Doha (ANTARA) - Qatar pada Sabtu (15/8) membantah klaim bahwa pihaknya telah menahan pilot-pilot Iran dan menyebut klaim tersebut menyesatkan di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan kawasan.
"Kami secara tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot-pilot Iran dan terkejut dengan pernyataan-pernyataan menyesatkan tersebut khususnya pada saat seperti ini," ujar Majed Al Ansari, juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Al Ansari mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan para pilot terkait, setelah mereka melanggar wilayah udara Qatar dan pihak berwenang mengonfirmasi arah lintasan serangan mereka.
"Setelah mengikuti pedoman penggunaan kekuatan militer (rules of engagement) dan melakukan upaya komunikasi dengan mereka tanpa mendapat tanggapan, langkah-langkah yang diperlukan telah diambil untuk mempertahankan wilayah kami sesuai dengan hukum internasional," ujar Al Ansari, seraya menambahkan bahwa situasi tersebut saat itu telah diklarifikasi melalui saluran resmi.
Sang jubir mengatakan bahwa tim pencarian dan penyelamatan Qatar kemudian melakukan operasi untuk mencari jenazah para pilot. Dia menambahkan bahwa Qatar telah berkomunikasi dengan Iran untuk mengoordinasikan penyerahan jenazah salah satu pilot yang telah ditemukan.
Seorang komandan militer Iran pada Sabtu mengatakan bahwa pasukan Qatar telah menangkap tiga pilot Iran yang pesawat tempurnya ditembak jatuh saat kembali dari sebuah misi militer terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) di Qatar pada Maret lalu. Komandan Iran tersebut mengatakan bahwa pilot keempat tewas.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan TImur Tengah.
Jenazah pilot Iran yang tewas, Majid Kazemi, telah dipulangkan ke Iran dan dimakamkan di Kota Shiraz, Iran selatan, pada akhir Juli.





