TRIBUNNEWSMAKER.COM - Alun-alun Bandung kembali dibuka untuk umum setelah rampung menjalani proses revitalisasi.
Pembukaan ruang terbuka publik tersebut berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Momen tersebut langsung disambut antusias oleh masyarakat yang datang untuk menikmati suasana baru Alun-alun Bandung.
Pantauan Tribun Jabar di lokasi, warga dari berbagai kalangan tampak memenuhi sejumlah area di kawasan tersebut.
Sebagian pengunjung terlihat berswafoto untuk mengabadikan momen setelah Alun-alun Bandung kembali dibuka.
Ada pula warga yang memilih duduk santai dan botram bersama keluarga maupun kerabat.
Sementara itu, anak-anak tampak leluasa bermain dan berlarian di area Alun-alun Bandung.
Sejumlah anak bahkan terlihat asyik bermain bola di tengah suasana yang ramai dan meriah.
Pembukaan Alun-alun Bandung dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Suasana semakin semarak setelah masyarakat yang hadir dihibur dengan pertunjukan musik secara langsung.
Meski menyambut baik wajah baru Alun-alun Bandung, sejumlah pengunjung berharap fasilitas penunjang turut ditambah.
Salah satunya adalah tempat duduk yang lebih teduh agar masyarakat semakin nyaman menikmati ruang publik tersebut.
Baca juga: Setelah Lama Ditutup, Alun-Alun Bandung Jawa Barat Akhirnya Dibuka Permanen, Ini Aturan Barunya
Suasana di Alun-alun Bandung tampak meriah saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membuka secara resmi tempat rekreasi ini. Orang nomor satu di Kota Kembang tersebut langsung berbincang dengan masyarakat, kemudian mereka dihibur dengan live musik.
"Sekarang sudah lebih bagus dan rapi, tapi kelihatannya biasa saja. Semoga dibuka terus, ada acara kayak gini dan lebih banyak acara yang lain," ujar pengunjung asal Medan, Febrina (22) saat ditemui di Alun-alun Bandung, Senin (17/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Febrina pun memberikan masukan kepada Pemkot Bandung agar ke depan bisa menambah beberapa fasilitas Alun-alun Bandung supaya pengunjung yang ingin rekreasi sambil bersantai bisa lebih nyaman.
"Mungkin harus ditambah tempat duduk yang lebih teduh karena sekarang agak panas," katanya.
Pengunjung yang lainnya, Zilvia (23) mengatakan, bahwa Alun-alun Bandung memang harus ditambah beberapa fasilitas terutama tempat duduk agar pengunjung bisa lebih betah ketika berada di tempat tersebut.
"Kalau publik space kayak gini emang harus ada tempat yang lebih nyaman. Tapi ini punyak banyak manfaat, tapi kalau kurang tempat duduk harus diperbaiki untuk ke depannya," ucap Zilvia.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, untuk saat ini Alun-alun Bandung tersebut memang sudah kembali bisa digunakan oleh semua masyarakat karena proses revitalisasi sudah rampung dilaksankan.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah bisa meresmikan kembali Alun-Alun Bandung yang sejak Januari lalu saya evaluasi. Sekarang sudah siap untuk digunakan kembali oleh masyarakat," kata Farhan.
Revitalisasi Alun-alun Bandung dengan anggaran Rp 4 miliar dari APBD Kota Bandung itu dimulai sejak 11 Agustus 2025 dan sempat dibuka pada akhir Desember, tetapi setelah itu ditutup kembali karena guiding block terlepas.
Selama ditutup, Alun-alun Bandung sudah beberapa kali digunakan secara terbatas untuk kegiatan tertentu atas permintaan dari pihak penyelenggara. Namun, mulai 17 Agustus 2026 ini dipastikan akan dibuka secara penuh.
Bandara Husein Sastranegara kembali dibuka dan disambut positif oleh Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat.
Kembali beroperasinya bandara tersebut dinilai menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Akses udara ini diharapkan mampu kembali mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah ke Kota Bandung.
Pemkot Bandung bahkan telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memaksimalkan peluang tersebut.
