Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Video aksi pemecahan kaca Bus Restu Panda di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, viral dan mengundang perhatian warga.
Dalam video tersebut, Bus Restu Panda rute Surabaya-Magetan disebut mengalami insiden perusakan di wilayah Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Sabtu (15/8/2026).
Kaca samping bagian depan kiri bus, tepatnya di dekat posisi kernet, pecah setelah dihantam oleh orang yang diduga sopir truk. Usai kejadian tersebut, sopir bus langsung menepikan kendaraannya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, mengatakan pihaknya langsung mengamankan kedua kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut untuk kepentingan pemeriksaan.
"Semalam juga langsung kita bawa ke kantor kedua belah pihak. Saat ini kami minta untuk mempertanggungjawabkan. Kalau bisa secara kekeluargaan," ujar Andika.
Baca juga: Bukan Tarik Tambang, Warga Tulungagung Adu Kuat Tarik Bus Tingkat Seberat 13 Ton
Andika menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika Bus Restu melaju dari arah selatan menuju utara setelah melewati traffic light Joko Bayan. Saat itu, bus diduga mendahului kendaraan lain di lokasi yang terdapat marka panjang.
Pada waktu bersamaan, dari arah berlawanan atau utara menuju selatan melaju sebuah truk bernomor polisi AE 8002 UD. Karena posisi kendaraan berlawanan arah, bus kemudian berhenti. Namun, bus diduga sempat bersenggolan dengan spion atau bagian bodi truk.
"Bus Restu dari traffic light Joko Bayan mendahului pada posisi marka panjang dari arah selatan ke utara. Ketepatan waktu itu juga dari arah utara di lajur lawan ada truk yang dari utara ke selatan," jelasnya.
"Akirnya bus tersebut berhenti, namun sempat mengenai spion atau mungkin sedikit bodi dari truk tersebut," lanjut Andika.
Persinggungan kedua kendaraan tersebut kemudian diduga memicu emosi sopir truk. Sopir truk turun dari kendaraannya dan melakukan tindakan yang mengakibatkan kaca samping depan kiri Bus Restu Panda pecah.
Kedua pihak sempat ditengahi dan dibawa ke Pos Dumpil. Namun, karena diduga terdapat sentuhan atau benturan antara kedua kendaraan, Unit Gakkum Satlantas Polres Madiun kemudian mengamankan bus dan truk tersebut.
"Kita amankan semuanya, berikut kendaraan bus maupun kendaraan truk serta surat-suratnya. Orang-orangnya juga sudah kita minta keterangan," kata Andika.
Polisi kini mengupayakan penyelesaian permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Pengurus PO Restu maupun pihak pengelola kendaraan truk bersama masing-masing pengemudi telah berada di Polres Madiun untuk menjalani mediasi.
"Kami upayakan kedua belah pihak bisa sama-sama memahami dan sama-sama mengerti. Bisa dijelaskan secara kekeluargaan," tuturnya.
Andika mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih mengendalikan diri ketika terjadi persoalan di jalan raya. Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran agar setiap pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mudah terpancing emosi.
"Harapan kami sebagai pengguna jalan, kita semuanya bisa mengendalikan diri dan mematuhi peraturan perundang-undangan lalu lintas yang berlaku," pungkasnya.