Kejuaraan Dunia 2026 - Juara Dunia Itu Pilihan Tuhan, Seminggu Lebih Alwi Farhan Pelajari Undian
Ardhianto Wahyu August 17, 2026 06:33 PM

PBSI
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berpose setelah memenangkan pertandingan babak pertama Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, 17 Agustus 2026.

BOLASPORT.COM - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan melihat buah pertama dari persiapannya jelang Kejuaraan Dunia 2026. Babak 64 besar berhasil dilewati setelah menebak permainan lawannya.

Alwi Farhan tidak benar-benar buta saat mengalahkan Yoo Tae-bin (Korea Selatan) dalam babak pertama Kejuaraan Dunia 2026.

Kemenangan dengan skor 21-17, 21-12 diamankan Alwi dalam pertandingan yang digelar di Indira Gandhi Indoor Stadium di New Delhi, India, Selasa (17/8/2026).

Pertandingan awalnya berjalan tidak mudah.

Pada gim pertama Yoo Tae-bin makin percaya diri setelah membalikkan keadaan jelang interval. Namun, Alwi dapat memegang kendali begitu momentum direbutnya lagi.

Dalam keterangan yang dibagikan PBSI, Alwi mengungkapkan kemenangannya tadi merupakan hasil dari riset mengenai calon-calon lawannya.

Yoo Tae-bin tak terkecuali. Sebagai informasi, dia baru-baru ini naik ke peringkat 49 dunia setelah final beruntun di Taipei Open dan Korea Masters.

"Alhamdulillah memang sudah dipersiapkan dari sebelum-sebelumnya. Ada waktu seminggu lebih saya rasa untuk mempelajari undian dan itu bagus buat saya," kata Alwi.

"Jadi memang tadi sudah antisipasi, bahkan saya sangat hafal dia mau berbuat seperti apa."

"Ini bagian dari persiapan yang saya lakukan dan ada hasilnya, saya harap bisa menjaga standar ini untuk pertandingan berikutnya," tambahnya.

Alwi membawa ekspektasi lebih untuk penampilan keduanya di Kejuaraan Dunia.

Tahun lalu lolos dari daftar cadangan, kali ini pemain asal Surakarta ini datang sebagai salah satu unggulan berkat posisinya di 16 besar ranking dunia.

Lawan yang relatif mudah akan dihadapi Alwi di babak kedua. Dia akan menghadapi pemenang laga Le Duc Phat (Vietnam) vs Joakim Oldorff (Finlandia).

Peluang Alwi juga terbuka karena lawan-lawan tersulit di setiap babak adalah pemain yang pernah dikalahkannya.

Di babak 16 besar, Alwi berpotensi untuk langsung bersua favorit juara, Shi Yu Qi (China). Namun, dia pernah menyingkirkan Shi di fase yang sama saat Singapore Open, Mei lalu.

Demikian pula Chou Tien Chen (Taiwan) dan Anders Antonsen (Denmark) yang secara berurutan menjadi adangan terbesar di perempat final dan semifinal.

PR terbesar barangkali ada di final.

Berada di paruh atas bagan, Alwi harus siap untuk tantangan unggulan kedua, Kunlavut Vitdsarn (Thailand), yang selalu mengalahkannya dalam total empat pertemuan (3 kali rubber game).

Alwi sendiri secara tersirat mengatakan bahwa dirinya harus memantaskan diri terlebih dahulu sebelum berbicara soal menjadi Juara Dunia.

Sebagai informasi, belum ada tunggal putra Juara Dunia lagi dari Indonesia sejak Taufik Hidayat pada 2005, tahun terakhir sebelum sistem skor reli 3x21 diterapkan.

"Kejuaraan Dunia adalah salah satu major event yang sakral," ucap Alwi.

"Menurut saya yang bisa juara adalah orang-orang yang dipilih Tuhan dengan segala usahanya yang sudah diusahakan."

"Jadi ya saya mencoba memantaskan diri untuk bisa berada di sana."

Alwi kini memiliki waktu istirahat satu hari untuk mengatur ulang fisik dan pikirannya sebelum laga babak kedua pada Rabu (19/8/2026).

"Besok ada waktu istirahat tapi pastinya dari pikirannya, dari mentalitasnya, dari kemauannya, dari keinginan dan jaga badannya, pola makan dan tidurnya semua harus diperhatikan."

"Saya akan fokus dari hari ke hari untuk bisa melakukan recovery secepatnya," tandasnya.

PEMETAAN LAWAN TERKUAT DI SETIAP BABAK KEJUARAAN DUNIA 2026

Alwi Farhan (Unggulan Ke-11)

  • 64 Besar: Yoo Tae-bin (Korea Selatan)*
  • 32 Besar: Le Duc Phat (Vietnam)
  • 16 Besar: Shi Yu Qi (China/1)
  • Perempat final: Chou Tien Chen (Taiwan/8)
  • Semifinal: Anders Antonsen (Denmark/4)
  • Final: Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.