Lagi, Gempa di NTT, Rapat Pejabat dengan Wakil Menteri Kesehatan Bubar,Semua Berlarian Keluar Gedung
Salomo Tarigan August 17, 2026 01:10 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Lagi, gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, gempa bumi dirasakan warga di Kabupaten Sikka,  Senin (17/8/2026) pagi tadi.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 yang berpusat di Mbay Kabupaten Nagekeo. 


Akibat guncangan ini, Peserta rapat penanganan kesehatan untuk korban gempa Flores yang berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka berhamburan keluar gedung. 

Rapat yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, sempat ditunda beberapa saat karena peserta rapat lari berhamburan keluar gedung. 

"Teman-teman yang berkumpul di dalam semuanya pada lari, pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Bupati dan kadis kesehatan, yang di dalam ruangan keluar dari ruangan, " Kata Laurensius Laro, Kepala Puskesmas Kojagete.

 Beberapa saat kemudian, rapat tersebut kembali digelar yang hadiri Wakil Bupati Sikka, Kadis Kesehatan dan kepala puskesmas se-kabupaten Sikka dan para tenaga kesehatan. 

Meski demikian, beberapa nakes mengikuti rapat sambil berdiri dibawah pohon dan teras-teras gedung Dinas Kesehatan Sikka untuk mendengarkan arahan dari Wakil Menteri Kesehatan. 

Usai menggelar rapat di Kantor Dinas Kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan meninjau pasien yang tengah menjalani perawatan medis di bawah tenda di Rumah Sakit Kewapante. 

Kepanikan juga dirasakan warga yang tengah mengungsi di gelora Samador Maumere, namun sesaat kemudian situasi kembali kondusif dan kembali beraktifitas meski ditengah kekhawatiran.  

 33 Titik Longsor

Dampak gempa bumi berkekuatan M 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada kerusakan sejumlah fasilitas.

Tercatat, pada sektor infrastruktur ada 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan.

Bahkan kerusakan juga terjadi di jalan-jalan vital seperti ruas Ende–Bajawa dan Ende–Maumere turut terdampak. 

Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari.

Sementara itu, pada sektor fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar, tercatat 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Selanjutnya dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Bayu Suseno mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

“Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,” kata Bayu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

52 Orang Meninggal, 64 Luka-luka

Sementara itu, data terakhir mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka. 

Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Bayu menegaskan pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban.

Selain itu, tim gabungan juga akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.

“Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” tuturnya.

Untuk informasi, guncangan kuat gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT telah memicu tingkat kewaspadaan sejak Sabtu (15/8/2026) pagi. 

Pusat gempa disebut terletak di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT dengan kedalaman 15 Km.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa M7,7 di NTT menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.

Dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan StatusTanggap DaruratBencana Gempa Bumi selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Sementara Pemerintah Kabupaten Sikka menetapkan StatusTanggap DaruratBencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

(Tribunnews.com/tribunflores)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.