Widodo C Putro Bicara Soal Lini Belakang PSIS Semarang Setelah Fabiano Beltrame Gabung
muslimah August 17, 2026 01:11 PM

Widodo C Putro Bicara Soal Lini Belakang PSIS Semarang Setelah Fabiano Beltrame Gabung

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang makin optimis menatap kompetisi Championship 2026/2027. Pelatih Widodo Cahyono Putro terus memoles setiap lini.

Tujuannya tentu agar Mahesa Jenar mampu bersaing di papan atas Grup Barat hingga akhirnya lolos ke Super League.

Salah satu sektor yang mencolok adalah deretan lini belakang PSIS, utamanya di posisi bek tengah.

Baca juga: Hamka Hamzah Jatuh Cinta ke PSIS Sejak 2018, Saat Itu Sudah Bertekad Mau ke Semarang

Musim ini tim Mahesa Jenar memang tidak mendatangkan pemain asing di posisi itu, tapi pemain yang didatangkan punya CV yang tidak bisa dipandang enteng.

Sejumlah nama tersebut di antaranya Andi Setyo, Komang Tri, Agus Nova, Akbar Arjunsyah, dan pemain naturalisasi Fabiano Beltrame.

Adapun untuk bek senior Fabiano Beltrame saat ini sudah bergabung dengan skuad Mahesa Jenar.

Pelatih PSIS Semarang, Widodo C Putro, menyebut kehadiran Fabiano menjadi bagian dari upaya PSIS memperkuat kedalaman skuad, terutama di sektor pertahanan.

WCP mengatakan PSIS sebenarnya sudah memiliki lini belakang yang cukup solid.

Namun, padatnya kompetisi membuat tim membutuhkan lebih banyak opsi, termasuk pemain yang memiliki pengalaman panjang di level kompetisi profesional.

“Kita memang sudah solid di belakang, tetapi saya ingin kedalaman tim dengan adanya satu pemain yang berpengalaman,” ujarnya saat dihubungi Minggu (16/8/2026).

Meski demikian, WCP menegaskan kedatangan Fabiano bukan berarti pemain tersebut otomatis menjadi pilihan utama di setiap pertandingan.

Di antara bek tengah PSIS lain, Fabiano memang yang paling berpengalaman. Bukan hanya karena usianya sudah menginjak 42 tahun, tapi pemain berdarah Brasil itu dikenal sudah sangat mengenal sepakbola tanah air.

WCP menerapkan sistem rotasi pemain agar kondisi fisik skuad tetap terjaga sepanjang kompetisi.

“Tapi bukan berarti nanti Fabiano main terus. Sistem saya di sini adalah rotasi pemain,” jelasnya.

Menurut dia, rotasi menjadi semakin penting karena kompetisi akan berlangsung dengan jadwal yang padat.

PSIS harus menyiapkan pemain pengganti yang memiliki kemampuan untuk menjaga kualitas permainan ketika pemain utama mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu.

“Karena kompetisinya seminggu dua kali. Kondisi pemain juga perlu diperhatikan. Mungkin nanti ada yang cedera atau terkena akumulasi kartu, sehingga perlu ada pemain di posisi yang sama,” katanya.

WCP bahkan berharap kualitas antara pemain utama dan pemain pelapis di PSIS tidak terlalu timpang.

Ia ingin pemain yang masuk dari bangku cadangan mampu memberikan perubahan terhadap jalannya pertandingan.

“Saya justru ingin pemainnya setara. Pemain pengganti harus bisa mengubah situasi. Misalnya pertandingan masih 0-0, kemudian pemain pengganti masuk dan bisa mengubah permainan hingga mencetak gol,” tutur Widodo.

Fabiano pun diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pilihan secara teknis, tetapi juga pengalaman bagi skuad PSIS yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi musim baru.

Dengan kedatangan pemain senior tersebut, WCP memiliki opsi lebih banyak untuk menentukan komposisi lini belakang sesuai karakter lawan dan kebutuhan pertandingan.

Di bagian lain, PSIS terus memantapkan latihan taktikal jelang kompetisi bergulir.

Pada Minggu (16/8) ini, PSIS sebetulnya sempat bersepakat dengan Timnas Indonesia U-20 untuk beruji coba, namun batal terlaksana.

"Ternyata Timnas ada agenda lain sehingga kami ganti dengan internal game Sabtu kemarin," tandasnya. (ARL)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.