AJI Pangkalpinang Gandeng Komunitas Lingkungan Lestarikan Mangrove
Ajie Gusti Prabowo August 17, 2026 06:50 PM

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pangkalpinang, melakukan penanaman mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hakok, Kelurahan Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (15/8) pagi. Kegiatan ini turut berkolaborasi dengan beberapa komunitas pecinta lingkungan seperti Yayasan Kelekak Hijau Lestari, Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Semesta Lestari Project dan Komunitas Pelawan Babel.

Ketua AJI Pangkalpinang, Hendra mengatakan, kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-32 AJI dan Hari Konservasi Alam Nasional. "Momennya juga tepat karena kondisi mangrove di Bangka Belitung sebagian besar sudah rusak. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa. Tapi ini tentang apa yang bisa kita perbuat. Walau gerakan kecil, tetap memberi pengaruh bagi lingkungan," kata Hendra.

Hendra memastikan, kegiatan pelestarian lingkungan akan terus digerakkan AJI dengan memberikan dukungan dan bantuan kepada seluruh pihak yang memiliki satu komitmen dan semangat untuk melestarikan lingkungan Bangka Belitung.

"Kita juga terbuka untuk memberikan edukasi soal lingkungan dan membantu jurnalis, mahasiswa maupun masyarakat untuk menulis keberlangsungan hidup lingkungan melalui sebuah karya tulisan," jelasnya.

Ketua Yayasan Kelekak Hijau Lestari, Barlyanto turut prihatin dengan tingkat kepedulian terhadap lingkungan yang masih sangat minim. Padahal kerusakan lingkungan yang terjadi, kata dia, sudah tersebar di mana-mana akibat pertambangan yang sudah berlangsung lama.

"Jadi kegiatan penanaman mangrove yang kita lakukan ini adalah titik awal untuk melakukan gerakan pelestarian lingkungan lain maupun berkolaborasi dengan beberapa komunitas lingkungan," kata Barlyanto.

Barlyanto menyebutkan, jika pihaknya siap untuk mengelola lahan yang sudah rusak untuk kembali dipulihkan dengan melakukan berbagai upaya penyelamatan unsur tanah, tumbuhan hingga satwa.

"Selain menanam, kita juga akan berupaya untuk melakukan pembibitan. Jadi tidak hanya sekedar menanam-menanam terus ditinggal. Kita tidak seperti itu karena kita mau ada kelanjutan. Ini bukan akhir, melainkan awal untuk kita melakukan kegiatan yang lebih besar lagi. Dan saya yakin dan percaya kalau teman-teman terus berkomitmen, kita bisa sukses dalam melakukan konservasi," pungkasnya. (v1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.