TRIBUNNEWSMAKER.COM - Alun-Alun Bandung akhirnya kembali dibuka untuk masyarakat secara permanen setelah menjalani revitalisasi.
Ruang terbuka publik yang menjadi salah satu ikon Kota Bandung itu resmi dibuka kembali pada Senin (17/8/2026).
Wajah Alun-Alun Bandung kini terlihat berbeda dengan pagar baru dan sejumlah ornamen yang telah terpasang.
Begitu dibuka, kawasan tersebut langsung ramai dipadati warga yang ingin menikmati suasana baru.
Sejumlah pengunjung terlihat bersantai, berfoto hingga menggelar botram bersama keluarga di sekitar alun-alun.
Namun, dibukanya kembali Alun-Alun Bandung juga disertai sejumlah aturan yang harus dipatuhi masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan kebersihan dan ketertiban menjadi perhatian utama Pemkot Bandung.
DPKP bersama Kelurahan Balonggede diminta membentuk tim khusus untuk memastikan kawasan tetap bersih.
Masyarakat juga akan terus diedukasi agar ikut menjaga kebersihan serta fasilitas yang tersedia.
Di sisi lain, Pemkot Bandung memberikan aturan tegas bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.
PKL diperbolehkan berjualan di luar area alun-alun, tetapi dilarang masuk ke dalam taman.
Selain itu, Alun-Alun Bandung tidak dibuka selama 24 jam, melainkan hanya pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Baca juga: Bukan Cuma Jalan Utama, Dinsos Bandung Jabar Sisir Gang Kecil dan Jaring 70 Tunawisma: Penertiban
Seperti diketahui, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, untuk menjaga alun-alun ini pihaknya sudah memberikan pesan kepada pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dan Lurah Balonggede agar mereka membentuk sebuah tim.
"Tim yang memang bertugas melakukan pembersihan. Selain itu, kita harus terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan di taman dan kawasan alun-alun ini," ujar Farhan, Senin (17/8/2026).
Untuk saat ini pintu masuk ke area dalam alun-alun hanya satu yang dibuka. Namun, Farhan memastikan terkait akses ini nantinya akan diatur secara teknis oleh DPKP dan pihak kelurahan demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Bandung juga menjadi perhatian Pemkot Bandung. Farhan menegaskan, semua PKL tidak diperbolehkan masuk ke dalam area alun-alun ini.
"PKL tidak boleh masuk ke dalam taman, kita harus memastikan aturan itu jelas. Di luar boleh, tetapi tetap mengikuti peraturan dari kewilayahan dan akan diatur oleh Bu Lurah," katanya.
Di sisi lain, Farhan mempersilakan masyarakat untuk manfaatkan ruang terbuka publik ini karena alun-alun merupakan warisan dari para pendiri Kota Bandung yang harus betul-betul dimanfaatkan sebagai ruang terbuka.
"Masyarakat mau bermain, mau botram, mau piknik, silakan. Tetapi tetap ikuti peraturan, terutama mengenai hal-hal yang sangat penting seperti kebersihan dan ketertiban," ucap Farhan.
Farhan mengatakan, pihaknya ingin alun-alun ini bisa menjadi tempat yang selalu membuat seluruh warga Kota Bandung bahagia dan dapat dinikmati secara gratis, tetapi tidak akan dibuka selama 24 jam penuh.
"Alun-alun dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Kenapa waktu itu alun-alun ditutup? karena dari Desember sampai Januari banyak keluhan yang belum selesai, maka saya tutup dulu untuk diperbaiki," ujarnya.
Atas hal tersebut, dia berharap untuk saat ini tidak ada lagi yang perlu diperbaiki agar alun-alun dibuka secara permanen dan bisa terus dimanfaatkan masyarakat.
Bandara Husein Sastranegara kembali dibuka dan disambut positif oleh Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat.
Kembali beroperasinya bandara tersebut dinilai menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Akses udara ini diharapkan mampu kembali mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah ke Kota Bandung.
Pemkot Bandung bahkan telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memaksimalkan peluang tersebut.
