Ada Panggung 'Mirip' Mini IKN di SBT, Dibangun untuk Upacara HUT ke-81 RI
Fandi Wattimena August 17, 2026 12:49 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terasa berbeda.

Bukan hanya pelaksanaan upacara yang menjadi perhatian, tetapi juga panggung utama yang digunakan dalam peringatan kemerdekaan tersebut.

Panggung yang berdiri di Lapangan Negeri Kwaos itu tampil dengan desain unik.

Sekilas, bentuknya memberikan kesan seperti bangunan modern yang ada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena tampilannya tersebut, panggung yang dibangun untuk pelaksanaan upacara tingkat Kecamatan Siritaun Wida Timur itu bahkan disebut warga sebagai "mini IKN".

Baca juga: HUT ke-81 RI di Ambon Berlangsung Khidmat, Gubernur Hendrik Lewerissa Jadi Inspektur Upacara

Baca juga: 25 Pelajar Jadi Paskibra Siritaun Wida Timur, Camat: Harus Bangga dan Penuh Semangat

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (17/8/2026), panggung tersebut didominasi warna merah dan putih.

Warna itu berpadu dengan ornamen khas daerah yang membuat tampilan panggung tetap terasa dekat dengan identitas Maluku.

Di bagian tengah panggung, terlihat lambang Garuda Pancasila yang menjadi simbol negara.

Sementara di sisi kiri dan kanan terdapat logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI serta identitas Kabupaten SBT.

Namun, bagian yang paling menarik perhatian justru berada persis diatas panggung.

Deretan bilah kayu berwarna kuning emas disusun secara vertikal dengan ketinggian yang berbeda-beda.

Susunan bilah tersebut membentuk pola bergelombang yang memberikan kesan modern.

Permainan garis dan bentuk itu pula yang membuat panggung terlihat berbeda dibandingkan panggung upacara pada umumnya.

Meski mengusung kesan modern, panggung tersebut tetap dihiasi berbagai ornamen yang mencerminkan kekayaan budaya Maluku.

Pada bagian depan panggung terlihat gambar bernuansa daerah yang dipadukan dengan simbol cengkeh.

Cengkeh sendiri menjadi salah satu tanaman rempah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan identitas Maluku.

Tangga menuju panggung juga dibuat dengan dominasi warna merah dan putih melalui penggunaan karpet, sehingga semakin memperkuat suasana perayaan kemerdekaan.

Koordinator Panggung HUT ke-81 RI di Negeri Kwaos, Karim Rumadan, mengatakan desain tersebut memang dibuat dengan memadukan nuansa nasional, sentuhan modern dan identitas daerah.

Menurutnya, konsep tersebut terinspirasi dari perkembangan desain bangunan masa kini.

"Konsep panggung ini kami buat dengan melihat perkembangan desain bangunan yang ada sekarang, termasuk nuansa yang mengingatkan kita pada IKN. Karena itu, ada yang menyebutnya sebagai mini IKN," ujarnya.

Karim menjelaskan, pembangunan panggung tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga menyesuaikan dengan kondisi lokasi serta kebutuhan pelaksanaan upacara.

Setiap bagian panggung ditata agar bisa menjadi tempat pelaksanaan upacara sekaligus memberikan suasana berbeda dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia berharap kehadiran panggung tersebut dapat memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat Negeri Kwaos.

"Kami ingin panggung ini bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan upacara, tetapi juga memberikan kesan dan kebanggaan bagi masyarakat Kwaos pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.

Perpaduan desain modern dengan ornamen khas Maluku akhirnya membuat panggung tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Negeri Kwaos.

Dari kejauhan, bilah-bilah kayu yang bergelombang memberi sentuhan arsitektur modern, sementara warna merah putih dan ornamen daerah tetap menjaga nuansa khas perayaan kemerdekaan di tengah masyarakat Kwaos.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.