TRIBUNNEWS.COM - Arsenal dapat menjadikan kemenangan 3-0 atas Manchester City di ajang Community Shield sebagai batu loncatan untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Sang juara bertahan itu dihantui catatan buruk Liga Inggris, hanya segelintir tim yang dapat mempertahankan mahkota juara setelah memenangkan trofi Community Shield.
Menurut BBC, dari sejak era Premier League tahun 1992-1993, hanya delapan dari 34 pemenang Charity Shield atau Community Shield yang kemudian memenangkan Liga Inggris.
Manchester City menjadi tim terakhir yang sukses melakukannya pada musim 2018/2019, sebelum Man United asuhan Sir Alex Ferguson pada musim 2010/2011.
Terlepas dari catatan buruk tersebut, Arsenal menampilkan yang begitu meyakinkan saat melawan Man City.
Anak asuh Mikel Arteta hanya butuh 23 detik untuk membuka keunggulan atas Man City yang dicetak oleh Calafiori setelah menerima assist Lewis-Skelly.
Gol yang dianggap oleh pelatih Man City, Enzo Maresca sebuah bencana yang akhirnya menjegal langkah timnya meraih juara.
Dua gol Arsenal lainnya dicetak oleh Kai Havertz dan Martin Odegaard setelah menerima assist Christo Tzolis.
Baca juga: Dari Kegagalan di Norwich hingga Menaklukkan Man City, Peran Tzolis Menjadi Permata Baru Arsenal
Mantan bek Arsenal, Martin Keown, mengungkapkan betapa terkejutnya ia melihat selisih hasil pertandingan tersebut.
Odegaard dan kolega bermain lepas, dan sulit dikendalikan oleh City di era barunya musim ini.
"Selisihnya benar-benar mencengangkan," kata Keown kepada TNT Sports.
"Man City tampak lesu, Arsenal telah menunjukkan niat yang nyata. Masalah terbesar mereka adalah siapa yang akan dipilih Arteta? Sementara Man City memiliki lebih banyak masalah," lanjutnya soal ketersediaan dan kedalaman pemain yang dimiliki Arsenal.
Angka-angka statistik menunjukkan dominasi Arsenal atas Man City di laga tersebut. The Gunners menghasilkan 2,19 harapan gol (xG) dibandingkan dengan 0,77 milik Man City. Menariknya, tidak ada satu pun dari xG yang mereka hasilkan berasal dari bola mati.
Itu sebuah perbedaan mengingat performa Arsenal pada musim-musim sebelumnya dengan mengandalkan situasi bola mati ketika mereka deadlock dalam serangan.
Kemenangan tadi malam menjadi kemenangan terbesar Arsenal tanpa kebobolan melawan Man City sejak Agustus 2014 (3-0) yang juga berlangsung di ajang Community Shield.
Kapten Arsenal, Martin Odegaard mengungkapkan bahwa timnya bermain dengan penuh kepercayaan diri saat melawan Man City tadi malam.
"Kami memainkan sepak bola yang brilian. Performa hebat dan cara yang bagus untuk memulai musim," ucap Odegaard.
"Kami menunjukkan level kami hari ini, menunjukkan bahwa kami siap. Kami serius dan kami ingin melakukannya lagi," tambahnya soal mempertahankan gelar juara sekaligus mengikuti jejak Man City dan Man United dalam mempertahankan gelar juara Liga Inggris setelah memenangkan Community Shield.
(Tribunnews.com/sina)