Salah satunya dengan menggandeng pelaku industri pariwisata untuk membuat berbagai paket wisata.
Paket tersebut nantinya akan menghubungkan wisatawan dengan sejumlah destinasi unggulan di Kota Bandung.
Tak hanya tempat wisata, kawasan heritage hingga pusat kuliner juga akan masuk dalam paket perjalanan.
Konsep ini diharapkan membuat wisatawan lebih mudah menikmati berbagai daya tarik Kota Bandung.
Terlebih, kunjungan wisatawan ke Kota Bandung terus menunjukkan tren peningkatan sejak 2021.
Pada 2026, Pemkot Bandung menargetkan kunjungan wisatawan mencapai sekitar 9 juta orang.
Reaktivasi Bandara Husein pun dinilai dapat membantu mengejar target kunjungan tersebut.
Lantas, seperti apa strategi Pemkot Bandung memanfaatkan kembali Bandara Husein untuk menggerakkan pariwisata?
Baca juga: Berubah Drastis Usai Ditegur KDM, Camat Coblong Bandung Turun ke Jalan: Dago Dibersihkan dari PKL
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, mengatakan keberadaan Bandara Husein memiliki posisi penting karena Bandung menjadi salah satu pintu masuk wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.
“Kita selalu berharap mudah-mudahan bukan hanya Bandung saja, Jawa Barat khususnya. Dengan direaktivasi bandara ini, sudah barang tentu memberikan dampak ekonomi maupun pariwisata,” kata Irwan, kepada Tribun Jabar, Sabtu (15/8/2026).
Karena itu, kembali beroperasinya bandara diharapkan dapat menghidupkan lagi arus kedatangan wisatawan melalui jalur udara.
“Ini menjadi salah satu pintu kedatangan ke Kota Bandung, Jawa Barat melalui jalur udara. Yang dulunya memang memberikan dampak yang positif dan berdampak banget untuk perekonomian maupun pariwisata,” ujarnya.
Dia mengatakan jumlah wisatawan ke Kota Bandung juga terus menunjukkan pertumbuhan sejak pandemi Covid-19 mulai mereda. Ia menyebut peningkatan terjadi setiap tahun sejak 2021.
Adapun untuk 2026, ia menyebut target kunjungan wisatawan ke Kota Bandung berada di angka sekitar 9 juta orang dalam setahun.
“Kalau dari pertumbuhan sih tiap tahun kita mengalami peningkatan. Pascacovid dari tahun 2021, setiap tahun memang ada peningkatan. Kalau tidak salah target tahun sekarang itu 2026, 9 juta sekian,” katanya.
Pihaknya optimistis target tersebut bisa semakin terbantu dengan kembali dibukanya akses udara menuju Bandung.
“Mudah-mudahan dengan adanya dibuka pintu masuk ke Kota Bandung melalui jalur udara ini pasti akan berdampak banyak,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan kedatangan wisatawan, Pemkot Bandung juga akan mendorong agar reaktivasi Bandara Husein terhubung dengan berbagai destinasi wisata yang ada di Kota Bandung.
Irwan mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Badan Promosi Kota Bandung yang melibatkan sejumlah unsur industri pariwisata, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pelaku jasa pariwisata, hingga biro perjalanan wisata.
“Dengan adanya dibuka bandara ini pasti banyak dibuatkan paket-paket wisata,” katanya.
Menurut Irwan, konsep paket wisata nantinya bisa disesuaikan dengan akses masuk wisatawan.
"Selama ini, wisatawan yang datang menggunakan kereta api dapat diarahkan ke sejumlah destinasi, termasuk kawasan wisata heritage," imbuhnya.
Hal serupa, kata dia, dapat diterapkan bagi wisatawan yang datang melalui Bandara Husein. Paket wisata dapat menghubungkan bandara dengan berbagai destinasi, termasuk tempat kuliner dan kawasan wisata yang menjadi daya tarik Kota Bandung.
“Kalau dari bandara juga pasti nanti ada paket-paket wisata lainnya,” ujarnya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto/TribunJabar)