Rincian Bantuan Korban Gempa NTT dari NTB, 30 Armada dan 79 Personel Dikirim ke Lokasi Terdampak
Wahyu Widiyantoro August 17, 2026 12:06 PM

TRIBUNLOMBOK.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengirimkan bantuan logistik dan tim tanggap darurat untuk membantu penanganan korban gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pengiriman bantuan ini bertujuan mendukung proses penanganan darurat, pelayanan kesehatan, penjangkauan psikososial, serta penyaluran logistik dan peralatan medis di lokasi terdampak.

Pelepasan armada logistik dan tim tanggap bencana ini dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/8/2026). 

Acara pelepasan turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB, jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pengiriman bantuan logistik dan tim kemanusiaan ini merupakan bentuk empati NTB terhadap musibah yang dialami masyarakat NTT. 

Sejak gempa terjadi, Pemprov NTB langsung menyiagakan sekitar 30 armada kendaraan yang didukung anggaran operasional dan logistik.

Baca juga: Momen Mengheningkan Cipta untuk NTT di Sirkuit Mandalika saat Upacara HUT Ke-81 RI

"Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap," katanya.

Menurut Iqbal, kecepatan respons ini sekaligus membuktikan kesiapsiagaan NTB dalam penanganan bencana, sejalan dengan pengalaman yang dimiliki daerah ini pasca gempa besar yang melanda Lombok pada 2018 silam.

Logistik Pangan Disiapkan di Bima

Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa bantuan logistik, khususnya bahan makanan pokok, disiapkan di Bima dengan pertimbangan efisiensi biaya distribusi menuju NTT. 

Strategi serupa juga diterapkan sejumlah daerah lain yang turut membantu korban gempa NTT.

Salah satunya Pemerintah Provinsi Bali yang juga menyiapkan logistiknya di Bima sebelum diangkut menggunakan kapal khusus menuju lokasi terdampak.

"Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantuan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak," katanya.

Pemprov NTB turut mengirimkan alat berat dan kendaraan untuk membantu membersihkan puing-puing reruntuhan sekaligus membuka akses jalan yang terputus akibat gempa. 

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di wilayah Labuan Bajo dan Ende, dengan fokus utama pada daerah-daerah yang mengalami kerusakan paling parah, seperti wilayah Manggarai.

Rincian Bantuan Logistik

Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan logistik dan obat-obatan yang dikirimkan NTB berasal dari berbagai instansi dan lembaga. 

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama RS Universitas Mataram menyumbangkan susu, sarden, abon, mi instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat dan kesehatan lengkap.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan bantuan berupa emergency kit type A sebanyak 37 unit, ibu hamil kit 20 unit, PUS kit 16 unit, bayi baru lahir kit 20 unit, ibu bersalin kit 16 unit, personal hygiene kit 110 unit, family kit 23 unit, tenda pelayanan kesehatan 2 unit, tenda posko 2 unit, veltbed 10 unit, serta meja dan kursi lipat.

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB menyerahkan bantuan berupa hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Sementara Poltekkes Kemenkes Mataram menyumbangkan popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit/regal, dan mi instan.

Bank Mandiri menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta berupa susu, popok bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.

Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan cadangan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton. 

Bulog menyumbangkan 3 ton beras, sementara Air Minum Nasional Tirta (AMNT) memberikan 10 ton beras beserta selimut. 

PT Narmada Awet Muda turut berkontribusi dengan menyumbangkan air mineral gelas.

Khusus dari BPBD Provinsi NTB, bantuan yang dikirimkan meliputi 125 paket sembako, 100 lembar tikar, 175 dus air mineral, mi instan, paket pangan, terpal, dan tikar tambahan.

79 Personel Diberangkatkan, Mayoritas Tim Medis

Selain bantuan logistik, Pemprov NTB turut mengirimkan personel dalam jumlah signifikan, yakni sebanyak 79 orang. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 orang merupakan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog.

Tim medis ini berasal dari Dinas Kesehatan NTB, ditambah 53 orang dari RSU lingkup Provinsi NTB, 13 orang dari RS Universitas Mataram (Unram), dan 4 orang dari Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Sementara itu, personel tanggap darurat di luar tim medis berasal dari BPBD NTB, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, serta Dinas Sosial P3A NTB.

30 Unit Armada Beragam Jenis Kendaraan

Pemprov NTB mengerahkan 30 unit armada kendaraan dengan berbagai jenis, meliputi mobil rescue, Navara, Hiace, ambulans, dapur umum, truk, ekskavator, dan Innova. 

Pengalaman Gempa Lombok 2018 Jadi Modal Penanganan

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pengalaman NTB menghadapi gempa besar pada 2018 silam telah memberikan gambaran penting mengenai langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan.

Termasuk cara menangani permukiman yang rusak hingga penanganan trauma masyarakat, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok rentan pascabencana.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.