Okupansi Hotel di Kawasan Sanur pada Agustus 2026 Capai 90 Persen, PHRI: Market Australia dan Eropa
Ngurah Adi Kusuma August 17, 2026 05:25 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Okupansi atau tingkat hunian hotel di kawasan Sanur Denpasar menunjukkan tren positif di bulan Agustus 2026 ini.

Dimana, tingkat okupansi pada Agustus 2026 diperkirakan mencapai 85 hingga 90 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua PHRI Denpasar yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia menyebut, pasar Australia dan Eropa masih menjadi salah satu penopang utama kunjungan wisatawan ke Sanur.

Baca juga: Tindaklanjuti Arahan Presiden, Pemkot Denpasar Lakukan Efisiensi dan Prioritaskan Tiga Sektor Dasar

"Kami perform sangat baik tahun ini dengan market Australia dan Eropa yang jadi base kami,”

“Mudah-mudahan tidak ada lagi perang, mudah-mudahan tidak mengganggu banyak harga-harga di ticketing dan perjalanan-perjalanan dinas mulai," ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut perlu dijaga melalui promosi yang konsisten. 

Terlebih, Sanur saat ini telah mengalami berbagai pembenahan yang dinilai perlu terus dikomunikasikan kepada wisatawan maupun pasar pariwisata internasional.

Baca juga: PHRI Bali Catat Okupansi Hotel Agustus Capai 80 Persen, Sanur Tertinggi Hampir 90 Persen

"Walaupun sedang ramai, promosi harus ada, apalagi Sanur ini kan sudah berbenah,”

“Berbenah di jalan, sudah ada parkir. Ini kan perlu disampaikan ke market, perlu disampaikan ke calon-calon wisman, kepada partner-partner travel agent atau tour operator," katanya.

Ia menyebut promosi dapat dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari branding, advertising hingga sales mission. 

Di sisi lain, ia juga mendorong agar berbagai kegiatan masyarakat Sanur dikemas sehingga mampu menjadi bagian dari daya tarik wisata.

Gusde berharap pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga momentum positif pariwisata Sanur.

"Kami berharap baik pemerintah semua itu ya tetap berkolaborasi dengan baik seperti itu,” katanya.

Gusde mengatakan perkembangan Sanur saat ini merupakan hasil dari kemampuan masyarakat menjaga karakter dan kehidupan lokal di tengah pertumbuhan pariwisata. 

Baca juga: Walikota Jaya Negara Pimpin Apel HUT ke-81 RI di Lumintang Denpasar, Sampaikan Duka Musibah NTT

Menurutnya, Sanur yang dahulu merupakan kawasan sederhana dengan kehidupan masyarakat yang bertumpu pada sektor nelayan dan pertanian, kini telah berkembang menjadi destinasi premium.

Ia menilai kekuatan komunitas menjadi salah satu modal penting dalam perkembangan Sanur. 

Kehidupan masyarakat, tokoh-tokoh lokal, puri, griya hingga kelembagaan disebut tetap berjalan beriringan dengan perkembangan pariwisata.

Konsep pengembangan Sanur juga tetap diarahkan pada karakter kawasan sebagai destinasi hijau dan wellness. 

Ia menilai geliat pariwisata seharusnya tidak menghilangkan kehidupan masyarakat lokal, tetapi justru memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

"Karena 80-58 persen pengusaha di Sanur itu masih orang Sanur itu sendiri,” ungkapnya.

Sementara terkait okupansi yang diperkirakan mencapai 85 hingga 90 persen dilihatnya sebagai momentum positif bagi Sanur untuk terus mempertahankan pertumbuhan pariwisata tanpa meninggalkan identitas masyarakat lokalnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.