Salah satunya dengan menggandeng pelaku industri pariwisata untuk membuat berbagai paket wisata.
Paket tersebut nantinya akan menghubungkan wisatawan dengan sejumlah destinasi unggulan di Kota Bandung.
Tak hanya tempat wisata, kawasan heritage hingga pusat kuliner juga akan masuk dalam paket perjalanan.
Konsep ini diharapkan membuat wisatawan lebih mudah menikmati berbagai daya tarik Kota Bandung.
Terlebih, kunjungan wisatawan ke Kota Bandung terus menunjukkan tren peningkatan sejak 2021.
Pada 2026, Pemkot Bandung menargetkan kunjungan wisatawan mencapai sekitar 9 juta orang.
Reaktivasi Bandara Husein pun dinilai dapat membantu mengejar target kunjungan tersebut.
Lantas, seperti apa strategi Pemkot Bandung memanfaatkan kembali Bandara Husein untuk menggerakkan pariwisata?
Baca juga: Berubah Drastis Usai Ditegur KDM, Camat Coblong Bandung Turun ke Jalan: Dago Dibersihkan dari PKL
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, mengatakan keberadaan Bandara Husein memiliki posisi penting karena Bandung menjadi salah satu pintu masuk wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.
“Kita selalu berharap mudah-mudahan bukan hanya Bandung saja, Jawa Barat khususnya. Dengan direaktivasi bandara ini, sudah barang tentu memberikan dampak ekonomi maupun pariwisata,” kata Irwan, kepada Tribun Jabar, Sabtu (15/8/2026).
Karena itu, kembali beroperasinya bandara diharapkan dapat menghidupkan lagi arus kedatangan wisatawan melalui jalur udara.
“Ini menjadi salah satu pintu kedatangan ke Kota Bandung, Jawa Barat melalui jalur udara. Yang dulunya memang memberikan dampak yang positif dan berdampak banget untuk perekonomian maupun pariwisata,” ujarnya.
Dia mengatakan jumlah wisatawan ke Kota Bandung juga terus menunjukkan pertumbuhan sejak pandemi Covid-19 mulai mereda. Ia menyebut peningkatan terjadi setiap tahun sejak 2021.
Adapun untuk 2026, ia menyebut target kunjungan wisatawan ke Kota Bandung berada di angka sekitar 9 juta orang dalam setahun.
“Kalau dari pertumbuhan sih tiap tahun kita mengalami peningkatan. Pascacovid dari tahun 2021, setiap tahun memang ada peningkatan. Kalau tidak salah target tahun sekarang itu 2026, 9 juta sekian,” katanya.
Pihaknya optimistis target tersebut bisa semakin terbantu dengan kembali dibukanya akses udara menuju Bandung.
“Mudah-mudahan dengan adanya dibuka pintu masuk ke Kota Bandung melalui jalur udara ini pasti akan berdampak banyak,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan kedatangan wisatawan, Pemkot Bandung juga akan mendorong agar reaktivasi Bandara Husein terhubung dengan berbagai destinasi wisata yang ada di Kota Bandung.
Irwan mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Badan Promosi Kota Bandung yang melibatkan sejumlah unsur industri pariwisata, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pelaku jasa pariwisata, hingga biro perjalanan wisata.
“Dengan adanya dibuka bandara ini pasti banyak dibuatkan paket-paket wisata,” katanya.
Menurut Irwan, konsep paket wisata nantinya bisa disesuaikan dengan akses masuk wisatawan.
"Selama ini, wisatawan yang datang menggunakan kereta api dapat diarahkan ke sejumlah destinasi, termasuk kawasan wisata heritage," imbuhnya.
Hal serupa, kata dia, dapat diterapkan bagi wisatawan yang datang melalui Bandara Husein. Paket wisata dapat menghubungkan bandara dengan berbagai destinasi, termasuk tempat kuliner dan kawasan wisata yang menjadi daya tarik Kota Bandung.
“Kalau dari bandara juga pasti nanti ada paket-paket wisata lainnya,” ujarnya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto/TribunJabar)