Jalan Desa Godong Jombang Disulap Jadi Panggung Kebhinekaan, 300 Warga Beraksi
Titis Jati Permata August 17, 2026 03:32 PM

 


SURYA.co.id, JOMBANG – Jalan desa di Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, mendadak berubah menjadi panggung kebhinekaan pada Senin (17/8/2026).

Hampir 300 warga dari 28 RT memenuhi ruas jalan desa sejak pagi.

Mereka mengenakan pakaian adat dan kostum kreasi dengan warna-warni yang mencerminkan keberagaman Indonesia.

Bukan sekadar meramaikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga juga mengikuti upacara bendera bersama yang untuk pertama kalinya digelar di tingkat Desa Godong.

Tak ada panggung megah atau gedung khusus. Jalan desa yang sehari-hari menjadi tempat berlalu-lalang warga dan aktivitas UMKM justru dipilih sebagai lokasi untuk mengibarkan Merah Putih.

28 RT Kompak Turunkan Perwakilan

Sebanyak 28 RT di Desa Godong ikut ambil bagian. Masing-masing lingkungan mengirimkan sekitar 10 perwakilan.

Ada yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, ada pula yang tampil dengan kostum kreasi bertema kebhinekaan.

Perbedaan penampilan justru membuat suasana semakin semarak. Seluruh peserta berdiri dalam satu barisan untuk mengikuti rangkaian upacara dan memberikan penghormatan kepada Merah Putih.

Bagi warga, keterlibatan seluruh RT menjadi hal istimewa karena perayaan bersama tersebut baru pertama kali digelar di tingkat desa.

Nasionalisme Tak Harus di Panggung Megah

Anggota DPRD Jombang dari Fraksi Partai Golkar, Andik Basuki Rahmat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai antusiasme warga menjadi modal penting untuk menjaga semangat nasionalisme.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Momentum HUT RI juga perlu dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus kepedulian terhadap lingkungan tempat masyarakat tinggal.

“Pagi hari ini kita sengaja mengadakan upacara bendera dalam rangka HUT RI ke-81 dengan mengusung tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. Ini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air agar nasionalisme warga semakin kuat,” ujar Andik kepada SURYA.co.id, seusai kegiatan.

Ia menilai, kebersamaan yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menjadi energi positif dalam pembangunan desa.

“Kesadaran nasionalisme dan kebersamaan ini nantinya akan membantu kita membangun desa, mewujudkan rasa keadilan yang merata, serta menghadirkan kesejahteraan yang bisa dirasakan seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Usai Upacara, Ada Lomba Kostum Kebhinekaan

Kemeriahan tidak berhenti setelah upacara selesai.

Panitia menyiapkan penilaian kostum kebhinekaan dari masing-masing RT. Kreativitas dan kekompakan warga menjadi bagian yang dinilai dalam rangkaian perayaan tersebut.

Lima RT dengan penampilan terbaik akan mendapatkan apresiasi.

Pengumuman pemenang dijadwalkan bersamaan dengan pengajian akbar yang digelar di Desa Godong pada 28 Agustus mendatang.

Jalan Desa Jadi Ruang Bersama

Konsep perayaan tersebut membuat suasana HUT ke-81 RI di Godong terasa dekat dengan keseharian masyarakat.

Jalan yang biasanya digunakan untuk berlalu-lalang dan mendukung aktivitas ekonomi warga, selama beberapa waktu berubah menjadi ruang bersama untuk merayakan kemerdekaan.

Di tempat itu, perbedaan pakaian justru menyatukan warga.

Pakaian adat dan kostum kreasi yang dikenakan dari satu RT ke RT lainnya menjadi gambaran sederhana bahwa kebhinekaan tidak selalu harus hadir dalam acara besar.

Ia dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, bahkan dari sebuah jalan desa.

Bagi warga Godong, Merah Putih pagi itu bukan hanya berkibar di tiang bendera.

Semangat kemerdekaan juga hadir dalam keberanian menampilkan perbedaan, kekompakan antar-RT, dan kemauan untuk berdiri bersama sebagai satu warga desa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.