Ditinggal Orang Tua Sejak Kecil, Anak Yatim Piatu Berhasil Jadi Paskibraka Tingkat Kabupaten Bogor
Vivi Febrianti August 17, 2026 07:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebanyak 60 siswa terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Bogor.

Puluhan pelajar tersebut bertugas mengibarkan bendera merah putih pada HUT ke-81 RI di Alun-alun Kabupaten Bogor.

Mengenakan seragam berwarna putih-putih yang begitu nampak gagah, mereka berasal dari wilayah dan latar belakang yang berbeda-beda.

Mereka disatukan oleh tekad dan semangat yang sama untuk mengibarkan sang saka merah putih pada 17 Agustus 2026.

Seperti halnya, Keisha M Ardana yang menjadi salah satu putra-putri terbaik Kabupaten Bogor untuk bertugas di Hari Kemerdekaan ke-81.

Ia berhasil lolos dari berbagai tahapan seleksi sehingga berhasil menjadi yanh terbaik dari yang terbaik hingga dikukuhkan menjadi Paskibraka.

Di balik kesuksesannya, pelajar SMKS Nurul Hikmah Jonggol itu memiliki perjalanan hidup yang begitu berat.

Pasalnya, ia merupakan yatim piatu yang telah ditinggal oleh kedua orang tuanya untuk selama-lamanya.

Ayahnya telah meninggal dunia saat ia masih berusia enam tahun, sedangkan ibunya meninggal dunia ketika Keisha berusia 13 tahun.

Sementara itu, selama ini wanita berusia 16 tahun itu tinggal bersama orang tua angkat yang selalu mensupportnya.

"Alhamdulillah untuk seleksi saya memang mengikuti dari awal dengan usaha saya sendiri, dan tentunya bantuan dari keluarga juga, dari beberapa teman saya juga, dari teman sekolah, dan guru-guru juga," ujarnya, Senin (17/8/2026).

Walaupun tidak ada lagi sosok ayah dan ibu kandung di sisinya, Keisha M. Ardana bertekad untuk terus membanggakan orang tuanya.

Bahkan, alasannya mengikuti paskibraka pun tak lain yaitu untuk membanggakan orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Meski tak seberuntung rekan-rekannya yang bisa disaksikan oleh orang tuanya saat menjalankan tugas, ia tetap semangat dalam menjalaninya.

"Motivasi saya untuk ikut Paskibraka ini karena saya ingin menjadi seorang yang berjiwa nasionalisme, dan bangga kepada diri sendiri, tentunya untuk membanggakan kedua orang tua saya juga," katanya.

Di samping itu, ia mengaku sangat senang karena berhasil membuktikan kemampuannya di tengah kisah hidup yang tak berjalan indah.

Keisha M. Ardana juga sangat berterimakasih terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memberikan pengalaman berharga untuknya.

"Alhamdulillah dengan latar belakang saya, saya bisa menempuh pendidikan saya sampai dengan menjadi seorang anggota Paskibraka. Untuk Kabupaten Bogor, terima kasih karena selalu menerima apapun adanya semua siswa, siswi terbaik, apapun itu. Latar belakangnya atau apapun itu," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.