Kisah Anastasya Shafina, Siswi SMA IT Harapan Mulia Jadi Pembawa Baki di HUT ke-81 RI di Griya Agung
Welly Hadinata August 17, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mimpi untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akhirnya terwujud bagi Anastasya Shafina Sastradiredja.

Siswi SMA IT Harapan Mulia Palembang itu mendapat kepercayaan besar sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Griya Agung Palembang, Senin (17/8/2026).

Kepercayaan tersebut menjadi momen istimewa bagi Anastasya. Terlebih, sebelumnya ia sempat menjadi calon Paskibraka tingkat nasional meski belum berhasil melanjutkan ke tahap tersebut.

"Menjadi calon nasional walaupun gagal, namun Alhamdulillah saya bisa terpilih menjadi pembawa baki di provinsi. Itu sudah sangat membanggakan bagi saya," ujar Anastasya saat diwawancarai Sripoku.com di Griya Agung, Senin (17/8/2026).

Anastasya lahir di Palembang, 12 Juli 2010. Ia merupakan putri pasangan Rindra Setyawan, ST dan Ipda Ica Permatasari, S.Psi., CPHR.

Tekun Berlatih Sejak Kelas 6 SD

Ketertarikan Anastasya terhadap dunia Paskibraka telah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 6 SD.

Minat tersebut semakin kuat karena adanya pengaruh dan dukungan keluarga. Beberapa anggota keluarganya diketahui pernah menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi maupun nasional.

Sejak saat itu, Anastasya mulai serius mengasah kemampuan. Saat SMP, ia aktif mengikuti kegiatan pengibaran bendera di sekolah hingga akhirnya ketika SMA memberanikan diri mendaftar sebagai anggota Paskibraka.

"Saya mulai mengenal Paskibraka sejak kelas 6 SD. Lalu bertahap dari SMP mulai mengibarkan bendera di sekolah, hingga saat SMA saya mendaftar menjadi Paskibraka," katanya.

Selain aktif di Paskibraka, Anastasya juga memiliki pengalaman organisasi. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS SMP IT Harapan Mulia Palembang.

Untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi Paskibraka, berbagai latihan dijalaninya secara rutin, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pembinaan fisik (binsik), hingga mempelajari Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Ia juga aktif mencari berbagai referensi mengenai Paskibraka untuk menambah pengetahuan dan kesiapan mental.

Bagi Anastasya, menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas mengibarkan bendera.

Menurutnya, proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk membentuk kedisiplinan, melatih mental dan belajar menghadapi tekanan.

Harus Jauh dari Keluarga Selama Karantina

Selama menjalani karantina dan pelatihan, Anastasya mendapatkan banyak pengalaman baru.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah bertemu dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel.

"Serunya menjadi Paskibraka tentunya mendapatkan lingkungan dan suasana baru. Banyak menguji mental karena latihan cukup intens, dan kita juga menemukan banyak teman baru dari kabupaten dan kota lain," ungkapnya.

Namun, perjalanan menuju tugas tersebut tidak selalu mudah.

Anastasya harus menjalani latihan intensif dan berada jauh dari keluarga selama masa karantina.

Meski demikian, dukungan keluarga membuatnya mampu melewati berbagai tantangan hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki.

"Perasaan saya terpilih menjadi pembawa baki tentunya sangat bangga dan terharu karena selama pelatihan ini juga melewati latihan yang cukup berat," ucapnya.

Tugas tersebut semakin bermakna karena Anastasya merasa dapat membawa nama baik sekolah sekaligus membuat kedua orang tuanya bangga.

Ingin Masuk Akpol

Di balik keberhasilannya menjadi pembawa baki Paskibraka Sumsel, Anastasya juga menyimpan cita-cita besar.

Ia ingin melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol). Cita-cita tersebut terinspirasi dari sang ibu yang merupakan seorang polisi wanita.

Anastasya berharap suatu hari nanti dapat mengikuti jejak sang ibu sekaligus mengabdikan diri untuk negara.

Ia juga memberikan pesan kepada generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya menjadi Paskibraka.

"Untuk anak muda yang ingin menjadi Paskibraka tentunya tetap semangat, belajar, tekun dan giat, disiplin dalam waktu, serta bagus dalam bersikap," pesannya.

Tiga Pelajar Jalankan Tugas Pengibaran Bendera

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang dipimpin Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai inspektur upacara.

Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Letkol Inf Ratno Edy Putra, S.Hub.Int., M.H.I., alumni Akmil 2008 yang sehari-hari menjabat sebagai Danyon 141/AYJP Brigif 8/Garuda Cakti.

Dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih, tiga pelajar Sumsel dipercaya menjalankan tugas utama.

Anastasya Shafina Sastradiredja bertugas sebagai pembawa baki.

Sementara formasi pengibaran bendera terdiri dari Alfatih Putra sebagai penggerek, Muhammad Frisky Fadly sebagai anggota di posisi tengah, serta M. Prince Farid Al-Qodri sebagai pembentang.

Alfatih Putra merupakan pelajar SMA Negeri 1 Ujanmas, sedangkan Muhammad Frisky Fadly merupakan perwakilan MAN 1 Lahat. M. Prince Farid Al-Qodri merupakan pelajar SMA Negeri 3 Palembang.

Pelaksanaan tugas Paskibraka dipimpin Lettu Al Willy Andreas, S.Tr.Han., sebagai Komandan Paskibraka.

Sementara Komandan Pleton Pasukan 45 dipercayakan kepada Lettu AU Lek Efrandy. Adapun Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Gilang Tri Andika, pelajar perwakilan SMAN 3 Martapura.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat. Bagi Anastasya, menjadi pembawa baki di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Sumsel menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam perjalanan hidupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.