TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - 17 Agustus 2026 ini Republik Indonesia genap berumur 81 tahun usai merdeka pada 17 Agustus 1945. Masyarakat pun melakukan berbagai kegiatan untuk merayakan momen kemerdekaan ini, termasuk di Kulon Progo.
Namun di balik semua perayaan itu, ada keresahan dalam diri masyarakat. Sebab mereka merasa kondisi saat ini tidak sesuai dengan jargon merdeka yang digaungkan oleh para pejabat.
"Rasanya belum merdeka, soalnya sekarang ini apa-apa rasanya semakin susah," kata D, seorang pedagang kuliner di Alun-alun Wates, Kulon Progo saat ditemui pada Senin (17/08/2026).
D adalah seorang ibu rumah tangga yang berupaya memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan berjualan di Alun-alun Wates. Penghasilan suami tak sepenuhnya bisa memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.
Ia kini harus dihadapkan dengan harga bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan berjualan yang serba mahal. Nahasnya, jajanan ringan dan minuman yang ia jual justru kini sepi pembeli.
Sebab masyarakat sendiri saat ini juga memilih menahan pengeluaran dengan kondisi harga kebutuhan yang naik. D sebagai pedagang pun terkena imbas, sebab penghasilannya dari berjualan jadi turun, sedangkan ia sendiri punya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
"Mau tidak mau ya akhirnya ngutang ke orang, biar bisa bertahan hidup dan berjualan," ujar warga Wates ini.
Tak hanya harus memenuhi kebutuhan rumah tangga, D bersama suami juga harus mampu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya. Ia pun harus pintar-pintar berhemat agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah dan gizi mereka tetap terpenuhi di rumah.
Ia menilai kemerdekaan harusnya ada kesejahteraan bagi masyarakat, dengan penghasilan yang cukup serta mampu memenuhi kebutuhan pokok. Ia ingin hal-hal tersebut jadi perhatian para pejabat di roda pemerintahan.
"Harapannya ya kesejahteraan rakyat lebih diperhatikan," kata D.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Jo, seorang pedagang kuliner keliling. Ia tak bisa bekerja dengan layak karena terbatasnya kesempatan yang dimiliki, namun berjualan pun kini tak banyak memberi penghasilan.
Menurutnya, untuk cari penghasilan kecil saja sudah susah, begitu juga untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara harga bahan pokok malah melonjak terus-menerus.
"Mau jualan pun harus keluar modal besar karena harga bahan pokok naik semua," ungkap Jo.
Menurutnya, merdeka berarti sejahtera dan ada rasa aman dan nyaman bagi warga seperti dirinya. Ia berharap ada kemudahan dalam mencari pekerjaan atau setidaknya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (alx)