Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Potensi Trenggalek sebagai salah satu daerah penghasil susu mulai didorong ke tahap yang lebih jauh. Tidak hanya memasok bahan mentah, susu dari peternak lokal kini diolah melalui Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi untuk menciptakan nilai tambah sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi tersebut resmi diluncurkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Trenggalek di Rumah Susu Trenggalek, Minggu (16/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi PKK Trenggalek. Nantinya, produk susu yang dihasilkan akan didistribusikan kepada anak-anak sekolah.
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, mengatakan pengelolaan dan pengolahan susu secara mandiri diharapkan membuat Koperasi PKK tidak hanya bersifat konsumtif bagi anggotanya.
Menurutnya, koperasi juga harus mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif.
"Ini salah satu program pemberdayaan PKK Kabupaten Trenggalek melalui koperasinya," ujar Novita Hardini, Minggu (16/8/2026).
Ia menegaskan koperasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif para anggota, tetapi juga harus mampu memberdayakan masyarakat secara lebih luas.
"Sebab ini memang merupakan salah satu program 10 program pokok PKK," lanjutnya.
Baca juga: Ratusan UMKM Trenggalek Dapat Sosialisasi SNI, Novita Hardini Dorong Produk Makin Berdaya Saing
Novita mengatakan Trenggalek merupakan salah satu daerah penghasil susu, khususnya di Kecamatan Bendungan dan Pule.
"Selain itu, produksi susu juga terdapat di Kecamatan Dongko," bebernya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi potensi yang perlu dikembangkan. Trenggalek dinilai tidak seharusnya hanya menjadi daerah penyedia susu, tetapi juga mampu mengolah hingga mendistribusikan produk susu secara aman.
Pengolahan tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus meminimalisasi kebocoran potensi ekonomi lokal Trenggalek.
"Lunching dari rumah produksi susu ini, kami dari Koperasi PKK tidak bisa sendiri. Kami bisa mendirikan dan menjalankan ini karena didukung oleh Dinas Perindustrian, Dinas Peternakan, dan Dinas Komindag sebagai bapak asuhnya PKK Kabupaten Trenggalek untuk bisa mendistribusikan hasil olah susu ini dengan aman kepada anak-anak sekolah yang ada," ungkapnya.
Novita berharap Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi dapat berkembang menjadi salah satu program inovatif PKK yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.
"Tapi lebih dari itu, kami berharap ini bisa menjadi nadi gerak pergerakan pemberdayaan yang memang napasnya adalah penggerakan ekonomi kerakyatan," tandasnya.
Ucik Rohmad mengatakan kapasitas produksi Susu Cu Ca Pi di Rumah Susu Trenggalek saat ini mencapai 400 liter per hari.
Dalam proses produksinya, Koperasi PKK juga memberdayakan masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 3.
Langkah tersebut diharapkan dapat turut membantu Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan kelompok rentan.
Menurut Ucik, pengembangan produksi susu tidak berhenti di satu lokasi. Ke depan, produksi diharapkan dapat dikembangkan di tempat lain agar manfaat pengolahan susu bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
"Karena itu juga mempertimbangkan kapasitas produksi Rumah Susu Trenggalek yang masih terbatas.
Ucik optimistis produk susu Trenggalek dapat dikenal lebih luas dan bahkan menjadi salah satu oleh-oleh yang dicari masyarakat ketika berkunjung ke Trenggalek.
"Kalau daerah lain bisa, kita pun juga bisa karena Trenggalek penghasil susu," ucapnya.
Optimisme tersebut tidak terlepas dari potensi bahan baku susu yang tersedia di sejumlah wilayah Trenggalek.
Dengan pengolahan yang dilakukan secara mandiri, produk susu diharapkan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan jika hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.
Dalam pengembangannya, Rumah Susu Trenggalek sebelumnya mendapatkan hibah sejumlah peralatan dari Kementerian Sosial.
Produksi Susu Cu Ca Pi juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung keberlangsungan program.
Dinas Perikanan dan Peternakan berperan dalam menjaga populasi serta produksi susu di Trenggalek.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta sejumlah perangkat daerah lainnya turut mendukung pengembangan program tersebut.
"Dan juga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut berperan dalam optimalisasi pengurusan perizinan industri dan pengolahan susu Cu Ca Pi," ulasnya.
Dengan hadirnya Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi, pengolahan susu di Trenggalek diharapkan tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah dari potensi susu lokal sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Trenggalek.