Jakarta (ANTARA) - Penyanyi senior Harvey Malaihollo mengimbau komposer baru untuk mematuhi notasi lagu-lagu perjuangan yang asli dan memahami kisah di baliknya, supaya pesan nasionalisme yang terkandung dalam lagu tetap terjaga secara utuh hingga generasi mendatang.
Ia menyampaikan kekhawatiran pribadinya saat mendengar ruang publik memutar lagu instrumental bertema kebangsaan namun aransemen musiknya tidak sesuai dengan notasi lagu yang asli.
"Notasi itu bukan bukan main-main, itu harus diketahui. Dan cerita di balik lagu itu juga harus diketahui, sehingga pada saat membuat lagu itu tuh esensi nasionalismenya tetap ada dan terasa," kata Harvey Malaihollo dalam peluncuran aransemen baru lagu Hari Merdeka oleh Erwin Gutawa di Jakarta, Minggu.
Harvey menyampaikan, dalam menggubah suatu karya musik, apalagi lagu nasional yang bertema kebangsaan, setiap komposer harus selalu berhati-hati seperti apa yang dilakukan oleh Erwin Gutawa saat ia membuat aransemen baru lagu "Hari Merdeka" karya Husein Mutahar.
"Sehingga apa yang diperdengarkan atau orang yang mendengarkannya aransemen baru itu bisa merasakan, terbawa kayak apa yang dirasakan saat mendengar lagu aslinya. Itu, itu sementara dari pertanyaan itu yang saya jawab tentang bagaimana membuat lagu perjuangan. Seperti yang dikatakan Erwin, jaringannya boleh segala macamnya, tapi harus hati-hati," tutur Harvey.
Jangan sampai, kata Harvey, orang-orang dibuat bingung karena kekeliruan dalam notasi musik yang telah diaransemen ulang. "Waduh, kok notasi yang dimainkan tuh tidak seperti yang yang saya tahu, gitu ya, ini salah satu yang berbahaya, umpamanya, kalau kita enggak membatasi itu," kata Harvey.
Pandangan tersebut didukung oleh penyanyi muda Novia Bachmid yang membagikan pengalamannya tumbuh di era modern dalam memaknai karya musik bertema kebangsaan yang lahir jauh sebelum generasinya.
Bagi Novia, mendengarkan lagu perjuangan zaman dulu selalu berhasil membuatnya terharu dan membangkitkan rasa cintanya terhadap tanah air.
"Ketika Novia dengerin lagu seperti itu, yang membangkitkan jiwa nasionalisme Novia. Jadi, itu kadang-kadang kalau dengerin tuh sampai nangis, sampai karena Novia ngerasa kayak Novia bersyukur banget tinggal di Indonesia," ungkap Novia Bachmid.
Sedangkan Erwin Gutawa menegaskan bahwa riset mendalam mengenai latar belakang sejarah dan kekuatan melodi sesuai notasi lagu yang asli tidak boleh dikesampingkan demi mengejar aspek modernisasi sebuah karya historis bangsa.
"Jadi semuanya kita pikirin itu. Jadi semuanya kita pikirin gimana sejarahnya dan segala macam. Memang harus melalui proses itu dan habis itu keputusan artistik, keputusan proses kreatif itu sudah menyatu dengan segala macam pemikiran atau analisa itu sih sebetulnya," kata Erwin Gutawa.




