Klarifikasi Kepala SPPG Karo Berastagi Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG: Kami Siap Terima Sanksi
Rita Lismini August 17, 2026 07:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Kepala SPPG Karo Berastagi Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Eky Faisal Zendrato akhirnya buka suara setelah ratusan siswa terdampak dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Eky menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa maupun orang tua yang terdampak kejadian tersebut.

Permintaan maaf itu disampaikan Eky melalui sebuah video yang diunggah akun TikTok @karodailyid.id pada Minggu (16/8/2026).

Dalam video tersebut, Eky mengaku pihaknya sedang menjalani proses pemeriksaan terkait kejadian yang terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Yayasan Bersama.

Ia juga menyatakan pihak SPPG siap menerima sanksi apabila nantinya diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak yang melakukan pemeriksaan.

"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak-Ibu semua. Kami dari SPPG Karo Berastagi Sempajaya memohon maaf atas kejadian yang terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan di SMA Yayasan Bersama," ujar Eky dalam video tersebut.

Ia secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak serta orang tua mereka.

"Di sini saya memohon maaf kepada seluruh adik-adik saya, siswa yang mengalami kejadian ini dan yang terdampak dari kejadian ini," katanya.

"Di sini saya memohon maaf, tidak ada sedikit pun harapan kami ini terjadi. Terkhusus untuk orang tua adik-adik kami, saya memohon maaf Bapak/Ibu sudah menyebabkan kondisi seperti ini terhadap adik-adik ke kami," lanjutnya.

Janji Berbenah

Eky mengatakan kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi pihaknya.

Ia memastikan SPPG Karo Berastagi Sempajaya akan melakukan pembenahan dan memperbaiki pelayanan ke depannya.

"Ke depannya kami akan berbenah. Ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi kami. Kami akan memperbaiki pelayanan kami berikutnya," ujarnya.

Eky juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menjalani proses pemeriksaan terkait kejadian tersebut.

"Adapun saat ini kami sedang menjalankan proses pemeriksaan terkait kejadian ini," katanya.

Ia kemudian menyatakan kesiapan pihaknya menerima sanksi apabila hasil pemeriksaan nantinya menetapkan adanya sanksi.

"Adapun nanti hasil dan sanksi yang akan diberikan kepada kami dari BGN maupun dari pihak-pihak yang melakukan pemeriksaan, kami siap menerima sanksi yang diberikan," tegas Eky.

Netizen Soroti Permintaan Maaf

Video permintaan maaf kepala SPPG Karo Berastagi tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari netizen.

Sejumlah netizen meminta agar kejadian tersebut tidak hanya diselesaikan dengan permintaan maaf.

"Tutup lah SPPG-nya. Jangan toleran. Nyawa taruhannya," tulis seorang netizen.

Netizen lainnya meminta pengelola SPPG lebih memperketat pengawasan terhadap makanan yang diberikan kepada siswa.

"Para ka SPPG, betul-betul lah kalian mengawasi makanan, lihat waktu masak hingga pendistribusiannya," tulis netizen.

Ada pula netizen yang mempertanyakan penanganan terhadap siswa yang terdampak, termasuk mengenai biaya perawatan.

"Terlalu gampang minta maaf, lalu bagaimana dengan proses pemulihan mereka dan biaya mereka di RS siapa yang menanggung," tulis netizen.

Komentar lain bahkan meminta agar program MBG dihentikan sementara.

"Gal ada lagi ke depannya diperbaiki, mending diberhentikan saja MBG," tulis netizen.

"Mintak maaf sah-sah aja. Tapi proses hukum tetap ditegakkan, agar jadi pembelajaran bagi dapur-dapur yang lain," tulis netizen lainnya.

Sementara itu, ada pula netizen yang menyoroti perlunya pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

"Seenaknya aja bah minta maaf, coba yang terjadi pada anaknya pasti sibuk buat laporan," tulis seorang netizen.

Kepala BGN Ungkap Temuan Sementara

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, dari hasil investigasi sementara pihaknya, sebanyak 200-300 ikan untuk Makanan Bergizi Gratis (MBG) jadi penyebab siswa di Karo mengalami  keracunan makanan. 

Dijelaskan Sudaryono, seharusnya ikan tersebut dimasukkan ke tempat pendingin makanan (Freezer), namun saat itu ikan berada di luar pendingin makanan kurang lebih 10-12 jam. 

Sudaryono memastikan, investigasi dugaan keracunan makanan dari MBG di Karo diserahkan ke pihak berwajib.

