Iran Klaim 3 Pilot Hilang Jadi Tahanan di Qatar
Ansari Hasyim August 17, 2026 06:39 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan Iran dan Qatar kembali mencuat setelah Teheran menyatakan tiga pilot Iran yang hilang dalam sebuah operasi militer kini dianggap sebagai tahanan di Qatar.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya akan terus menganggap ketiga pilot tersebut sebagai tahanan hingga Qatar memberikan kejelasan mengenai nasib mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Teheran sangat berkepentingan mendapatkan kepastian mengenai keberadaan ketiga pilot tersebut.

Baca juga: AS Kerahkan Kapal Induk USS George Washington Gantikan USS Lincoln yang Lelah Berperang di Iran

“Sangat penting untuk mendapatkan klarifikasi mengenai situasi mereka,” kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan, Senin.

“Sampai situasi pilot diklarifikasi, kami menganggap mereka tahanan dan tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk menjelaskan nasib mereka.”

Hilang Setelah Serangan ke Pangkalan AS

Iran sebelumnya mengatakan sejumlah pilot hilang setelah menjalankan operasi terhadap Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika Serikat di Qatar pada 2 Maret, tak lama setelah perang AS-Israel melawan Iran pecah.

Iran sebelumnya menyebut satu pilot tewas dan tiga lainnya hilang setelah operasi tersebut.

Namun, pada Sabtu, otoritas Iran untuk pertama kalinya menuduh bahwa ketiga pilot yang hilang tersebut telah ditangkap dan ditahan di Qatar.

Tuduhan itu langsung dibantah Doha.

Pemerintah Qatar menegaskan tidak pernah menahan pilot Iran tersebut.

Qatar bahkan mengatakan telah mengundang pihak Iran untuk mendapatkan penjelasan mengenai operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan pada April.

Namun, menurut Doha, undangan tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak Iran.

Iran Tawarkan Hadiah untuk Tangkap Tentara AS

Di tengah sengketa mengenai nasib ketiga pilot tersebut, Iran juga meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat.

Militer Iran sebelumnya mengumumkan hadiah 30.000 dolar AS atau sekitar Rp500 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap atau membunuh personel militer Amerika.

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengatakan tawaran tersebut dibuat setelah muncul banyak permintaan dari masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi.

Hadiah tersebut bahkan dilipatgandakan bagi perempuan Iran yang berhasil melakukan aksi serupa.

“Perempuan Iran pemberani yang melakukan tindakan seperti itu akan menerima hadiah dua kali lipat,” ujarnya.

Dengan demikian, hadiah bagi perempuan dapat mencapai sekitar 60.000 dolar AS.

Hatami tidak menjelaskan secara rinci di mana atau kapan aksi penangkapan tersebut diharapkan terjadi.

“Amerika Harus Pergi”

Hatami juga kembali menyerukan agar pasukan Amerika Serikat meninggalkan Timur Tengah.

Ia memperingatkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan militer AS kembali membangun posisi seperti sebelum perang, termasuk di wilayah strategis sekitar Iran.

Menurut Hatami, Amerika tidak lagi diperbolehkan memasuki Teluk Persia, Laut Oman maupun Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Teheran masih mempertahankan sikap keras terhadap keberadaan militer AS di kawasan, terutama di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.

Perang Belum Benar-Benar Berakhir

Perang antara Iran dan Amerika Serikat dimulai pada 28 Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Pertempuran besar kemudian dihentikan melalui gencatan senjata pada April setelah hampir 40 hari konflik.

Kerangka perundingan damai yang disusun pada Juni sempat membuka peluang penyelesaian, tetapi proses tersebut akhirnya gagal.

Sejak itu, Iran dan Amerika Serikat masih terlibat dalam baku tembak secara sporadis, terutama di wilayah Iran bagian selatan dan sekitar Selat Hormuz.

Sementara kontak tidak langsung melalui mediator masih berlangsung, belum terlihat tanda-tanda terobosan diplomatik yang mampu mengakhiri ketegangan secara permanen.

Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan sebelum Selat Hormuz dibuka kembali, termasuk persoalan kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Di tengah situasi tersebut, nasib tiga pilot Iran yang hilang kini menjadi persoalan baru yang berpotensi memperumit hubungan Teheran dengan Qatar sekaligus menambah ketegangan Iran-Amerika di kawasan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.