TRIBUNNEWS.COM - Hasil laga final Community Shield 2026 yang mempertemukan Arsenal vs Manchester City di Millenium Stadium, berakhir dengan senyuman untuk Meriam London, Minggu (16/8/2026) malam WIB.
Arsenal yang berstatus sebagai juara bertahan Liga Inggris menang telak 3-0 atas Manchester City selaku jawara Piala FA.
Tiga gol kemenangan Arsenal dicetak oleh Ricardo Calafiori (1'), Kai Havertz (28') dan Martin Odegaard (48').
Calafiori langsung membawa Arsenal unggul cepat setelah mencetak gol, tepat ketika laga baru berlangsung 25 detik.
Keunggulan Arsenal bertambah setelah Kai Havertz mencetak gol usai memanfaatkan assist dari Christos Tzolis menit 28.
Arsenal kian mempertegas kemenangannya atas Manchester City, berkat gol sang kapten di awal babak kedua.
Ialah Martin Odegaard yang menyempurnakan kemenangan Arsenal atas rivalnya tersebut pada menit ke-48.
Dapat dikatakan, penampilan Arsenal sepanjang laga ini memang berkelas, dan mampu mendominasi sekaligus mengontrol permainan.
Berbanding terbalik dengan Manchester City yang tampaknya masih beradaptasi dengan sosok Enzo Maresca selaku pelatih barunya.
Kemenangan 3-0 atas Manchester City pun membuat Arsenal berhak menyegel gelar Community Shield 2026.
Arsenal pun membuka perjalanannya mengarungi kompetisi musim depan, dengan membuka keran trofinya lewat ajang ini.
Ini juga menjadi trofi Community Shield ketiga khususnya bagi Mikel Arteta sejak dipercaya melatih Arsenal pada akhir tahun 2019.
Sebelumnya, Arsenal sudah pernah memenangkan gelar Community Shield pada edisi 2020 dan 2023.
Disisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Enzo Maresca yang baru menjalani laga debut kompetitif perdananya sebagai pelatih baru Manchester City.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama dimulai, serangan Arsenal langsung membuahkan hasil, padahal laga belum genap semenit.
Ialah Ricardo Calafiori yang menjadi tokoh utama di balik gol kilat yang dicetak Arsenal.
Berawal dari umpan cerdik yang dilepaskan Myles Lewis-Skelly.
Calafiori yang bebas tanpa kesulitan menjebol gawang Donnarumma, setelah memanipulasi lini belakang Manchester City.
Gol Calafiori yang tercipta pada detik ke-25, langsung menjadi kejutan awal laga Community Shield kali ini.
Arsenal pun kian makin percaya diri dalam mengontrol jalannya laga, setelah mencetak gol cepat atas The Citizens.
Kombinasi Skelly, Guimares dan Odegaard di lini tengah, benar-benar membuat Arsenal mendominasi.
Pemain Manchester City tampak kesulitan untuk menghentikan strategi Arsenal di lini tengah.
Di sisi kanan, pergerakan Noni Madueke beberapa kali mengancam, sayangnya tidak terlalu efektif dan efisien.
Pergerakan Tzolis di sisi kiri penyerangan Arsenal justru lebih efektif, karena ia sangat pandai dalam memainkan momentum.
Tzolis beberapa kali menciptakan gerakan berbahaya, berkombinasi dengan Calafiori yang bermain cukup fluid membantu serangan.
15 menit laga berlangsung, Arsenal bermain dominan, sementara Manchester City tanpa peluang.
Manchester City yang kini dilatih Enzo Maresca baru menciptakan peluang emas pada menit ke-21.
Ialah Phil Foden yang melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, namun peluang tersebut mentah setelah David Raya melakukan penyelamatan brilian.
Tak berselang lama, gantian Ben White yang melakukan blok krusial menggagalkan peluang dari Jeremy Doku.
Arsenal justru semakin di atas angin, setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-28.
Kali ini, kombinasi Odegaard, Tzolis dan Havertz menghasilkan gol yang membuat keunggulan Arsenal bertambah.
Diawali oleh umpan silang dari Odegaard di sisi flank kanan, Tzolis menyundul bola ke arah Havertz.
Havertz pun tak menyia-yiakan peluang emasnya untuk mengubahnya menjadi gol lewat sundulannya.
Keunggulan 2-0 benar-benar membuat Arsenal makin nyaman dalam meladeni permainan Manchester City.
Disisi lain, Arsenal beberapa kali diselamatkan oleh David Raya yang tampil heroik di bawah mistar gawang.
Kiper asal Spanyol itu menggagalkan semua peluang berbahaya yang diciptakan Foden, Doku, Semenyo hingga Haaland.
Babak pertama berakhir, Arsenal unggul dua gol tanpa balas atas Manchester City, berkat gol Calafiori dan Havertz.
Di awal babak kedua, Arteta maupun Maresca sama-sama melakukan pergantian pemain.
Arteta menarik keluar Bruno Guimaraes dan menggantinya dengan Declan Rice.
Sementara, Maresca mengeluarkan Jack Grealish, untuk mengisi posisi yang ditempati Doku di winger kiri.
Pada menit ke-48, Arsenal kian mempertegas keunggulannya menjadi 3-0, setelah Odegaard selaku kapten tim menyumbang gol bagi Meriam London.
Lagi-lagi, Tzolis punya peran vital atas terciptanya gol Odegaard.
Umpannya dari sayap kiri mampu mengarah tepat ke Odegaard, dengan gerakan menipu, pemain asal Norwegia itu mengecoh Donnarumma sebelum menceploskan bola ke jala gawang Manchester City.
Arsenal benar-benar tampil sangar dalam laga ini, hingga bisa mencetak tiga gol ke gawang Manchester, sebelum menit ke-50.
Disisi lain, Manchester City seperti tampil tanpa arah dalam laga ini, sekalipun mereka banyak menciptakan peluang.
Dikala Manchester City makin tertinggal jauh, Maresca justru melakukan pergantian pemain tak terduga.
Pemain kunci seperti Haaland, O'Reilly hingga Foden ditarik keluar, digantikan oleh Marmoush, Guehi dan Rayan Cherki.
Keluarnya Haaland jelas mengurangi ancaman Manchester City, dan membuat lini belakang Arsenal tidak terlalu was-was.
Pergantian pemain juga dilakukan Arteta dengan menarik keluar Calafiori dan Madueke, lalu memasukkan Hincapie dan Saka sebagai penggantinya.
Di sisa 30 menit laga babak kedua, Arsenal dan Manchester City saling menciptakan peluang, namun tidak ada gol.
Arsenal bermasalah dengan keklinisan penyelesaian akhirnya.
Sedangkan Manchester City tidak bisa menjebol jala gawang Meriam London karena penampilan gila David Raya di mistar gawang tim lawan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, Arsenal berhasil mempertahankan keunggulannya atas Manchester City dengan skor 3-0.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)