"Invesitigasi sementara adanya kelalaian ada pada pengelolahan bagian bahan baku ikan. sebagian besar  dimasukkan dalam freezer.

Tetapi ada sekitar 200-300 ikan tidak masuk ke frezer selama kurun waktu kurang lebih 12 jam,"jelasnya usai menjenguk  satu diantara siswa Karo yang keracunan MBG  di RS Haji Medan,"Minggu (16/8/2026). 

Menurutnya, meletakkan ikan basah diluar pendingin makanan adalah kebodohan, dan kelalaian.

"Ikan basah tidak ditarok ke dalam freezer mohon maaf, itu suatu kebodohan dan kelalaian,"ucapnya.

Ditegaskannya, kepada seluruh Kepala BGN dan jajaran untuk tidak lalai dalam mengelola bahan baku makanan.

"Jika tidak mampu, mohon maaf mundurkan diri saja. Saya akan lakukan pemecatan secara tegas agar ini tidak terulang kembali. Saya sudah beri peringatan secara berulang,"tegasnya.

Diakuinya, angka dugaan siswa mengalami keracunan MBG itu menurun, namun ia berharap, tidak ada kasus yang serupa. 

"Saya sudah berusaha untuk penekanan. Dan sudah mengalami penurunan. Tapi saya ingin hal baru, saya butuh nol bukan penurunan  (angka siswa keracunan MBG,"ucapnya. 

Menurutnya, siswa yang  sempat mengalami kondisi kritis, sudah mulai membaik. Ia minta pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan melakukan pengawsan ketat terhadap pasien tersebut.

"Hari ini saya ke RS Haji karena mau lihat kondisi Siswa Karo yang berada di PICU  kondisinya sudah berangsur baik. Saya minta direktur untuk kabarin semua kondisinya secara berkala ke kami,"jelasnya.

Diakuinya, atas kejadian ini ia cukup merasah marah dan sedih. Sebab, ada ratusan siswa yang mengalami keracunan MBG.

"Ini nyawa seseorang. Bayangkan itu perasaan saya sedih antara marah dengan keadaan dan sedih.  Maka dari itu kami akan selesaikan masalah ini dan menyerahkan investigasi kepada pihak berwajib,"Ucapnya.

Dikatakannya, untuk seluruh SPPG, agar tidak ada terjadi kelalaian hal serupa lagi. Karena ini, cukup menbahayakan siswa. 

"Tidak boleh ada kelalaian  kita berusaha untuk memastikan memberikan yang terbaik,"jelasnya.

Siswa korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo Sumut, trauma hingga tak mau lagi disuguhkan MBG pada hari mendatang.

Begitulah pengakuan Aldi Prayoga satu dari ratusan siswa yang menjadi korban keracunan MBG.

Dia  menjalani perawatan di RSU Kabanjahe, pada Jumat (14/8/2026).

 Aldi mengaku masih mengalami trauma akibat kondisi kesehatannya yang memburuk pasca menyantap menu MBG. 

"Trauma bang," ujar Aldi.

Bahkan, ia mengaku nantinya setelah sehat dan bisa kembali bersekolah dirinya sudah enggan kembali menyantap menu makanan dari MBG.

Katanya, ke depan ia berencana akan membawa bekal dari rumah untuk santap siang di sekolah ataupun membeli makanan di sekolah agar tetap bisa memenuhi tenaganya yang bersekolah hingga sore. 

"Enggak mau lagi (makan MBG), bontot aja nanti paling," ungkapnya. 

Diketahui sekitar 255 siswa SMAN 1 Berastagi menjadi korban keracunan yang diduga dari menu MBG.

Khusus untuk kelas Aldi, diketahui dari 36 orang siswa sebanyak 12 orang menjadi korban keracunan ini. 

Dijelaskan Aldi, saat di sekolah ia awalnya mengalami gatal di bagian dalam leher, selanjutnya menjalar hingga merasakan mual dan pusing.

Tak sampai di situ, dirinya mengaku juga mengalami sakit di bagian perut namun saat di sekolah masih bisa tertahankan.

Bahkan, ia masih sempat membantu mengevakuasi temannya yang mengalami kondisi lebih parah. 

"Pas di sekolah itu masih bisa tertahan, tapi sudah di rumah sekitar beberapa jam sakit lagi perut kaya ditekan. Karena enggak tahan, makanya dibawa langsung ke rumah sakit," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.