TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan meminta polisi mengusut tuntas kasus kebakaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan pada Jumat (14/8/2026) lalu.
Pasalnya, kuat dugaan kebakaran SPBU Lubuk Terap disebabkan oleh mobil pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Minibus jenis Daihatsu Terrios warna hitam yang terbakar membawa belasan jeriken BBM jenis solar subsidi.
Hal itulah yang memicu ledakan dan percikan api dari mobil hingga membakar bangunan SPBU dengan nomor 14.284.633 itu.
"Saat kejadian saya ada di lokasi kejadian. Memang mobil yang terbakar itu membawa jeriken berisi minyak," ungkap Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Abdul Nasib kepada tribunpekanbaru.com, Senin (17/8/2026).
Saat kebakaran melanda mobil yang menjalar ke pompa 1 dan pompa 2 SPBU Lubuk Terap, Abdul Nasib menyaksikan api menjalar hingga terjadi ledakan beberapa kali.
Bahkan selama proses pemadaman dan pendinginan SPBU yang hangus dilalap api itu ia terus memantau kondisi di lapangan.
Baca juga: Temukan Jeriken di Mobil, Polres Pelalawan Dalami Pelangsir BBM Penyebab SPBU Lubuk Terap Terbakar
Baca juga: Pascakebakaran, Pertamina Pastikan Kondisi SPBU di Pelalawan Terkendali, Pelayanan Tetap Berjalan
"Memang betul ada tumpukan jeriken yang berisi minyak di dalam mobil itu saat terjadi kebakaran," ujar Legislator asal Pangkalan Lesung ini.
Saat itu juga Abdul Nasib menyampaikan perihal temuan tumpukan jeriken berisi BBM subsidi di dalam minibus kepada pihak SPBU Lubuk Terap.
Bahkan foto-foto bekas jeriken yang terbakar dikirimkannya kepada pengelola SPBU PT Patra Riau Mandiri. Mobil Terrios warna hitam itu dikabarkan milik seorang warna bernama Ari yang melarikan diri dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat kebakaran.
"Namun jawaban pihak SPBU hanya fokus kepada musibah kebakaran yang terjadi. Tanpa merespon dugaan pelangsir BBM oleh mobil yang terbakar itu," katanya.
Ketua DPC Gerindra Pelalawan ini meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Pelalawan dan Polsek Bunut segera mengusut dugaan penyeludupan BBM di mobil yang menjadi penyebab kebakaran SPBU tersebut. Agar masyarakat mendapatkan informasi yang pasti atas temuan jeriken yang masih menjadi misteri di lapangan sampai saat ini.
"Saya yakni Polres Pelalawan dan jajaran mengungkap ini sampai tuntas secara profesional. Di saat warga kesulitan mendapatkan BBM subsidi, ternyata ada mobil pelangsir yang merampas hak masyarakat," tandas Abdul Nasib.
Selain itu, pihaknya akan menyampaikan persoalqn imi kepada pihak BP MIGAS dan Pertamina. Jika perlu Komisi II DPRD Pelalawan akan memanggil pihak BP MIGAS dan pihak pertamina untuk rapat dalam mengupas masalah ini sampai terang benderang.
Tim dari Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan melakukan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke SPBU Lubuk Terap pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Untuk mengumpulkan bahan dan keterangan serta bukti-bukti dari lapangan. Penyidik juga telah meminta keterangan para pihak yang melihat langsung kebakaran melanda SPBU Lubuk Terap yang disebakan sebuah mobil sedang mengisi BBM jenis pertalite.
"Para petugas SPBU sudah kita periksa perihal kebakaran yang diduga akibat aktivitas pelangsir BBM," kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi melalui Kanit ll Tipidter Iptu Asbon Mairizal kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (16/8/2026).
Ia menyebutkan petugas SPBU dengan nomor 14.284.633 itu melayani mobil jenis Daihatsu Terrios warna hitam sebelum terjadi kebakaran.
Setelah mengisi pertalite dan pembayaran dilakukan oleh sopir yang disebut bernama Ari, terjadi ledakan dari dalam mobil saat mesin dinyalakan. Hal itulah yang memicu kebakaran menghanguskan minibus tersebut dan dua pompa serta bangunan SPBU Lubuk Terap.
"Pihak SPBU berencana membuat laporan polisi juga, karena mereka dirugikan dalam kejadian ini," papar iptu Asbon Mairizal
Kanit Asbon membenarkan ada rangka bekas jeriken ditemukan dalam bangkai mobil yang terbakar saat pihaknya memeriksa minibus yang hangus itu.
Tangki kendaraan memang tidak dimodifikasi, tetapi ada perubahan interior terrios itu. Dimana kursi pada barisan kedua dan ketiga dicopot, terdapat jeriken yang diduga berisi BBM subsidi.
Penyidik juga telah mencari keberadaan pemilik mobil yang disebut bernama Ari. Pria itu kabur dari lokasi sesaat setelah mobilnya terbakar hingga melalap SPBU yang dikelola PT Patra Riau Mandi itu.
Polisi mendapatkan alamat rumah yang ditempati Ari dan mendatanginya secara langsung. Namun pria misterius itu tak ada lagi di rumah tersebut, termasuk keluarganya.
"Keterangan dari tetangga dan perangkat setempat, si Ari ini sudah kabur membawa anak dan istrinya ke luar daerah setelah kejadian," tambah Asbon.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran SPBU Lubuk Terap yang diduga disebabkan mobil pelangsir BBM subsidi jenis biosolar.
Sampai saat ini masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan kesimpulan sementara dari Polres Pelalawan mengenai dugaan penyeludupan BBM subsidi oleh mobil penyebab kebakaran SPBU Lubuk Terap.
Praktik culas oleh oknum-oknum yang mencari keunggulan itu sangat miris di tengah masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi di Pelalawan dan harus mengantri berjam-jam maupun berhari-hari.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)