Tenggelamkan Badan Hingga Dada, Warga dan Nelayan Pesisir Jepara Kibarkan Merah Putih di Tengah Laut
Rustam Aji August 17, 2026 03:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA — Aksi heroik petugas memanjat tiang bambu setinggi 12 meter di tengah laut mewarnai kemeriahan upacara HUT ke-81 RI di laut Jepara, Senin (17/8/2026). Pengibaran bendera unik yang digelar di Pantai Pelayaran tersebut diikuti puluhan warga dengan menenggelamkan separo badannya ke dalam air laut sepanjang prosesi berlangsung.

Insiden berkecepatan tinggi sempat terjadi ketika ikatan bendera Merah Putih yang sudah terpasang di ujung tiang bambu mengalami kendala dan gagal berkibar sempurna saat ditarik. Tanpa ragu, seorang petugas langsung memanjat tiang yang tertancap di dasar laut tersebut hingga bendera berhasil berkibar penuh, disambut sorak-sorai riuh dari para peserta.

Upacara bertema pesisir yang diinisiasi oleh Yayasan Budidaya dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Pelayaran ini melibatkan sekitar 80 peserta yang terdiri dari nelayan, pelaku UMKM kedai pantai, pelajar, hingga pengunjung wisata.

Pembina Upacara, Bambang Talyuto (65), mengungkapkan bahwa tradisi upacara bendera unik di tengah laut ini telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

"Warga di pesisir menganggap laut sebagai rumah sendiri dan sumber mata pencaharian. Kami menggelar upacara di sini agar masyarakat makin sadar untuk menjaga, membersihkan, dan merawat laut tempat kami menggantungkan hidup," ujar Bambang di Pantai Pelayaran Jepara, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Wabup Purbalingga ke Mahasiswa Baru UT Purwokerto: Tidak Hanya Cari Ijazah!

Bentuk Syukur dan Suara Hati Nelayan

Kehadiran perayaan di atas perairan ini membawa kebanggaan tersendiri bagi para nelayan lokal. Hariyadi (47), salah satu nelayan Jepara, bahkan rela meliburkan diri dari aktivitas melaut demi bisa ikut serta berbaris di dalam air.

"Sebelumnya tidak ada upacara di area pantai ini. Baru tiga tahun terakhir ada dan saya ikut terus. Kami berharap pemerintah bisa lebih hadir untuk nelayan kecil, mempermudah izin, menyediakan solar murah, dan tidak membebani banyak pajak," tutur Hariyadi.

Pengalaman berkesan juga dirasakan oleh elemen pelajar. Afrilia Bintang, siswi SMKN 1 Jepara yang baru pertama kali mengikuti pengibaran bendera di medan perairan, mengaku terkejut sekaligus antusias.

"Seru sekali, ini pengalaman luar biasa. Kalau biasanya upacara di lapangan kering, kali ini harus basah-basahan setinggi dada di laut," ungkap Afrilia.

Perhelatan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di pesisir Jepara ini ditutup dengan doa bersama agar masyarakat pesisir tetap solid merawat lingkungan, serta harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih saat musim cuaca buruk dan ancaman abrasi pantai. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.