TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca sejumlah destinasi pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) yang berlaku Senin, 17 Agustus 2026.
Secara umum, cuaca di destinasi wisata yang dipantau BMKG diprakirakan cerah berawan pada pagi, siang, malam hingga dini hari.
Suhu udara bervariasi, dengan suhu tertinggi mencapai 37 derajat Celsius di Danau Linow.
Baca juga: Info Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara Besok Selasa 18 Agustus 2026
Sementara kecepatan angin tertinggi mencapai 42 km/jam di Selat Lembeh.
BMKG juga mencatat waktu matahari terbit pukul 05.40 WITA dan matahari terbenam pukul 17.50 WITA.
Danau Linow — Suhu 20–37°C, angin 16 km/jam.
Air Terjun Kali — Suhu 22–33°C, angin 10 km/jam.
Danau Tondano — Suhu 20–31°C, angin 39 km/jam.
Gunung Tumpa — Suhu 22–33°C, angin 39 km/jam.
Selat Lembeh — Suhu 22–32°C, angin 42 km/jam.
Bukit Doa Mahawu — Suhu 20–31°C, angin 16 km/jam.
Cagar Alam Tangkoko — Suhu 22–32°C, angin 39 km/jam.
Puncak Pusunge — Suhu 22–32°C, angin 39 km/jam.
Taman Nasional Bunaken — Suhu 22–33°C, angin 16 km/jam.
Pulau Lihaga — Suhu 22–33°C, angin 39 km/jam.
Pulau Sara — Suhu 22–32°C, angin 39 km/jam.
Kawasan Pantai Likupang — Suhu 22–33°C, angin 39 km/jam.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini