Dari Kedalaman Goa Luweng Ombo, Bupati Pacitan Mas Aji Kibarkan Semangat Merah Putih
Samsul Arifin August 17, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berlangsung dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Bukan di kompleks pemerintahan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memilih turun hingga kedalaman sekitar 110 meter di Goa Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, untuk memimpin upacara kemerdekaan, Senin (17/8/2026) pagi.

Di tengah ruang alam yang gelap dan dikelilingi bebatuan, Merah Putih berukuran raksasa turut dihadirkan.

Bendera berukuran 22 x 17 meter dikibarkan di mulut Goa Luweng Ombo, menjadi bagian dari peringatan Detik-Detik Proklamasi yang digelar bersama tim ekspedisi dan para caver.

Goa Luweng Ombo sendiri merupakan ruang alam yang menyimpan tantangan, sejarah, sekaligus kekayaan geologi Pacitan.

Lokasi tersebut dipilih bukan sekadar sebagai tempat pelaksanaan upacara, tetapi juga untuk menyampaikan pesan tentang cara memaknai kemerdekaan melalui eksplorasi dan upaya mengenali kekayaan alam Indonesia.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bahkan turut turun ke dalam goa hingga kedalaman sekitar 110 meter untuk memimpin upacara bersama tim ekspedisi dan para caver.

Tak hanya itu, Bendera Merah Putih raksasa berukuran 22 x 17 meter dikibarkan di mulut Goa Luweng Ombo.

Pemandangan tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang keberanian menjelajah, menjaga alam, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan mengenalkan potensi Nusantara kepada dunia.

Baca juga: 113 PNS Pemkab Pacitan Terima Satya Lancana Karya Satya, Ada yang Mengabdi 30 Tahun

Pesan Kemerdekaan dari Perut Bumi Pacitan

Momen tersebut menjadi bagian dari Gahvara Yava Expedition 2026, yang melibatkan Tim Ekspedisi Merah Putih, peneliti BRIN, para caver Nusantara, peserta Pacitan Merdeka Rur 2026, hingga masyarakat setempat.

“Dari permukaan hingga kedalaman bumi, dari pantai hingga pegunungan-Pacitan mengibarkan semangat Indonesia,” ungkap Mas Aji—sapaan akrab—Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, Senin siang.

Kehadiran Mas Aji di Goa Luweng Ombo justru dimaksudkan untuk memberikan pesan yang lebih luas mengenai arti kemerdekaan.

“Luweng Ombo menjadi simbol yang kuat untuk pesan tersebut. Di balik bentang alam Pacitan yang selama ini dikenal masyarakat, masih tersimpan ruang-ruang yang belum sepenuhnya terungkap,” paparnya.

Mas Aji menjelaskan penelusuran para caver Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki kemampuan, keberanian, pengetahuan, dan sumber daya manusia untuk mengenali kekayaan negerinya sendiri.

Oleh karena itu, peringatan Detik-Detik Proklamasi di Luweng Ombo diharapkan menjadi penghormatan sekaligus kepada para pejuang yang dahulu merebut kemerdekaan dan generasi Indonesia hari ini yang mengisi kemerdekaan melalui ilmu pengetahuan, eksplorasi, konservasi, serta karya nyata.

“Momen kemerdekaan dari dalam goa ini menjadi pengingat bahwa masih banyak kekayaan Indonesia yang perlu dikenali, dipelajari, dan dijaga. Semangat kemerdekaan juga harus hadir melalui karya dan pengetahuan,” ujar Mas Aji.

Menjaga Alam sebagai Bentuk Cinta Indonesia

Menurut Mas Aji, keberadaan para penjelajah dan peneliti di Luweng Ombo bukan sekadar menghadirkan kegiatan petualangan. Eksplorasi tersebut memiliki nilai penting untuk memperluas pengetahuan mengenai kekayaan alam Pacitan sekaligus mendukung upaya konservasi.

“Kehadiran saya di Luweng Ombo pada momentum 17 Agustus membawa sebuah pesan sederhana: mencintai Indonesia juga berarti mengenali dan menjaga setiap jengkal kekayaan yang dititipkan di bumi Indonesia,” katanya.

Momentum ini, jelas dia, juga menjadi bentuk penghormatan kepada para penjelajah dan peneliti Indonesia yang terlibat dalam Gahvara Yava Expedition 2026.

“Keberanian mereka memasuki lorong-lorong bumi bukan semata aktivitas petualangan, melainkan bagian dari usaha menghasilkan pengetahuan, dokumentasi, dan data yang kelak dapat memberikan manfaat bagi konservasi, mitigasi, pendidikan, maupun pengembangan potensi daerah secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Upacara di Pendopo Tetap Berlangsung

Di sisi lain, halaman Pendopo Pemkab Pacitan tetap menjadi lokasi upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara berlangsung tertib dan khidmat sesuai ketentuan, dengan perangkat daerah dan jajaran terkait menjalankan tugas sebagaimana telah direncanakan.

Untuk upacara di Pendopo Pemkab Pacitan, kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah.

Sementara Mas Aji tetap menjadi Inspektur Upacara saat penurunan bendera di Pendopo Pacitan pada sore hari.

Dengan demikian, pelaksanaan upacara di Goa Luweng Ombo tidak menggantikan agenda resmi di Pendopo Pemkab Pacitan. Keduanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Pacitan.

Gahvara Yava Expedition 2026

Untuk diketahui, Gahvara Yava Expedition 2026 yang dilaksanakan pada 9-19 Agustus 2026 merupakan ekspedisi penelusuran sistem Goa Luweng Ombo.

Ekspedisi tersebut melibatkan para penjelajah gua Indonesia terlatih serta peneliti dari BRIN. Mereka membawa misi eksplorasi, ilmu pengetahuan, pemetaan, konservasi, dan dokumentasi kekayaan bentang alam karst Pacitan yang nantinya akan dibuat menjadi film dokumenter.

Ekspedisi ini juga menggandeng National Geographic Indonesia dan KompasTV sebagai media partner.

Peringatan kemerdekaan dari Luweng Ombo sekaligus diharapkan menjadi simbol bahwa semangat Merah Putih dapat hadir di mana pun anak bangsa berkarya, baik di ruang-ruang pemerintahan, di tengah masyarakat, di puncak gunung, di laut, bahkan di kedalaman bumi Nusantara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.