Amanat Menteri Agama saat HUT RI ke-81: Teknologi Boleh Maju, Akhlak Tak Boleh Tertinggal
Siti Fatimah August 17, 2026 05:32 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, M.Si., membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Hadir para Kepala Bidang Kanwil Kemenag Jabar, para Pembimas,  Para Katim, Kepala Madrasah MAN 2 , para Guru MAN 2 Bandung serta ASN Kanwil Kemenag Jabar 

Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Parkir Timur Kanwil Kemenag Jabar, Jalan Jenderal Sudirman No. 644, Bandung, dan diikuti jajaran pejabat, ASN, serta pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu bangsa.

“Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan,” demikian pesan Menteri Agama yang dibacakan Kakanwil Kemenag Jabar.

Menteri Agama juga mengingatkan bahwa para tokoh agama dan umat dari berbagai agama memiliki peran penting dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, tugas generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan melalui ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian. Kerukunan Modal Dasar Pembangunan

Dalam amanat tersebut, Menteri Agama menekankan bahwa Indonesia menjadi bangsa yang besar karena keberagamannya. Oleh karena itu, kerukunan umat beragama menjadi modal dasar pembangunan nasional.

“Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju,” tegasnya.

Menteri Agama menyampaikan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, sekaligus menjadi capaian tertinggi. 

Sementara itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama tahun 2025 mencapai 84,61.

Capaian tersebut, menurutnya, harus disyukuri sekaligus dijaga bersama. 

Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk bermusuhan, dan agama tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh.

“Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” pesannya.

Menteri Agama juga menegaskan bahwa rumah ibadah harus menjadi tempat yang menenteramkan. Demikian pula madrasah, pesantren, majelis taklim, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, dan ruang kajian keagamaan harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak.

 

Pendidikan dan Teknologi Harus Berpijak pada Kemanusiaan

Menteri Agama menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus mendorong pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk karakter.

Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, Kementerian Agama berupaya melahirkan peserta didik yang berkarakter dan toleran. 

Sementara melalui Program Ekoteologi, didorong aksi nyata pelestarian alam untuk mendukung Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi perhatian. Menurut Menteri Agama, AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap bijaksana.

“Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” pesannya.

Kementerian Agama, lanjutnya, harus memperkuat literasi digital sekaligus literasi keagamaan di tengah era post-truth, ketika informasi palsu dapat terlihat seperti kebenaran.

“Jangan sampai kemajuan teknologi membuat manusia kehilangan hati nurani,” tegasnya.

Setiap Kebijakan Harus Terasa Manfaatnya

Menteri Agama juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama agar tidak bekerja sekadar menyelesaikan program, tetapi benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat.

Saat ini, lebih dari 11,8 juta siswa dan santri telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. 

Lebih dari 5,1 juta siswa binaan Kementerian Agama menerima manfaat Program Indonesia Pintar. 

Sementara peningkatan kompetensi guru dan dosen melalui pendidikan profesi disebut meningkat hingga 700 persen.

“Tentu, di balik setiap angka ada manusia. Ada anak yang sedang bermimpi. Ada guru yang sedang mengabdi. Ada keluarga yang sedang berharap,” demikian amanat Menteri Agama.

Karena itu, setiap kebijakan harus terasa manfaatnya, setiap rupiah anggaran harus kembali kepada umat, dan setiap pelayanan harus memberikan kemudahan.

Agama Hadir untuk Kemaslahatan

Mengisi kemerdekaan, menurut Menteri Agama, juga berarti menjadikan nilai-nilai agama sebagai kekuatan sosial.

Pada 2025, penghimpunan zakat mencapai Rp44,6 triliun dan memberikan dampak kepada lebih dari 149 juta penerima manfaat. Filantropi keagamaan lainnya juga terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi umat yang memberdayakan.

“Inilah agama yang hadir, yang tidak hanya bicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga mengajak seluruh peserta upacara mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah agar diberikan ketabahan, kesembuhan, serta percepatan pemulihan.

 

Menjaga Amanah Kemerdekaan

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk mengisi kemerdekaan dengan kesungguhan, ketulusan, kerukunan, penguasaan teknologi yang tetap menjunjung etika, serta menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.

“Jika dahulu mereka bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas.”

Menteri Agama menegaskan bahwa bangsa besar tidak hanya dibangun oleh ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewariskan Indonesia yang lebih maju, lebih rukun, dan lebih bermartabat.

“Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Barat berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum bagi seluruh ASN untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga persatuan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan umat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.