TRIBUN-SULBAR.COM- Rambut rontok menjadi salah satu keluhan yang cukup umum dialami banyak orang.
Kondisi ini bisa muncul sesekali, tetapi pada beberapa orang kerontokan terjadi terus-menerus hingga menyebabkan rambut menipis.
Penyebab rambut rontok pun tidak selalu sama.
Baca juga: Sekda Mamuju Tengah Kroscek ASN Berteduh saat Upacara, Sanksi Menanti
Baca juga: Inilah 2 Sosok Anak Sulbar Bertugas Kibarkan Merah Putih di Istana Negara Hari Ini
Faktor keturunan, perubahan hormon, stres, pola makan, obat-obatan, hingga kondisi kulit kepala dapat menjadi pemicunya.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi Aesthetic Derma Centre Bandung, dr. Yogi Faldian, Sp.DVE, mengatakan kerontokan rambut memiliki banyak faktor penyebab.
Salah satu yang cukup sering ditemukan adalah faktor genetik. Kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami penipisan rambut sejak usia relatif muda.
" Mungkin kita pernah melihat orang yang di usia muda sudah mulai tipis rambutnya, karena orang tuanya juga sebelumnya sudah tipis," ujar Yogi saat diwawancarai dalam program Healthy Talk dari Studio Tribunnews Solo, beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut dikenal sebagai alopesia androgenetik.
Selain faktor keturunan, perubahan hormon juga dapat memengaruhi pertumbuhan rambut.
Yogi menjelaskan, perubahan hormon cukup sering terjadi pada perempuan, terutama saat kehamilan maupun menjelang menopause.
"Juga ada perubahan hormon yang sepertinya sering terjadi pada ibu-ibu yang hamil, mau menopause," katanya.
Gangguan hormon tertentu juga dapat berkaitan dengan kerontokan rambut, termasuk kondisi yang berhubungan dengan kista ovarium.
Kerontokan rambut juga dapat muncul sebagai efek samping dari penggunaan obat tertentu.
Menurut Yogi, beberapa jenis obat dapat memengaruhi kondisi rambut. Salah satunya obat yang digunakan dalam kemoterapi.
"Pada beberapa jenis obat mungkin yang kita tahu seperti kemoterapi, kemudian penggunaan obat-obatan hipertensi pun ada yang bisa menyebabkan kerontokan juga," ujarnya.
Karena itu, apabila kerontokan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya kondisi tersebut tidak langsung dianggap sebagai masalah rambut semata.
Faktor psikologis dan kondisi fisik juga dapat memengaruhi rambut.
Yogi mengatakan seseorang yang mengalami stres, baik secara fisik maupun psikologis, dapat mengalami kerontokan.
"Stres fisik atau psikologis juga bisa. Jadi orang-orang yang lagi stres kemudian rambut-rambutnya jadi rontok itu juga sangat-sangat mungkin terjadi," jelasnya.
Selain stres, pola makan yang terlalu ketat juga perlu diwaspadai.
Diet ekstrem dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan rambut.
"Misalkan orang-orang yang dietnya ekstrem. Jadi karena pengen kurus, dia mengurangi makanannya terlalu banyak sehingga terjadi defisiensi atau kekurangan vitamin-vitamin atau protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan atau mempertahankan rambut," tutur Yogi.
Asupan protein dan vitamin yang cukup menjadi bagian penting dalam mendukung kondisi rambut.
Pertambahan usia juga dapat memengaruhi kondisi rambut. Seiring bertambahnya usia, rambut dapat menjadi lebih mudah mengalami kerontokan dan mengalami perubahan ketebalan.
Selain itu, kebiasaan melakukan perawatan rambut dengan bahan kimia juga perlu diperhatikan.
Pewarnaan dan bleaching secara berlebihan dapat mengganggu kondisi rambut.
"Penggunaan zat-zat tertentu seperti pewarna atau bleaching rambut itu juga bisa mengganggu atau membuat rambut menjadi rontok," kata Yogi.
Kerontokan rambut juga bisa berkaitan dengan kondisi kulit kepala.
Gangguan seperti eksim, ketombe berat, hingga infeksi pada kulit kepala dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut.
"Ketombe yang berat sekali juga bisa membuat rambut jadi rontok atau malah penyakit-penyakit infeksi seperti infeksi jamur, infeksi bakteri pada folikel rambut atau kulit kepala berambut itu juga bisa," ujarnya.
Karena itu, kondisi kulit kepala sebaiknya tidak diabaikan ketika seseorang mengalami kerontokan.
Selain faktor medis, gaya hidup juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah kebiasaan merokok. Menurut Yogi, merokok dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam masalah kerontokan rambut.
Dengan begitu, rambut rontok tidak bisa selalu dikaitkan dengan satu penyebab saja.
Faktor genetik, hormon, obat-obatan, stres, kekurangan nutrisi, usia, penggunaan bahan kimia, gangguan kulit kepala, hingga gaya hidup dapat saling berperan terhadap kondisi rambut.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola kerontokan, kondisi rambut, serta kesehatan kulit kepala.
Jika kerontokan berlangsung terus-menerus atau menyebabkan rambut semakin menipis, penyebabnya perlu diketahui agar penanganannya dapat disesuaikan.