Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pemandangan tak biasa mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Bendung Gerak Babat, Senin (17/8/2026) pagi.
Di tengah suasana upacara yang khidmat, bentangan Merah Putih sepanjang 180 meter membelah kawasan aliran Sungai Bengawan Solo.
Bendera berukuran raksasa itu dibawa dan dibentangkan oleh puluhan warga Desa Kendal, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebagian besar peserta yang terlibat merupakan para pemuda desa.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pembentangan bendera berlangsung di atas bangunan Bendung Gerak Babat dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian warga.
Puluhan pemuda tampak bahu-membahu memastikan kain Merah Putih berukuran panjang tersebut terbentang dengan sempurna di atas bendung.
Momen itu berlangsung bersamaan dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Bendera Merah Putih sepanjang 180 meter kemudian membentang di atas Bendung Gerak yang berada di aliran Sungai Bengawan Solo.
Pemandangan tersebut membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin terasa khidmat sekaligus menggambarkan kuatnya semangat kebersamaan warga.
Baca juga: 8 Orang di Lapas Kelas IIB Lamongan Langsung Bebas setelah Dapat Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Kepala Desa Kendal, Rois Purwo Nugroho mengatakan, pembentangan bendera sepanjang 180 meter merupakan bentuk kecintaan sekaligus penghormatan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam kegiatan tersebut sengaja dilakukan untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengekspresikan rasa cinta kepada tanah air.
" Bendera Merah Putih sepanjang 180 meter ini merupakan bentuk kecintaan warga Desa Kendal terhadap Indonesia. Kami ingin semangat kemerdekaan terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda," ujar Rois.
Rois menegaskan, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.
Lebih dari itu, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, kebersamaan serta menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat.
Keterlibatan puluhan pemuda dalam pembentangan bendera tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan masyarakat Desa Kendal. Semangat nasionalisme dinilai perlu terus ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan yang melibatkan kebersamaan dan gotong royong.
Rois berharap semangat yang ditunjukkan warga Desa Kendal melalui pembentangan bendera raksasa tersebut tidak berhenti pada perayaan HUT Kemerdekaan.
Semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui gotong royong dan kontribusi nyata dalam pembangunan desa maupun daerah.
"Harapan kami, Indonesia semakin maju, makmur dan berdaulat. Semangat persatuan dan nasionalisme harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat," katanya.
Pembentangan bendera Merah Putih di atas Bengawan Solo tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, namun tetap sarat makna.
Bagi warga Desa Kendal, Merah Putih yang membentang sepanjang 180 meter itu bukan sekadar kain bendera, melainkan simbol persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Melalui aksi tersebut, warga ingin menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan, memperkuat nasionalisme, serta meneruskan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.