Momen Wakil Gubernur Bengkulu Mian Cium Merah Putih saat Penurunan Bendera
Rita Lismini August 17, 2026 07:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ada momen menarik dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Bengkulu.

Momen itu terjadi pada saat penurunan Bendera Merah Putih di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, Senin (17/8/2026) sore.

Dimana, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menunjukkan rasa cinta dan penghormatannya kepada Tanah Air dengan mencium bendera Merah Putih.

Hal itu dilakukan saat Pembawa Baki dari Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bengkulu 2026 yakni Aliffany Gustika yang merupakan siswi SMAN 1 Bengkulu Selatan.

Ia membawa Bendera merah putih setelah diturunkan dari tiang bendera, ia berjalan bersama pasukan lainnya ke Wakil Gubernur Bengkulu, Mian saat menuju mimbar.

Aksi tersebut dilakukan Mian sebagai bentuk simbolis untuk membangkitkan sekaligus mengingatkan kembali semangat nasionalisme masyarakat di tengah momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Mian, semangat nasionalisme tidak cukup hanya ditunjukkan saat perayaan HUT Kemerdekaan.

Semangat tersebut, kata dia, harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mian menilai bendera Merah Putih memiliki makna penting sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia.

Karena itu, mencium Merah Putih yang dilakukannya merupakan bentuk kecintaan terhadap Indonesia sekaligus pesan kepada masyarakat agar terus menjaga persatuan dan kesatuan.

“Semangat nasionalisme kita harus kita tunjukkan dan terus menerus,” ujar Mian saat diwawancarai wartawan di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, Senin (17/8/2026).

Mian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Bengkulu.

Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari upacara pengibaran bendera hingga kegiatan setelahnya, berjalan dengan lancar dan sukses.

Mian berharap semangat kemerdekaan tahun ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Momentum HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan menjaga keutuhan bangsa.

Terlebih, tema kemerdekaan Indonesia tahun ini mengandung semangat menuju Indonesia yang berdaulat serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Menurut Mian, semangat tersebut juga harus diwujudkan di Provinsi Bengkulu melalui kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Ia mengajak masyarakat Bengkulu memperkuat persatuan meski terdapat berbagai perbedaan di tengah kehidupan sosial.

Selain berbicara mengenai nasionalisme, Mian turut mengingatkan bahwa Bengkulu memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Bengkulu merupakan daerah yang pernah menjadi tempat pengasingan sekaligus bagian penting dalam perjalanan hidup Ibu Fatmawati Soekarno, sosok yang dikenal sebagai penjahit Bendera Pusaka Merah Putih.

Karena itu, semangat Merah Putih dinilai memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Bengkulu.

Mian berharap masyarakat dapat menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai kesempatan untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada bangsa, mempererat persaudaraan dan bersama-sama membangun Bengkulu.

“Merakit persatuan dan kesatuan dengan Bumi Merah Putih. Bukti cinta kita juga kepada istri proklamator kita yang berasal dari Bengkulu, Ibu Fatmawati Soekarno,” kata Mian.

Bagi Mian, menjaga nasionalisme merupakan tanggung jawab bersama. Semangat tersebut perlu diwariskan kepada generasi muda agar nilai perjuangan para pendahulu bangsa tetap hidup dan menjadi landasan dalam membangun Indonesia ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.