Tiga Mata Air Keruh Pascagempa, Warga Wae Mokel Manggarai Timur Kesulitan Air Bersih
Hilarius Ninu August 17, 2026 03:46 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

Lapoan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Warga Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026).

Tiga mata air yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi warga berubah menjadi keruh. Debit air dari ketiga sumber tersebut juga dilaporkan menurun drastis setelah gempa.

Kondisi itu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum, mandi, dan mencuci.

Maria Trince Runu, warga Desa Mokel Morid, mengatakan perubahan kondisi mata air terjadi setelah gempa mengguncang Flores.

Baca juga: Lihat Pelabuhan Maumere Roboh, Deflora yang Hendak Naik KM Bukit Siguntang: “Syukur Masih di Hotel”

Sebelumnya, kata dia, ketiga mata air tersebut menjadi sumber air utama bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, setelah gempa, air yang keluar dari mata air bercampur lumpur sehingga tidak lagi layak digunakan untuk konsumsi.

"Kami tidak bisa pakai memang karena airnya sangat kotor bercampur lumpur," kata Maria, Senin (17/8/2026).

Menurut Maria, ada sebagian warga yang sempat berniat menggunakan air tersebut untuk minum. Namun, rencana itu dilarang oleh pemerintah desa karena dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

"Kami sekarang tidak ada air bersih. Kami minta pemerintah segera bantu kami air bersih dulu," ujarnya.

Kepala Desa Mokel Morid, Bertoldus Min Dasulastri, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan tiga mata air yang selama ini dimanfaatkan warga mengalami perubahan setelah gempa.

Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Tarik Mahasiswa KKN, Bentuk Posko Tanggap Darurat Gempa Flores

Selain debit yang menurun, air dari sumber tersebut menjadi keruh sehingga warga tidak dapat menggunakannya untuk kebutuhan konsumsi.

"Tadi masyarakat coba untuk konsumsi, namun saya larang karena takut akibatnya. Sehingga warga sekarang kesulitan air bersih," kata Bertoldus.

Pemerintah Desa Mokel Morid telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah kecamatan dan dinas terkait. Menurut Bertoldus, pemerintah daerah merespons laporan tersebut dan menyiapkan bantuan air bersih bagi warga.

"Puji Tuhan keluhan kami sudah direspons oleh dinas terkait dan rencana hari ini mobil tangki akan hantar untuk kami warga di desa ini," katanya.
34 Rumah Rusak

Gempa tidak hanya berdampak pada sumber air bersih. Puluhan rumah warga Desa Mokel Morid juga mengalami kerusakan.

Berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, sebanyak 34 rumah warga mengalami kerusakan.

Bertoldus mengatakan pendataan masih terus dilakukan karena gempa susulan masih terjadi hingga Senin (17/8/2026).

"Rumah rusak yang sudah didata baru 34 unit. Namun akibat gempa susulan sejak tadi malam sampai saat ini kami masih dalam proses pendataan. Rata-rata semuanya rusak sedang," jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, warga masih diliputi trauma. Sebagian warga belum berani kembali masuk ke dalam rumah dan memilih bertahan di luar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Pemerintah desa pun masih memantau kondisi warga sekaligus melanjutkan pendataan kerusakan akibat gempa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.