Juventus sepekan jelang start: apa yang berjalan dan apa yang belum, antara lapangan dan bursa transfer
Hendra Wijaya August 17, 2026 05:13 PM

Juventus tinggal sepekan lagi dari laga pembuka mereka di Serie A 2026-27. Pada Minggu 23 Agustus pukul 18.30, Juventus asuhan Luciano Spalletti akan bertandang ke markas Frosinone dalam pertandingan resmi pertama musim baru. Besok, Juve masih akan menjalani uji coba musim panas terakhir, yakni laga internal melawan Juventus Next Gen, lalu hitung mundur menuju Minggu depan benar-benar dimulai. Dengan tujuh hari tersisa sebelum debut, berikut gambaran apa yang sudah berfungsi dan apa yang belum di Juventus, baik di atas lapangan maupun di bursa transfer.

Lapangan, yang berjalan baik

Pertahanan Juventus menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan, sementara lini tengah dan lini serang belum sebaik itu. Sepanjang rangkaian laga persahabatan, mereka memberi sangat sedikit peluang kepada lawan, dan dalam enam pertandingan hanya kebobolan dua gol, semuanya saat menghadapi Inter. Di lini tengah, Douglas Luiz termasuk salah satu pemain terbaik sepanjang pramusim ini dan, jika tidak ada kejutan, tampaknya akan mempertahankan tempatnya. Rekrutan baru Celik juga memperlihatkan kepribadian kuat serta efektivitas, sedangkan di area depan pemain yang paling tajam dan paling berinisiatif adalah Conceicao.

Di lapangan, yang belum berjalan

Posisi penjaga gawang masih menjadi titik lemah, terutama jika membahas Di Gregorio. Baik dia maupun Perin sebenarnya tidak terlalu sibuk saat menghadapi lawan-lawannya, tetapi mantan kiper Monza itu kebobolan dua-satunya gol yang masuk ke gawang Juventus sepanjang pramusim, keduanya saat melawan Inter, dengan dua faktor yang makin memperburuk penilaian: untuk gol Dimarco ia terlambat menjatuhkan diri, sementara pada gol Diouf ia melakukan upaya penyelamatan yang canggung dan nyaris malah mendorong bola masuk ke gawangnya sendiri. Pemahaman antara Alajbegovic dan Yildiz juga masih perlu dipoles, meski hal itu jelas masih wajar: risikonya, keduanya bisa saling mengganggu karena sama-sama senang menempati area lapangan yang serupa. Terakhir, ada masalah nyata yang juga dimiliki Juventus musim lalu: mereka tidak punya penyerang tengah kotak penalti, dan Kolo Muani bukan tipe itu.

Bursa transfer, yang berjalan baik

Juventus terutama memperkuat diri di lini belakang, tempat Celik dan Lucumí tampak sebagai dua kepastian. Mantan pemain Roma itu menawarkan fleksibilitas dan bisa mengisi beberapa peran, sebuah karakteristik yang sangat disukai para pelatih. Sementara itu, mantan pemain Bologna tersebut adalah rekrutan yang menjamin fisik dan pengalaman, serta melengkapi kelompok bek tengah berkaki kiri, dengan jaminan yang di atas kertas lebih kuat dibanding Kelly. Terakhir, Alajbegovic merupakan investasi yang sangat penting untuk masa depan, dan ia juga tipe pemain yang bisa kembali menyalakan antusiasme suporter setelah bertahun-tahun melihat perekrutan mahal yang berujung mengecewakan.

Bursa transfer, yang belum berjalan

Daftar hal yang tidak berjalan di bursa transfer cukup panjang. Pertama adalah persoalan penjaga gawang, dan situasinya mulai tampak seperti sesuatu yang tidak masuk akal. Setelah sempat mendekati Alisson, Svilar, dan Dibu Martinez, sambil terus menempatkan Vicario sebagai alternatif, Juventus tiba-tiba beralih ke Suzuki. Negosiasi itu lalu menjadi rumit dan akhirnya gagal. Dalam beberapa jam terakhir, rumor kembali mengarah pada Martinez, tetapi faktanya tetap sama: pada 16 Agustus, satu pekan sebelum pekan pembuka musim liga, Juventus masih belum memiliki kiper utama baru. Padahal, itulah yang seharusnya menjadi hal pertama yang mereka bereskan di bursa transfer.

Lalu ada lini tengah. Mereka masih kekurangan gelandang pengatur permainan dari posisi dalam, dan tampaknya Juventus bisa saja kembali mencoba mendaur ulang Douglas Luiz untuk peran tersebut. Mereka juga masih belum menemukan pengganti Vlahovic, dan itu bukan Kolo Muani. Penyerang asal Prancis itu adalah striker yang bagus dan perekrutan yang bagus, tetapi ia suka bergerak ke seluruh garis depan. Ia bukan penyerang tengah kotak penalti.

Terakhir ada bab pemain surplus: setelah urusan Openda beres, skuad Juventus masih memuat daftar panjang pemain yang ingin dilepas klub, tetapi karena berbagai alasan—harga transfer terlalu tinggi, gaji terlalu tinggi, atau minim peminat—berisiko sulit dipindahkan: Di Gregorio, Rugani, Kooomeiners, Arthur, Milik, Zhegrova, dan David.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.