- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilaporkan mencatat 1.624 gempa bumi susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut tercatat hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB.
Gempa susulan memiliki magnitudo M1,3 hingga M6,2.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 gempa memiliki magnitudo di atas M5.
Sementara itu, 59 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa utama terjadi di wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Gempa tersebut memiliki magnitudo M7,7 berdasarkan parameter pemutakhiran.
Gempa dangkal itu memicu tsunami di sejumlah wilayah sekitar Flores.
Hasil pengamatan stasiun pasang surut juga menunjukkan tsunami terjadi di 16 lokasi.
Lokasi tersebut tersebar di empat provinsi, yakni NTT, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan pemantauan sementara dan informasi lapangan, gempa Flores M7,7 menimbulkan dampak serius.
Sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 137 orang mengalami luka-luka.
Kerusakan juga terjadi di sejumlah wilayah.
Dampak paling banyak dilaporkan di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka dan Maumere.
Tingkat kerusakan bangunan bervariasi. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada.
Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Masyarakat juga diminta mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.
BMKG dilaporkan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan pemutakhiran informasi juga akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat dan pihak terkait.