Cerita Utuh 2 Pos Polisi di Surabaya Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ngaku Belajar dari PUBG
Khistian Tauqid August 17, 2026 01:44 PM

TRIBUNBATAM.id - Polrestabes Surabaya bergerak cepat mengamankan seorang pria berusia 30-an tahun yang diduga menjadi pelaku pelemparan bom molotov ke dua Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Jalan A Yani, Kota Surabaya, Jawa Timur. 

Terduga pelaku berhasil diringkus penyidik hanya sekitar dua jam setelah aksi pelemparan terjadi pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Aksi perusakan tersebut terungkap melalui video interogasi yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan melalui akun Instagram @luthfie.daily pada Minggu (16/8/2026) malam. 

Dalam video tersebut, tampak terduga pelaku mengenakan kemeja lengan pendek motif kotak-kotak hitam putih dan celana panjang hitam, berpostur tinggi gempal, serta berkulit sawo matang.

Profil Pelaku dan Rakitan Bom Molotov Botol Minuman Energi

Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). 

Pria tersebut melempar dua Pos Polisi menggunakan bom molotov rakitan sederhana yang terbuat dari botol kaca bekas minuman energi yang diisi bensin.

"(Botop) Kratindeng dan UC. Pakai bensin," ujarnya saat menjawab pertanyaan Luthfie.

Ia mengakui melempar alat rakitan tersebut ke sasaran. Satu botol berhasil meledak dan membakar area di dekatnya, sedangkan satu botol lainnya gagal meledak.

"Enggak, yang satu enggak tembus. Melengse (meleset)," ungkapnya.

Belajar Teknik Lempar Bom dari Game PUBG

Hal menarik terungkap saat proses pemeriksaan terkait asal-usul keahlian pelaku merakit dan melempar bahan peledak. 

Kepada polisi, ia mengaku meniru teknik pelemparan bom dari gim perang daring populer, PUBG.

"Satu dinyalain langsung gini. Kayak game PUBG lho pak," terangnya.

Saat diinterogasi, pria tersebut sempat bersikap santai, beberapa kali melempar senyum, bahkan mempertanyakan kejelasan status hukumnya kepada Kapolrestabes Surabaya.

"(Apakah kenal saya Kapolrestabes Surabaya) Kenal. Pak luthfie. Kecekel opo gak iki. Disel opo gak. (Alasanya apa) Gak bisa pak," katanya.

Baca juga: Pelajar MAN 3 Padang Rakit Bom dari Tutorial YouTube dan Ledakkan Sekolah, Terungkap Alasan Pelaku

Motif Aksi: Diduga Kesal Kena Tilang Polantas

Mengenai alasan utama di balik nekatnya aksi pelemparan ini, penyidik masih terus menggali keterangan lebih mendalam.

Namun, pelaku sempat memberi sinyal bahwa tindakannya dipicu rasa ketidakpuasan atau penolakan atas penilangan yang dialaminya.

"(Gara-gara apa) teko SS pak, info katanya ada orang gila gitu pak. (Siapa yang gila) Ya ada orang yang lapor warga. Ada orang kok gak ditilang gitu lho pak," pungkasnya.

Satu Polisi Mengalami Luka Bakar

Akibat insiden pelemparan bahan berbahaya ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya korban luka dari pihak kepolisian.

Seorang petugas yang sedang berjaga menderita luka bakar pada bagian tangan kanan.

"Terkait adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam kejadian tersebut, benar terdapat satu anggota yang mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis," katanya saat dihubungi pada Minggu pagi.

Saat ini, anggota yang terluka telah mendapatkan perawatan medis di IGD RS Bhayangkara Surabaya dan kondisinya terus membaik.

Kombes Pol Jules juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian jika menemukan hal mencurigakan.

"Terkait juga adanya bilamana rekan-rekan ataupun masyarakat menjumpai ada hal-hal yang mencurigakan ya, dapat segera menginformasikan kepada kami di call center 110. Ini 24 jam dan bebas pulsa tentunya," pungkasnya.

Kronologi Pelemparan Molotov di Pos Polantas Margorejo dan Cito

Dua lokasi yang menjadi sasaran perusakan yakni Pos Polantas Margorejo (persimpangan rel kereta api Margorejo) dan Pos Polisi Bundaran Waru (depan Mal Cito).

Seorang saksi mata berinisial YI membeberkan detik-detik mencekam saat kejadian sekitar pukul 19.30 WIB di Pos Polantas Margorejo. Seorang pemotor misterius tiba-tiba berhenti tepat di teras pos dan melemparkan botol berisi cairan mudah terbakar ke arah pintu kaca.

"Dia motornya hadap sana (barat). Ya perkiraan dia dari arah selatan. Engga tahu dari mana, apakah dari frontage atau daerah mana. Pokoknya dia berhenti di tenda pos pantau tersebut. Tiba-tiba melempar kayak botol, pyarr, terus api menyala. Saat api menyala, gak ada yang tahu," ujar YI.

Setelah api berkobar menyala di dinding dan pintu pos yang sedang kosong tersebut, pelaku langsung memicu gas motornya melarikan diri ke arah barat Jalan A Yani menuju kawasan Wonokromo.

"Orangnya pelaku tadi turun ke bawah. Engga gede, bukan api besar," tambah YI.

Aksi Heroik Emak-Emak Padamkan Api

Uniknya, kobaran api di Pos Polantas Margorejo tidak sempat membesar karena aksi spontan dari seorang pengendara motor wanita (emak-emak) yang melintas dari arah timur.

"Cuma ada satu pengendara ibu ibu, sempat berhenti dan memadamkan api, soalnya apinya enggak gede. Hitungannya api segini, enggak mencolok orang, ya dikira nyala lampu," ungkap YI.

Wanita tersebut memadamkan api hanya dengan menginjak-injaknya hingga padam sempurna sebelum akhirnya berlalu pergi. YI yang awalnya berniat membantu menggunakan tabung APAR dari pos perlintasan kereta akhirnya batal mendekat.

"Saya sampai mau ke sana bawa APAR tapi sudah padam ya wes, soalnya enggak berani ke sana, salah satunya kan sebelum ditangani polisi, saya tidak berani ke sana," jelasnya.

Dari pengamatan saksi YI di lokasi, pelaku diperkirakan seorang pria dewasa dengan tinggi badan 165–170 cm, berpostur sedang, mengenakan jaket gelap dan celana panjang. Pelaku mengendarai sepeda motor jenis 'bebek' dan mengenakan helm half face berwarna cerah (hijau atau biru).

"Postur sekitar 165-170 cm. Posturnya enggak gemuk, dan enggak kurus amat. Jaketan aja, kalau dari sini kelihatan gelap aja, jadi enggak tahu warnanya. Yang pasti sendirian. Pakai celana panjang. Yang jelas celanaan. Tapi enggak tahu celananya apa. Warna apa, enggak tahu," kata YI.

"Alas kaki enggak detail. Helm kalau gak salah, terang warnanya, hijau atau biru. Dari sini enggak begitu jelas. Helm jenis biasa (half face) Perkiraan usia enggak tahu," tutupnya. 

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.