Arumi Bachsin dan Wagub Jatim Emil Kompak Kenakan Baju Adat Dayak di Upacara HUT ke-81 RI
Pipit Maulidya August 17, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Arumi Bachsin tampil mencuri perhatian saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu hadir bersama Emil dan ketiga anak mereka dengan mengenakan pakaian adat Dayak Kenyah dari Kalimantan Timur.

Pilihan busana tersebut menjadi cara Arumi untuk mengenalkan sekaligus mengeksplorasi keberagaman budaya Indonesia melalui momentum peringatan Hari Kemerdekaan.

“Ini kostum Dayak, lebih khususnya Dayak Kenyah Kalimantan Timur,” kata Arumi saat diwawancara media usai upacara.

Arumi mengatakan, dirinya memang sengaja mengenakan pakaian adat yang berbeda setiap mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya, momen 17 Agustus menjadi kesempatan untuk mengenal dan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sebenarnya mau yang berbeda saja gitu. Di setiap kegiatan aku banyak pakai kebaya, terutama kebaya Jatim. Dan dari tahun ke tahun memang kalau upacara 17-an itu kan memang salah satu kesempatan untuk bisa eksplor budaya lain gitu,” jelasnya.

Baca juga: Hendak Demo Saat 17 Agustus, Kapolres Mojokerto Rangkul Mahasiswa Jaga Kondusivitas

Pada peringatan tahun lalu, Arumi memilih pakaian adat dari daerah asalnya, Palembang. Sementara untuk upacara pada sore hari, ia biasanya mengenakan pakaian adat Jawa, khususnya Jawa Timur.

Tahun ini, Arumi menjatuhkan pilihan pada pakaian adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur. Ia mengaku tertarik dengan berbagai detail busana tersebut, termasuk ornamen bulu yang menjadi salah satu ciri khasnya.

“Jadi aku coba kalau tahun lalu dari kampung asal, Palembang, tapi sorenya selalu pakai Jawa. Nanti sore juga kita pakai Jawa, Jawa Timur. Tahun ini coba Dayak, sebenarnya simpel sih, saya ingin yang ada bulunya, terus kan emang bagus gitu, dia berbeda payetnya tuh beda sama payet Jawa,” ungkapnya.

“Buat saya ini pertama kali, jadi ya saya coba karena ngelihat setiap upacara ada yang pakai baju Dayak bagus dan kelihatan simpel gitu,” sambung Arumi.

Sudah Lama Ingin Mengenakan Pakaian Adat Dayak

Arumi mengungkapkan, keinginannya mengenakan pakaian adat Dayak sebenarnya sudah ada sejak lama.

Namun, keinginan tersebut baru terealisasi saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini.

“Idenya kayaknya pengin pakai Dayak sudah lama. Tapi masih jadi atau nggak, jadi atau nggak,” bebernya.

Menurut Arumi, persiapan busana tersebut juga tidak membutuhkan waktu lama. Bagian sarung telah tersedia sehingga mereka hanya perlu menyiapkan bagian dasarnya.

“Tapi niat kita persiapkan nggak terlalu lama karena ini sebenarnya sudah jadi, jadi sarungnya sudah jadi, kita tinggal bikin dasarnya aja,” imbuhnya.

Selain berbicara mengenai pakaian adat, Arumi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Jawa Timur pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, terutama di tengah derasnya arus informasi pada era digital.

Arumi menilai kemudahan masyarakat dalam mendapatkan informasi juga perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap isu-isu provokatif yang dapat memicu perpecahan.

“Jaga persatuan kalau buat saya. Karena kita kan udah terbuka banget ya terutama di era digital. Isu-isu yang provokatif itu lebih gampang lagi untuk membakar, terutama anak-anak mudanya,” tandasnya.

Ia berharap semangat persatuan tetap tumbuh dan menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai isu provokatif di tengah keberagaman.

“Nah, mudah-mudahan semangat persatuan ini tetap ada untuk melawan isu provokatif,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.