...Kita turut berduka cita terhadap bencana NTT karena kita tahu persis rasanya kena gempa skala besar
Mataram (ANTARA) - Ulama sekaligus mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2008 hingga 2018, TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menekankan pentingnya memperkuat rasa solidaritas antara sesama dalam membantu korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kita turut berduka cita terhadap bencana NTT, karena kita tahu persis rasanya kena gempa skala besar. Kita tahun 2018 sepanjang satu bulan mengalami hal yang sama. Jadi, pasti traumanya luar biasa, karena itu kita ikut berduka cita," ujarnya pada wartawan usai mengikuti upacara detik-detik pengibaran bendera Merah Putih di Halaman Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin.
Ia mengatakan penanganan bencana gempa bumi di NTT menjadi momentum semua elemen untuk memperkuat solidaritas antar sesama, antar daerah, terlebih lagi NTB menjadi tetangga terdekat NTT. Bahkan, sebelum NTB menjadi provinsi sendiri pernah menjadi bagian atau tergabung dalam Sunda Kecil bersama NTT, sehingga hubungan erat NTB dan NTT sebagai satu kesatuan yang saling mendukung di masa sulit.
"Tadi Pak Gubernur sampaikan kepada saya, tuan guru saya pakai baju NTT bentuk simpati dan duka cita NTT untuk NTT. Alhamdulillah, kami terimakasih kepada Pemprov NTB yang sudah mengirim bantuan ke NTT mewakili kita semua. Itulah namanya persaudaraan, ada wujud nyata," ucap TGB.
Menurut TGB, karena NTB dan NTT menjadi satu kesatuan maka masyarakat diimbau untuk tetap waspada, meningkatkan kesiapsiagaan, serta berdoa agar musibah gempa bumi tidak meluas ke wilayah lain.
"Jadi, kita tetap waspada dan berdoa, mudah-mudahan gempa seperti itu tidak menimpa daerah lain," ujarnya.
Disinggung pengalaman apa yang bisa dibagikan ke NTT dalam upaya tanggap bencana dan perlindungan warga seperti halnya yang pernah dilakukan NTB ketika dilanda gempa 2018?. TGB mengingatkan pentingnya menghindari sikap saling menyalahkan dan tetap fokus penuh pada penanganan dampak bencana.
"Yang pertama itu tidak boleh saling menyalahkan. Dulu, Alhamdulillah kita cepat tanggap bencananya, kemudian rehabilitasi relatif cepat, kareba masyarakat luar melihat bahwa kita di NTB itu kompak, sehingga masyarakat luar semangat membantu. Oleh karena itu kita harapkan saudara kita di NTB tetap kompak," katanya.





