Akademi Utamasia Rebut Juara Turnamen U-13 Inalum
Truly Okto Hasudungan Purba August 17, 2026 02:10 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Akademi Utamasia berhasil meraih gelar juara Turnamen U-13 Inalum di Hati 2026 yang berlangsung di Lapangan Kompleks Inalum, Tanjung Gading, Kabupaten Batubara, Selasa (11/8). Akademi Utamasia memastikan gelar juara setelah melalui pertandingan final yang berlangsung dramatis menghadapi tuan rumah Aldas Prima Inalum.

Kedua tim tampil sengit sepanjang pertandingan. Hingga waktu normal berakhir, skor masih sama kuat 1-1 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam drama tos-tosan tersebut, Akademi Utamasia tampil lebih tenang dan berhasil menang dengan skor 3-1 atas Aldas Prima Inalum.

Gelar tersebut menjadi tambahan prestasi bagi Akademi Utamasia setelah sebelumnya tim U-15 mereka berhasil meraih juara Piala Soeratin U-15 Kota Medan 2026 pada pekan lalu. Founder Akademi Utamasia, Donny F Siregar, mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen U-13 Inalum di Hati 2026 yang dinilainya berlangsung profesional dan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain usia muda.

Menurut Donny, penyelenggara menyiapkan berbagai fasilitas pendukung pertandingan dengan baik, mulai dari ambulans, kondisi lapangan hingga perangkat pertandingan. "Saya apresiasi Inalum karena mereka menyelenggarakan event itu sangat-sangat proper dan siap. Mulai dari ambulansnya lengkap, lapangannya bagus, wasitnya juga siap dan mereka membuatnya seperti profesional," kata Donny kepada Tribun Medan.

Mantan pemain PSMS Medan itu menilai penyelenggaraan turnamen dengan atmosfer seperti kompetisi resmi sangat penting bagi perkembangan mental pemain muda. Para pemain tidak hanya mendapatkan kesempatan bertanding, tetapi juga merasakan suasana kompetisi yang mendekati level profesional. "Jadi anak-anak itu mendapatkan vibes seperti di kompetisi resmi. Momen ini sangat langka dan jadi bahan dan model untuk anak-anak mencapai cita-cita mereka di sepak bola profesional," ujarnya.

Baca juga: PSMS Siapkan Pemusatan Latihan di Jawa Tengah

Donny mengungkapkan, keikutsertaan Akademi Utamasia dalam turnamen tersebut sejak awal memang menjadi bagian dari program memberikan jam terbang kepada pemain yang mendapatkan menit bermain lebih sedikit saat tampil di Piala Soeratin.

Padatnya agenda kompetisi membuat sejumlah pemain Utamasia tidak mendapatkan kesempatan bermain sebanyak rekan-rekannya. Karena itu, turnamen Inalum di Hati dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman pertandingan kepada mereka. "Secara hasil saya merasa puas karena kami bisa juara. Memang awalnya Piala Inalum ini kami siapkan untuk pemain-pemain yang menit bermainnya sedikit di Piala Soeratin Kota Medan," jelas Donny.

Pelatih dengan Lisensi A Pro AFC itu mengatakan, hal tersebut bukan berarti Akademi Utamasia tidak serius memburu gelar juara. Sebaliknya, setiap pertandingan tetap dijalani dengan target dan persiapan maksimal.

Ia menilai pemain-pemain yang sebelumnya minim menit bermain justru mampu menunjukkan kualitas dan potensi mereka selama mengikuti turnamen tersebut. "Ternyata anak-anak yang menit bermainnya di Piala Soeratin sedikit bisa membuktikan diri mereka di Piala Inalum ini. Mereka juga layak diberikan kesempatan," katanya.

Pada Turnamen U-13 Inalum di Hati 2026, Akademi Utamasia membawa 25 pemain. Donny menilai seluruh pemain yang terlibat telah memberikan kemampuan maksimal sepanjang turnamen. Meski demikian, ia mengakui penampilan anak asuhnya pada partai final tidak sebaik pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Menurutnya, para pemain sempat tampil grogi sehingga sejumlah peluang yang biasanya mampu mereka ciptakan tidak berkembang secara maksimal. "Di pertandingan final mereka bermain sedikit grogi. Mereka tidak tampil seperti mereka di pertandingan sebelumnya. Akhirnya kita kehilangan peluang saat kita menyerang," ungkapnya.

Donny berharap semakin banyak turnamen usia muda digelar di Medan maupun Sumatera Utara. Menurutnya, kompetisi menjadi sarana penting bagi pemain untuk mengukur sejauh mana hasil latihan yang telah mereka jalani. "Kita berharap ada banyak kompetisi ataupun turnamen yang diadakan di Medan atau Sumatera Utara agar anak-anak ini bisa berkompetisi dan bertanding. Karena di situlah mereka bisa mengevaluasi latihan yang selama ini mereka jalankan," ujarnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.