Menko PMK dan Kepala BNPB Pantau Pengungsi di Reo Manggarai Tegaskan Percepatan Penanganan
Hilarius Ninu August 17, 2026 07:47 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG---Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 Flores di Tenda Pengungsian Barang Kolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin 17 Agustus 2026 pukul 12.27 Wita. 

Peninjauan dilakukan usai rombongan mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kabupaten Manggarai yang dilaksanakan di Natas Labar–Motang Rua.

Selain Kepala BNPB dan Menko PMK, turut hadir Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran selaku Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). 

Rombongan didampingi Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, Kapolres Manggarai, Dandim 1612/Manggarai, serta Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai berserta sejumlah pimpinan perangkat Daerah Kabupaten Manggarai. 

 

Baca juga: Gempa di Flores Patra Niaga Percepat BBM di Flores dan Tambahan Mobil dari Bima

 

 

Setibanya di lokasi, rombongan meninjau kondisi warga sekaligus melaksanakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan Reok dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat dapat segera dipenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi tenda pengungsian, makanan, logistik, pelayanan kesehatan, bahan bakar, serta kebutuhan dasar lainnya.

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, seluruh bantuan dan sumber daya yang tersedia harus segera dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Persoalan administrasi maupun keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan terhambatnya bantuan.

Menurutnya, masa tanggap darurat merupakan waktu yang sangat krusial, terutama untuk penyelamatan jiwa. Karena itu, seluruh jajaran diminta fokus pada evakuasi, pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta memastikan keselamatan masyarakat di titik-titik terdampak.

"Dalam kondisi bencana seperti ini, bantuan dan seluruh sumber daya yang tersedia harus segera dikeluarkan. Jangan sampai persoalan administrasi atau keterbatasan fiskal menjadi alasan sehingga bantuan terlambat diberikan kepada masyarakat," tegasnya. 

Ia meminta seluruh unsur yang terlibat mengerahkan sumber daya yang tersedia, termasuk tenda, logistik, makanan, kendaraan, bahan bakar, dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Jangan menunggu semuanya tersedia secara sempurna. Kalau masyarakat membutuhkan makanan, beli dan distribusikan terlebih dahulu. Kalau membutuhkan bahan bakar, penuhi terlebih dahulu. Kalau membutuhkan kebutuhan dasar lainnya, segera dipenuhi. Yang paling penting masyarakat tertolong terlebih dahulu,"ujarnya tegas. 

Suharyanto juga meminta jajaran tidak ragu mengambil langkah cepat di lapangan. Pengeluaran yang dilakukan untuk kepentingan penanganan bencana harus tetap didata dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan sehingga dapat diproses untuk penggantian atau dukungan pembiayaan berikutnya.

“Jangan sampai bantuan terlambat hanya karena kita terlalu lama mengatur persoalan administratif di belakang,”ujarnya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Manggarai mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BNPB serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kita mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Ada Bapak Menteri Koordinator, ada BNPB, dan ada seluruh jajaran pemerintah pusat yang bersama-sama membantu penanganan bencana ini. Karena itu, gunakan seluruh dukungan dan sumber daya yang tersedia secara maksimal,”tegasnya.

Dukungan Kesehatan Diperkuat
Menko PMK juga menyampaikan bahwa dukungan sektor kesehatan akan terus diperkuat. Sebanyak empat tenaga medis tambahan akan didatangkan untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Selain tenaga medis, pemerintah juga memberikan dukungan berupa tenda kesehatan dan ambulans yang akan segera diintegrasikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.

“Alhamdulillah, akan ada tambahan empat tenaga medis, termasuk dukungan tenda kesehatan dan ambulans. Seluruh dukungan tersebut harus segera diintegrasikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa prinsip utama penanganan bencana adalah menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu, memenuhi kebutuhan dasarnya, kemudian bergerak bersama menuju tahap pemulihan.

Keselamatan Jiwa Jadi Prioritas

Sejalan dengan arahan Kepala BNPB Suharyanto, Menko PMK Pratikno,  menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan prioritas utama dalam penanganan masa tanggap darurat.

Seluruh sumber daya yang tersedia diminta segera dikerahkan untuk membantu masyarakat, termasuk tenda, logistik, makanan, kendaraan, bahan bakar, serta kebutuhan dasar lainnya.

Pratikno juga meminta jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait tidak ragu mengambil langkah cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Percepatan Pemenuhan Tenda Pengungsian

Dalam penanganan pengungsian, kebutuhan tenda akan dipetakan pada seluruh titik pengungsian di wilayah terdampak.

Tenda berukuran besar akan dimanfaatkan untuk menampung masyarakat dalam jumlah banyak, sementara tenda keluarga dengan kapasitas sekitar enam orang disiapkan bagi keluarga yang membutuhkan tempat pengungsian secara lebih khusus.

Penanganan akan diprioritaskan pada titik pengungsian dengan jumlah warga terdampak terbesar. Setelah kebutuhan di titik utama terpenuhi, penggantian tenda-tenda darurat akan dilanjutkan pada titik pengungsian lainnya.

Pemerintah menargetkan kebutuhan tenda pada sekitar 20 titik pengungsian dapat teridentifikasi dan ditangani secara bertahap dalam waktu tiga sampai empat hari.
Camat dan kepala desa diminta segera mengidentifikasi titik-titik pengungsian serta kebutuhan masyarakat. Pendataan dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri dan masyarakat sehingga setiap kebutuhan dapat segera diinformasikan dan ditindaklanjuti.

Tahap Berikutnya: Pemulihan

Setelah fase penyelamatan jiwa dan tanggap darurat dapat ditangani, perhatian pemerintah akan diarahkan pada tahap pemulihan, termasuk penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang maupun berat.

Pemulihan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat kembali menempati tempat tinggal yang layak dan menjalankan aktivitas kehidupan secara normal.

Dukungan pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian Sosial, kementerian/lembaga terkait, TNI dan Polri akan terus diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Peninjauan di Tenda Pengungsian Barang Kolong menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 berjalan cepat, terkoordinasi dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Keselamatan rakyat menjadi prioritas utama. Seluruh sumber daya pemerintah dikerahkan untuk menyelamatkan masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar, memperkuat pelayanan darurat, dan mempercepat pemulihan pascabencana. (rob) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.