Bantuan Gempa di NTT Mulai Dikirim dari Surabaya Lewat Jalur Laut, KM Tidar Angkut 200 Koli Logistik
Sudarma Adi August 17, 2026 07:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (17/8/2026) malam.

Pengiriman perdana tersebut diangkut menggunakan kapal penumpang KM Tidar milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI) yang lepas sandar dari Terminal Gapura Surya Nusantara sekitar pukul 22.00 WIB.

Bantuan yang dihimpun meliputi beras, minyak goreng, popok bayi, biskuit, serta kebutuhan darurat lainnya untuk didistribusikan langsung ke wilayah terdampak di Pulau Flores dan sekitarnya.

Baca juga: Update Gempa M 7,7 Flores NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 54 Orang, 5 Ribu Warga Mengungsi

"Pemberangkatan bantuan kemanusiaan ini merupakan yang pertama kali menggunakan KM Tidar. Kurang lebih ada 200 koli bantuan logistik yang akan kami turunkan di Pelabuhan Maumere," ujar Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI, Hana Suhardi.

Dijadwalkan Tiba Rabu Malam di Maumere

KM Tidar diperkirakan berlabuh di Pelabuhan Maumere pada Rabu (19/8/2026) pukul 20.00 WITA.

Kapal ini menempuh rute reguler yang melintasi Makassar, Baubau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang.

Guna mempercepat penyaluran logistik susulan, PT PELNI juga membuka posko penerimaan bantuan di seluruh cabang dengan berkolaborasi bersama KSOP, Pelindo, dan KUPP setempat.

Selain KM Tidar, lima kapal reguler PELNI lainnya disyiapkan untuk memperlancar distribusi bantuan, yakni KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, KM Binaiya, dan KM Awu.

"Frekuensi pengiriman bantuan akan kami sesuaikan dengan jadwal reguler masing-masing kapal yang menyinggahi pelabuhan di NTT, seperti Maumere, Larantuka, Labuan Bajo, dan Ende," tambah Hana.

Rute Pelayaran Dipastikan Aman dan Kondusif

Kapten KM Tidar, Noviansyah Syafrudin, mengonfirmasi pihaknya telah berkoordinasi erat dengan agen PELNI serta otoritas di setiap pelabuhan tujuan.

Ia memastikan alur pelayaran serta kondisi pelabuhan singgah seperti Larantuka, Lewoleba, dan Kupang berada dalam situasi kondusif untuk proses pembongkaran muatan bantuan.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang menyalurkan bantuannya lewat KM Tidar. Seluruh jajaran siap mengawal bantuan ini agar sampai dengan aman tepat waktu di lokasi bencana," pungkas Noviansyah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.