Napas Sempat Berat karena Gugup, Jeevika Tuntaskan Tugas sebagai Pembawa Baki Paskibra Belitung
Asmadi Pandapotan Siregar August 17, 2026 06:38 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Rasa gugup sempat dirasakan Jeevika Elvaretta ketika melangkah menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Pangkal Lalang pada Senin (17/8/2026).

Siswi kelas XI SMA Keluarga Universal Tanjungpandan itu mengaku napasnya sempat terasa berat karena tegang.

Namun, Jeevika berusaha mengendalikan rasa gugup tersebut dan tetap fokus hingga akhirnya berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik di hadapan peserta upacara dan para tamu undangan.

"Perasaannya senang dan bangga karena bisa menjalankan tugas sebagai pembawa baki dengan baik," kata Jeevika saat ditemui usai upacara.

Sama seperti rekan lainnya, Jeevika juga melewati masa karantina di bawah binaan tim pelatih sekitar dua pekan.

Selama masa karantina itu, anak kedua dari pasangan Andi dan Ivonny Susan itu menjalani latihan ketat.

Dua hari lalu, Jeevika dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara pagi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Saat mulai bertugas memang ada rasa gugup. Napas juga sempat terasa agak sulit karena tegang. Tetapi saya berusaha tetap percaya diri dan fokus menjalankan tugas," ujarnya.

Rasa tegang semakin terasa ketika dirinya harus naik ke podium untuk menjalankan tugas.

Meski demikian, Jeevika berusaha tetap tenang hingga seluruh rangkaian tugas selesai.

"Apalagi ketika naik ke podium, rasa gugup memang ada, tetapi saya tetap berusaha tenang sampai tugas selesai," katanya.

Menjadi bagian dari Paskibra juga memberikan pengalaman baru bagi dirinya sekaligus menjadi motivasi untuk mengejar cita-cita.

Dara yang tinggal di Jalan Air Kelubi, Kecamatan Tanjungpandan itu bercita-cita menjadi psikolog.

"Cita-cita saya ingin menjadi psikolog karena saya terinspirasi dari beberapa orang," ungkapnya.

Sementara itu, Ivonny Susan ibu Jeevika hadir di podium undangan menyaksikan anaknya menjalankan tugas.

Ia tak menampik rasa bangga sangat terasa ketika derap langkah tegap anaknya menghentak tanah Stadion Pangkal Lalang. 

"Saya bangga sekali melihat anak saya bisa menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara pagi ini," kata Ivonny.

Sebagai orang tua, Ivonny mengaku ikut merasakan ketegangan ketika melihat putrinya menjalankan tugas, terutama saat Jeevika harus menaiki dan menuruni tangga podium.

"Tadi saya menonton dari kursi paling depan. Sebagai orang tua tentu rasanya deg-degan sekali, apalagi saat melihat dia naik dan turun tangga," ujarnya.

Ivonny mengatakan, dirinya baru mengetahui Jeevika dipercaya menjadi pembawa baki beberapa hari sebelum pelaksanaan upacara.

Sebelumnya, Jeevika mengikuti berbagai proses latihan dan persiapan sebagai anggota Paskibraka hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas tersebut.

"Saya baru mengetahui Jeevika dipercaya menjadi pembawa baki beberapa hari yang lalu, setelah mengikuti proses latihan dan persiapan Paskibraka," katanya.

Momen kebanggaan itu semakin terasa ketika Ivonny dan Jeevika mendapat kesempatan berfoto bersama Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat saat rangkaian pengukuhan Paskibra.

"Tadi saya juga sempat berfoto bersama Bupati dan anak saya. Bagi saya, itu menjadi momen yang sangat membanggakan," ungkap Ivonny.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh Jeevika selama menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keberanian dan kepercayaan dirinya.

"Sebagai orang tua, saya tentu sangat bangga melihat keberanian dan kepercayaan dirinya. Apalagi dia bisa menjalankan tugas di hadapan banyak orang dan menyelesaikannya dengan baik," katanya. (posbelitung.co/dede suhendar) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.