TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Penanganan dampak bencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara masih terus dilakukan hingga memasuki hari ke-32, Sabtu (15/8/2026).
Tim Pos Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Krayan Selatan melaporkan, kondisi cuaca di wilayah tersebut pada Sabtu secara umum cerah dengan suhu berkisar 17 hingga 26 derajat Celsius.
Di tengah kondisi cuaca yang cukup mendukung, upaya pemulihan darurat akses jalan yang mengalami kerusakan terus dikebut.
Perbaikan dilakukan di sejumlah titik sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Lembudud, Krayan Barat, hingga Long Layu, Krayan Selatan.
Baca juga: Masih Masa Tanggap Darurat Longsor, Warga Krayan Selatan Dihantui Ancaman Kekeringan
Kepala Sub Bidang BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan pekerjaan perbaikan darurat dilakukan dari dua arah untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat.
Dari arah Long Layu menuju barat, pekerjaan menggunakan satu unit excavator milik Kecamatan Krayan Selatan.
Sementara dari arah Lembudud menuju selatan, perbaikan dilakukan menggunakan excavator milik pengusaha yang turut memberikan dukungan dalam penanganan darurat tersebut.
"Perbaikan darurat jalan masih terus berjalan di beberapa titik sepanjang jalan Lembudud Krayan Barat sampai Long Layu Krayan Selatan," ujarnya.
Perhatian terhadap kondisi akses jalan di wilayah terdampak juga ditunjukkan dengan kunjungan langsung Bupati Nunukan bersama Kapolres Nunukan dan rombongan ke lapangan.
Mereka meninjau pelaksanaan pekerjaan perbaikan darurat jalan sekaligus melihat kondisi akses yang hingga kini masih dalam tahap pemulihan.
Kehadiran pimpinan daerah di lokasi menjadi bagian dari pemantauan penanganan dampak bencana yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Baca juga: Update Longsor Krayan Selatan Nunukan: Bantuan ke 460 KK Tuntas, Jalan Mulai Bisa Dilalui Mobil
Sementara itu, Pos Lapangan TDB Krayan Selatan terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
Koordinasi dilakukan bersama unsur Forkopimcam, kepala desa hingga relawan masyarakat.
Tim juga melakukan monitoring terhadap pekerjaan fisik perbaikan jalan serta pemantauan kondisi cuaca secara rutin.
Selain pemantauan secara visual, petugas mengikuti perkembangan prakiraan cuaca melalui laman BMKG sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca yang dapat memengaruhi proses pemulihan.
Setiap perkembangan situasi dan penanganan di lapangan juga dilaporkan kepada unsur pimpinan di tingkat kabupaten, Pusdalops BNPB serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Listrik Masih Terbatas
Di tengah proses pemulihan akses jalan, masyarakat di wilayah Krayan Selatan juga masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.
Hasanuddin menyebut, hingga Sabtu (15/8/2026), listrik PLN masih menyala secara terbatas.
Pasokan listrik hanya tersedia sekitar empat jam setiap hari, yakni pada malam hari mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita.
Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di wilayah tersebut.
"PLN hingga saat ini masih menyala sekitar empat jam dan hanya di malam hari sejak pukul 18.00 sampai 22.00 Wita mengingat kondisi BBM yang masih sangat terbatas," jelasnya.
Dalam penanganan bencana ini, personel yang terlibat tidak hanya berasal dari BPBD Kabupaten Nunukan.
Tim BPBD Pos Kecamatan Krayan Selatan, Krayan dan Krayan Timur turut terlibat bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri serta relawan masyarakat.
Memasuki hari ke-32, pemulihan akses jalan menjadi salah satu pekerjaan utama untuk memastikan konektivitas masyarakat di wilayah Krayan Selatan
kembali berfungsi secara bertahap.
Kondisi cuaca yang cerah diharapkan dapat mendukung proses pekerjaan darurat di sejumlah titik jalan yang masih mengalami kerusakan.
Namun, pemantauan cuaca dan kesiapsiagaan tetap dilakukan mengingat wilayah tersebut masih berada dalam masa tanggap darurat bencana tanah longsor.
(*)
Penulis: Fatimah Majid