SERAMBINEWS.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram ramai diperbincangkan di media sosial.
Besarnya nominal tersebut bahkan membuat Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku tertarik untuk ikut menjadi buruh pengupas bawang jika pekerjaan dengan bayaran tersebut benar-benar tersedia.
"Dimana? Kalau ada, saya juga mau," kata Nurliah saat ditemui di Pasar Pa'baeng-baeng, dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8/2026).
Nurliah bukan orang baru dalam pekerjaan mengupas bawang. Di sela aktivitasnya berjualan sayur dan bumbu dapur, ia kerap menerima pekerjaan sampingan untuk mengupas bawang milik pedagang atau pelanggan.
Namun, upah yang pernah diterimanya jauh di bawah angka yang disebut Prabowo.
Nurliah mengaku pernah mendapatkan bayaran Rp100.000 untuk mengupas 25 kilogram bawang. Jika dihitung per kilogram, upah tersebut berada di kisaran Rp4.000.
"Waktu saya dulu makkupas, Rp100 ribu untuk 25 kilo. Jadi kalau satu kilo berarti Rp2.500," ujarnya.
Untuk menyelesaikan 10 kilogram bawang, Nurliah memperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam jika pekerjaan mengupas dilakukan secara penuh.
"Kalau untuk itu saja mengupas, palingan dua jam, tiga jam untuk 10 kilo bisa selesai," katanya.
Meski demikian, pekerjaan tersebut biasanya dilakukan sambil berjualan. Nurliah mengaku akan mengupas bawang ketika ada pelanggan atau pihak yang meminta jasanya.
"Saya ini, sambil menjual sambil kupas-kupas bawang. Kalau ada saya disuruh, saya kupaskan, jadi nyambi begitu," tuturnya.
Selain menerima jasa mengupas bawang, Nurliah juga menjual bawang merah yang sudah dikupas di lapaknya. Menurut dia, terdapat perbedaan harga antara bawang yang masih memiliki kulit dengan bawang yang telah dikupas.
Bawang merah yang belum dikupas dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara setelah dikupas, harganya menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.
Nurliah diketahui telah sekitar 20 tahun berjualan sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng yang berada di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Menurutnya, buruh pengupas bawang memang ada di kawasan pasar tersebut. Salah satunya perempuan yang dikenal dengan nama Daeng Ke'nang.
Daeng Ke'nang biasanya menerima pekerjaan mengupas bawang di bagian belakang pasar, dekat kanal. Namun, saat lokasi tersebut didatangi, Daeng Ke'nang sedang tidak berada di tempat.
Baca juga: Presiden Prabowo Janjikan Satu Sekolah Rakyat di Setiap Kabupaten & Pelajaran Bahasa Asing Sejak SD
Gambaran berbeda disampaikan H Najamuddin (70), pemilik usaha penggilingan rempah sekaligus pedagang bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng.
Najamuddin mengaku cukup sering menggunakan jasa buruh untuk mengupas bawang. Besaran upah yang diberikan bergantung pada ukuran bawang.
Untuk bawang berukuran besar, jasa mengupas sekitar Rp100.000 untuk 50 kilogram. Sementara bawang berukuran kecil membutuhkan biaya lebih tinggi, yakni sekitar Rp120.000 untuk jumlah yang sama.
"Dalam satu karung itu, kalau bawangnya besar-besar (biaya yang dikeluarkan) Rp100 ribu dalam 50 kilo. Kalau (bawangnya) kecil, boleh ditambah Rp120 ribu untuk 50 kilo," kata Najamuddin.
Dengan hitungan tersebut, upah pengupasan bawang di tempatnya berada jauh di bawah angka Rp700.000 per kilogram yang disampaikan Presiden Prabowo.
Pernyataan mengenai upah Rp700.000 per kilogram disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, serta DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memperkenalkan Susanah, seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyebut Susanah merupakan salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Prabowo, bantuan melalui PKH dan program sembako turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga Susanah, termasuk mendukung pendidikan anak-anaknya.
Potongan video pernyataan Prabowo tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Di Makassar, pernyataan itu salah satunya mendapat respons dari Nurliah yang sudah terbiasa mengupas bawang dengan bayaran beberapa ribu rupiah per kilogram.
Ia pun tak menampik akan tertarik mengambil pekerjaan tersebut jika upah Rp700.000 per kilogram benar-benar tersedia. "Kalau ada, saya juga mau," ujarnya.(*)