Erik juga merasa prihatin atas banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat hingga para penegak hukum.
Baca juga: Refleksi HUT ke-81 RI di Mata Warga Jogja: Rasanya Masih Seperti Terjajah
Dia berharap bangsa Indonesia ke depanya jauh lebih maju dan bebas dari tindakan korupsi oleh para pemimpinnya.
"Harapannya semoga bangsa Indonesia bisa lebih maju, lah, biar korupsi berkurang," tutur Erik.
Perasaan yang sama juga dirasakan pria bernama Iwan, seorang penjual cilok keliling di Kasihan, Kabupaten Bantul.
Sebagai pedagang kecil, Iwan mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang melonjak tinggi.
"Kemerdekaan tahun ini beda dengan tahun sebelumnya, karena ini kan harga-harga (kebutuhan) melonjak, untuk masyarakat kecil ini kasihan," ucap Iwan.
Iwan juga mengeluhkan terkait penjualan yang menurun lantaran menurutnya ekonomi sedang lesu.
"Jadi kemerdekaan ini agak tidak seperti tahun kemarin lah, gak bebas. Merdeka tapi di dalam perekonomian belum merdeka," sambungnya.
Baca juga: Suara Hati Warga Bantul: Kemerdekaan Indonesia Belum Dirasakan Secara Substantif
Sebagai masyarakat, Iwan berharap tindak pidana korupsi bisa diberantas sampai ke akar-akarnya.
"Ya, setelah kemerdekaan ini koruptor di berantas supaya masyarakat kan bisa merdeka yang sebenarnya," ucap Iwan.
Sementara seorang karyawan swasta di Kota Yogyakarta bernama Hiskia, berharap pemerintahan saat ini mendengar keluhan rakyat.
Dia menuturkan kebijakan pemerintahan saat ini masih banyak yang belum pro terhadap rakyat.
"Terutama soal upah pekerja swasta, kemudian aturan kontrak kerja yang saya pikir masih berpihak kepada oligarki," terang dia.
Di sisi lain Hiskia meminta adanya pembukaan lowongan kerja sebagaimana janji kampanye rezim Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Tak hanya itu, dia juga menilai program pemerintahan saat ini terkesan hanya menjadi kepentingan oleh segelintir orang.
"Berikan lapangan pekerjaan yang layak, hentikan MBG dan KDMP, karena cuman dikorupsi aja. Mending alihkan untuk kesejahteraan buruh dan guru," tutup Hiskia. (hda)